Saturday, March 31, 2012

Tips Menulis: Edit Naskahmu Sendiri, Yukk...

Baru saja saya selesai membaca novel terbitan penerbit ternama yang tak perlu saya sebutkan namanya, khawatir di-UU-ITE-kan. Agak kecewa karena ada banyak typo atau salah ketik di sana. Kecewa karena itu penerbit nasional yang ternama, tapi kenapa masih ada banyak typo? Apa kerja editornya, nih? Atau, kalau editor hanya mengedit isi naskah, bagaimana dengan proofreadernya? Atau, pemeriksa aksara di layout? Saya pernah bekerja di penerbitan, jadi tahulah proses penerbitan buku. Setelah diedit oleh editor, naskah dilayout, lalu dibaca oleh proofreader untuk mencari adanya kesalahan layout atau salah ketik, lalu diprint lagi, diperiksa lagi. Setelah oke, baru masuk percetakan. Tapi, kalau banyak typo-nya begitu, apa kata pembaca?

Tips Menulis: Menulis Berdasarkan Pengalaman


Beberapa waktu lalu, saya membeli sebuah buku nonfiksi yang mengupas tentang bagaimana caranya agar seorang ibu tetap tersenyum menghadapi permasalahan sehari-hari. Sekilas, idenya sama dengan buku saya, Catatan Hati Ibu Bahagia. Berhubung bukunya disegel, jadi saya hanya membaca synopsis dan endorsmentnya saja. Wuiih… endorsmentnya keren, dari orang terkenal dan psikolog. Jadilah saya beli buku itu.

Friday, March 30, 2012

Info Penerbit: PENERBIT UFUK dan ZAYTUNA

Ada informasi kirim naskah lagi nih, dari Ufuk Publishing House.

Salam pecinta buku,
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan Anda menyerahkan naskah kepada kami.
Syarat pengiriman naskah ke Ufuk Publishing House :

1. Ditulis dalam font times new roman, ukuran 12 spasi rangkap
2. Menuliskan sinopsis karya yang berisi kelebihan karya ini serta diferensiasi dengan karya lain yang sudah berada di pasaran.
3. Naskah dapat Anda kirimkan via pos ke :

Redaksi Ufuk Publishing House.
Jl. Kebagusan III, Komplek Nuansa Kebagusan 99,
Kebagusan, Ps.Minggu
Jakarta Selatan
Telp.021-78847037
Fax.021-78847012

atau via email ke

redaksi@ufukpress.com

Untuk buku-buku agama, dikirimnya ke Penerbit Zaytuna, imprint dari Penerbit Ufuk

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam pecinta buku,
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan Anda menyerahkan naskah kepada kami.
Naskah dapat dikirimkan melalui pilihan dua cara:

1. melalui email ke penerbitzaytuna@gmail.com atau zaytuna@ufukpress.com
2. kirim via pos ke Komplek Nuansa 99, Jl. Kebagusan III, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta-Indonesia.

Naskah sebaiknya berisi :

1. sebagian atau keseluruhan isi naskah (font Times New Roman 12, spasi 1,5 )
2. sinopsis
3. daftar isi
4. kelebihan naskah menurut Anda
5. target pembaca

Naskah yang masuk akan kami review antara dua minggu sampai satu bulan. Hasil evaluasi akan disampaikan via email.

Kami tunggu kiriman naskah Anda.

Atas perhatian dan kepercayaannya, kami ucapkan terima kasih banyak.

Salam Hangat,

Redaksi
Zaytuna

Redaksi Ufuk Publishing House.
Jl. Kebagusan III, Komplek Nuansa Kebagusan 99,
Kebagusan, Ps.Minggu
Jakarta Selatan
Telp.021-78847037
Fax.021-78847012


Web: www.ufukpress.com

Jadilah Ibu yang Bahagia


Buku “Catatan Hati Ibu Bahagia” akhirnya terbit juga setelah berproses selama setahun lebih di penerbit. Ada yang unik dari buku ini. Buku yang dijanjikan terbit di bulan Oktober 2011 ini, sudah saya buat kuisnya dua minggu sebelumnya. Tidak tanggung-tanggung, saya membuat kuis di dua grup ibu-ibu. Kuisnya berhadiah buku ini, eh bukunya molor terbit. Baru di bulan Februari, bukunya terbit, hehe…. Alamat dapat tagihan hadiah dari para pemenang.

