Wednesday, February 13, 2013

Mau Nikah, Bikin Undangan dengan Undangan Pernikahan Online


18 November 2006

Undangan pernikahanku dulu
desain sederhana, tapi biayanya mahal 
Resepsi pernikahanku akhirnya terlaksana. Kulihat satu per satu undangan berdatangan dan menyalamiku (bersama suamiku, tentu) yang duduk di kursi pelaminan. Perasaanku campur aduk, antara bahagia, sedih, kecewa, gugup, dan banyak lagi. Tak mudah untuk melangsungkan pernikahan yang sudah direncanakan sejak 8 bulan sebelumnya. Apalagi keluarga kami baru ditinggal pergi oleh ibunda tercinta akibat penyakit kanker. Almarhumah ibuku sempat menyusun agenda acara akad dan resepsi, meski tak sempat menyaksikannya.


Aku adalah anak pertama di dalam keluargaku dan yang pertama menikah. Otomatis, keluargaku belum berpengalaman mengadakan resepsi pernikahan. Acara pernikahanku sebagian besar diserahkan kepada Bulikku, adik dari ibuku. Tadinya aku mau menanganinya sendiri, tapi ibuku ingin menghormati adiknya. Tentu saja tak semua ditangani oleh bulikku. Aku juga ikut pusing memikirkan acara pernikahanku, meskipun pihak calon suami sudah menyarankan agar pernikahan dilakukan secara sederhana saja. Ibuku ingin pernikahanku berlangsung istimewa, karena baru yang pertama di keluarga kami.


Memang pusing memikirkan pernak-pernik pernikahan, salah satunya undangan pernikahan. Tadinya aku mau memesan undangan pernikahan melalui temanku yang berbisnis kartu undangan. Yah, berhubung ibuku menyuruh untuk minta bantuan Bulikku, jadinya malah pesan ke teman bulikku. Waw, ternyata undangan cetak itu lumayan mahal juga yah. Aku pesan undangan yang harga per lembarnya Rp 5.000 dikalikan 500 undangan, hitung sendiri deh anggarannya.

Urusan undangan ini termasuk urusan yang bikin aku kecewa dan kesal bukan main. Pertama, itu undangan ternyata banyak typo-nya. Padahal sebelum dicetak, aku dan keluargaku sudah membenarkan kesalahan-kesalahan penulisan, semisal nama, alamat, waktu, tempat, dan lain-lain. Eh, begitu dicetak, masiiiih saja ada yang salah. Mana typonya banyak. Sebagai orang yang perfeksionis, hal semacam itu bikin aku gelisah. Waktu kutanyakan ke Bulikku, beliau bilang dia sudah membenarkan kesalahan-kesalahan ketik, tapi sepertinya si tukang cetak itu yang gak teliti. Ah, sudah deh. Apa  mau dikata? Undangan sudah dicetak, masa mau dibalikin?

Kedua, masalah pengantaran undangan. Ternyata repot juga mesti mengantarkan undangan dari rumah ke rumah, mana ada yang rumahnya sudah pindah. Ealaaah… ke mana saja ya daku? Namanya juga tinggal di komplek dan sibuk sama  pekerjaan, jadi sosialisasi ke tetangganya kurang (alasan!). Intinya, jadi banyak undangan yang mubazir juga karena orangnya sudah pindah atau bahkan sudah meninggal! Untuk mengantarnya pun, butuh kendaraan, berhubung komplek perumahan  tempat tinggal saya cukup luas.

Ketiga, nah untuk undangan yang jauh-jauh ini yang boros di ongkos transport. Ada yang harus dikirimkan via pos, otomatis keluar ongkos lagi deh buat perangko. Itupun hanya teman tertentu saja yang dikirimi undangan, yang kira-kira bisa datang, berhubung berat di ongkos. Kirimnya pun mesti jauh-jauh hari. Ndalalah, undangannya juga jadinya mepet banget, akibatnya undangan yang jauh banget gak bisa terkirim. Lagi-lagi mubazir.

Salah satu cara untuk menyiasatinya, aku men-scan undangan tersebut dan kuupload di blog multiplyku (waktu itu masih pakai multiply). Kesannya ribet ya, mesti discan dulu, trus diupload. Ya, begitulah, namanya juga usaha. Minimal teman-temanku yang jauh-jauh bisa tahu  kalau aku akan menyelenggarakan pernikahan. Syukur-syukur mereka mau datang.

Phiuuuh… setelah segala usaha itu, ternyataaa tidak banyak undangan yang datang. Agaknya sih karena di tanggal cantik itu juga banyak yang melangsungkan pernikahan. Waktu itu memang hanya terpaut dua minggu dari lebaran idul fitri, jadi masih di bulan syuro. Katanya kan bagus ya nikah di bulan syuro. Rasanya menjadi percuma deh sudah mengantarkan undangan dengan jalan kaki, kirim pakai pos, dan jangan lupa: biaya cetaknya itu! Eh, gak datang, tanpa pemberitahuan pula. Hmmpfhhh….

Soal undangan cetak ini, aku juga sempat pengen pasang fotoku dan calon suami di kartu undangan, seperti yang sedang ngtren, tapi calon suamiku gak mau. Katanya, dia gak mau nanti fotonya diinjak-injak atau dibuang ke tong sampah, setelah undangannya dibaca. Iya, kan? Iya, gak? Coba deh kalau kamu dapat kartu undangan yang ada foto calon mempelainya, apakah kartu itu bakal kamu simpan terus? Bagus sih kalau kamu simpan, namanya menghormati yang mengundang. Tapi kan kebanyakan itu kartu undangan bakal masuk tong sampah kalau sudah tangal pernikahannya sudah lewat, ahahahaha… ngebayangin foto kita masuk tong sampah rasanya nyesek banget.

Lagi sedih-sedihnya ngeliatin undangan yang datang gak sesuai harapan, eh ada yang menyalamiku dan menegur, “Leyla, barokallahu, yaa….! Ini Mba Ifa!”

Aku menegaskan pandangan. Mataku memang kurang jelas melihat, karena pas nikah gak pakai kacamata dan gak sempat pakai softlens