Motivasi Menulis: Saya Ini Penulis Santai


Bila melihat beranda facebook atau twitter yang rata-rata diisi oleh penulis, saya jadi dapat mengetahui jadwal kerja mereka. Biasanya mereka aktif di tengah malam sampai dini hari. Dari update statusnya, kelihatannya mereka sedang menulis sambil online. Sejak banyak bergaul dengan sesama penulis, memang mereka lebih suka menulis di tengah malam, karena suasana yang mendukung. Bagaimana dengan saya?

Novel: Come to Me Paquita (13-selesai)


CINTA TAK PERNAH BERAKHIR

Usai menikah, Paquita langsung diboyong ke rumah orang tua Luthfi. Seminggu kemudian, pasangan pengantin baru itu berangkat ke Bali. Ikatan dinas memaksa Luthfi untuk tinggal di Bali selama dua tahun. Sebagai istri, Paquita harus mengikuti ke mana suaminya pergi.

Bulan Oktober, Joan dan Tasya diwisuda. Joan langsung diterima bekerja sebagai Account Executif di sebuah perusahaan surat kabar. Sementara itu Tasya belum juga mendapatkan pekerjaan, alias menganggur. Ternyata pekerjaan untuk seorang muslimah berjilbab rapi sepertinya sangat sulit didapat. Padahal ia sangat komukatif dan terampil. Akhirnya, ia membuka usaha sendiri. Usaha katering yang dikelolanya lama-lama menjadi besar karena kemampuan berbisnisnya yang sudah tak diragukan lagi. Tiga tahun berlalu, Tasya baru sadar. Ia belum menikah.

“Kapan kamu nikah, Tas?” tanya Paquita sambil menyuapi anak keduanya yang baru berusia setahun. Ikatan dinas suaminya di Bali sudah selesai dan sekarang keluarga mereka tinggal di Jakarta. Tasya sering datang berkunjung. Sementara Paquita sendiri jarang keluar rumah karena sibuk mengurus dua anaknya yang masih kecil-kecil.

“Jangan nanya itu deh, Ta. Aku pusing, tau nggak?” Tasya memukul kepalanya.
“Pusing kenapa? Pasti banyak kan yang datang mau taaruf sama kamu?”
“Iya, sih. Cuma… memang akunya kali yang belum siap. Semuanya gagal.”
“Masak belum siap? Kamu kan udah dua lima. Aku aja, udah punya anak dua.”
“Nggak tahu. Jodoh itu kan rahasia Allah. Mungkin Allah memang melihat kamu lebih siap dari aku. Yah, memang sih waktu aku lulus, aku ingin punya karier yang bagus dulu baru nikah. Aku ingin kerja di kantoran. Ternyata, susah cari kerjaan.”
“Tapi kan sekarang kamu jadi bos. Udah puas kan jadi wanita karier?”
“Iya, tapi setelah jadi wanita karier, jodoh malah nggak datang-datang.”
“Sabar aja. Setiap orang kan ada pasangannya. Tas, sebenarnya taaruf-taaruf kamu yang dulu, gagal karena apa?”
“Aku nggak boleh suudzon. Tapi… sepertinya setelah aku menceritakan masa laluku, ikhwan-ikhwan itu mundur. Yah, siapa sih yang mau nerima anak seorang mantan pelacur yang nggak jelas siapa bapaknya?” Tasya tertunduk.
Paquita memeluk sahabatnya. “Sabar, ya, Tas. Suatu hari pasti ada ikhwan baik hati yang mau nerima kamu apa adanya.”
***

Di sepertiga malam, di tengah udara malam yang dingin, di antara derasnya hujan Februari, di saat ia sedang bersujud, telepon berbunyi. Sesaat Tasya terdiam. Siapa yang meneleponnya pada jam tiga pagi begini?

“Assalamualaikum. Sudah bangun, Tas?” tanya suara di seberang yang sangat Tasya kenal.
“Kamu, Ta? Ngapain malam-malam telepon?”
“Bayiku nangis tadi. Kamu udah salat Tahajud?”
“Ya, alhamdulillah udah. Baru salat Hajat, kamu nelepon.”
“Eh, apa yang mau kamu minta? Jodoh?”
“Ita! Kamu nggak dimarahin suamimu, nih! Malam-malam godain orang!”
“Suamiku udah tahu, kok. Begini, Ta. Ada seorang ikhwan yang mau sama kamu.”
Wajah Tasya merah seketika. “Apa-apaan sih kamu?!”
“Eh, aku serius. Aku sudah cerita ke ikhwan itu tentang kamu. Dia bisa mengerti, kok.”
“Ita!”
“Aku bener-bener serius. Kamu mau, nggak?”
“Ikhwannya kayak apa?”
“Dijamin!”
Jantung Tasya berdebar kencang. “Kamu udah cerita tentang masa laluku ke dia?”
“Udah. Insya Allah dia mau.”
“Dia pasti nggak mau kalau udah liat aku.”
“Bismillah. Jalanin aja dulu, ya. Aku sudah menceritakan masalahmu ke suamiku. Suamiku menyarankan untuk mempertemukan kamu dengan ikhwan itu. Sebelum kalian benar-benar bertemu, aku sudah menceritakan semua tentang kamu supaya ikhwan itu benar-benar yakin dengan keputusannya untuk taaruf denganmu.”
“Jazakillah ya, Ta. Kamu udah repot-repot.”
“Nggak repot, kok. Kapan nih kamu mau ketemu?”
“Boleh nggak aku minta CV-nya dulu?”
“Boleh. Besok juga bisa kuserahin. Sekarang kamu salat Istikharoh aja dulu, ya?” Paquita tersenyum.

Tasya mengangguk. Ia tak menyangka jawaban dari Allah begitu cepat datang. Semoga ini ikhwan terakhir yang taaruf dengannya karena setelah itu ia benar-benar menikah.
***

Tasya terbelalak saat membaca nama yang tertera di biodata ikhwan yang barusan diserahkan Paquita kepadanya; Muhammad Joan Susanto.
***

Thursday, March 29, 2012

Info Penerbit: GRAFINDO CARI NASKAH

Kalau yang ini, kesempatan terbuka untuk teman-teman yang punya naskah anak dan remaja.


INFO TERKINI :
Bagi rekan penulis nih ada info terbaru yang merupakan peluang.

20 Maret 2012
Penerbit Grafindo Cari Naskah
...
Grafindo itu penerbit buku pelajaran dan buku umum, sedangkan Salamadani adalah merek untuk buku-buku yang bernuansa Islami.
Sekarang kami sedang mencari naskah buku anak dan remaja, dengan syarat:
-tulisan utuh/padu
-belum pernah diterbitkan
-diketik di MS word/open office: spasi 1.5, font calibri (times new roman juga boleh, but I love calibri :p)
-lebih disukai naskah lengkap
-memiliki nilai komersial
-sastra & fiksi anak, komik, nonfiksi anak, agama islam, panduan, picture book, dll.

Kirim ke hansputri@gmail.com
Alamatnya di : Jl. Pasirwangi no. 1. (Pasirluyu) Sukarno-Hatta, Bandung 40254
Tlp. (022) 5212097

Info Penerbit: Penerbit Erlangga Mencari Naskah Novel Islami

Yuhuuu...

Yang punya naskah novel islami, ini kesempatan bagus buatmu.

[LOWONGAN NASKAH] Punya naskah novel Islami? Penerbit Erlangga tengah mencari naskah NOVEL ISLAMI dengan target untuk remaja/dewasa. Kirimkan naskah + CV ke naskah@erlangga.co.id. Kalau punyanya sinopsis dan contoh bab, boleh juga dikirim. Salah satu contoh novel penerbit Erlangga yang bisa dipelajari adalah Cinta Bertabur di Langit Mekkah (ROIDAH).

Informasi mengenai PENERBIT ERLANGGA, bisa klik websitenya: www.erlangga.co.id

Ayuk, dikirim, mumpung ada kesempatan.

Wednesday, March 28, 2012

Membaca Sekilas Kisah Nyata Pelaku Poligami

Poligami, wanita mana yang ingin dipoligami? Bahkan ada yang memilih dicerai daripada dipoligami. Meskipun demikian, ada juga yang bertahan. Poligami, meskipun dibolehkan di dalam Islam dengan batasan maksimal sampai empat istri, tetap terasa berat. Sebab, zaman sudah berubah. Jika dulu, sebelum dan saat Rasulullah masih ada, poligami menjadi hal biasa di masyarakat, sekarang tidak lagi. Monogami adalah sistem pernikahan yang lazim berlaku di masyarakat, sedangkan poligami tidaklah lazim. Maka, wajar saja jika pelaku poligami menjadi bahan perbincangan seakan-akan telah melakukan aib semacam hamil di luar nikah dan membunuh orang.

Buku Baru: Taaruf, Proses Perjodohan Sesuai Syari Islam

Alhamdulillah, satu lagi buku saya telah terbit. Judulnya, TAARUF: Proses Perjodohan Sesuai Syari Islam, Penerbit Quanta-Elex Media. Setelah lima tahun menunggu, buku ini telah bertemu dengan penerbit yang tepat. Tahun 2005, bagian pertama buku ini telah diterbitkan oleh Penerbit Lingkar Pena dengan judul TAARUF KEREN, PACARAN SORRY MEN. Penjualannya relatif bagus, hanya saja saat saya tawarkan bagian yang kedua, penerbit tidak berminat menerbitkannya.

Info Lomba: Lomba Resensi Buku Penerbit Zikrul Hakim

LOMBA RESENSI BUKU PENERBIT ZIKRUL HAKIM GROUP



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Salam kreatif!



Buku saat ini bukan hanya sekedar bahan bacaan pengisi waktu luang semata. Lebih dari itu buku memiliki peran tersendiri sebagai sesuatu yang menginspirasi serta menyebarkan hal-hal positif yang tentunya berguna dalam kehidupan sehari-hari.



Sebagai penerbit yang konsen menghadirkan buku-buku inspiratif dan berkualitas, Zikrul Hakim Group terus memberikan alternatif bacaan yang segar, menghibur, inspiratif dan tentu saja mencerahkan pembacanya. Ini dibuktikan dengan buku-buku yang telah terbit dan berhasil menarik animo masyarakat luas.



Beberapa buku yang baru saja diluncurkan belakangan ini juga tak kalah menarik, 5 buku inspiratif yang siap memberi warna berbeda pada dunia perbukuan di negeri ini. Kelima buku tersebut adalah Orang Bilang Aku Teroris (Pipiet Senja), Cintaku di Negeri Jackie Chan (Ida Raihan), Catatan Cinta dari Mekkah (Awy Ameer Qolawun), Aku Tidak Membeli Cintamu (Desni Intan Suri) dan Catatan Ibu Bahagia (Leyla Hana).



Untuk itu kami mengajak pembaca sekalian untuk berpartisipasi dalam Lomba Resensi Buku Penerbit Zikrul Hakim Group dengan ketentuan sebagai berikut:

Peserta adalah WNI berdomisili dimanapun
Membuat resensi dari 5 buku yang disebutkan di atas (boleh salah satu/semuanya) dengan ketentuan panjang naskah 2-3 halaman folio, margin 3 (atas, bawah, kanan, kiri), jarak spasi 1,5, font Times New Roman
Naskah dikirim ke alamat email pipiet_senja@yahoo.com cc: remonagus@yahoo.com dalam format attachment (bukan di badan email) disertai biodata dan nomor yang bisa dihubungi dan mencantumkan LOMBA RESENSI PENERBIT ZIKRUL HAKIM GROUP_NAMA PESERTA (contoh: LOMBA RESENSI PENERBIT ZIKRUL HAKIM GROUP_TANIA PUTRI) pada subject email dan juga melampirkan bukti pembelian buku berupa scan struk pembelian
Selain dikirim via email, peserta wajib mempublikasikan naskah resensi di internet. Boleh melalui blog, website atau catatan/note Facebook dengan men-tag atau share ke akun Pipiet Senja dan Remon Agus serta menyebarkan info lomba ini (boleh terpisah/menyatu dengan naskah lomba) kepada minimal 10 orang atau ditampilkan di blog atau website masing-masiing. Bisa juga link naskah resensi dicantumkan pada situs www.zikrulhakim.com di bagian buku tamu.
Lomba ini dilaksanakan mulai tanggal 14 Maret 2012 dan ditutup pada tanggal 16 Mei 2012 jam 24.00 WIB
Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.



Adapun pemenang lomba ini akan diambil 5 pemenang dengan hadiah sbb:



Pemenang pertama : Paket buku senilai Rp. 750.000,-



Pemenang kedua : Paket buku senilai Rp. 600.000,-



Pemenang ketiga : Paket buku senilai Rp. 500.000,-



Pemenang keempat : Paket buku senilai Rp. 400.000,-



Pemenang kelima : Paket buku senilai Rp. 300.000,-



Serta ada hadiah spesial untuk siapapun yang naskah resensinya dimuat di media cetak (koran/majalah).

Oke, selamat membaca buku-buku terbaik dari Penerbit Zikrul Hakim Group dan berbagi kesan kepada para pembaca lain.



Selamat berkarya!



Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



PJ Jendela (Zikrul Hakim Group)



Pipiet Senja


Ini salah satu buku yang diresensi yaaaah.....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...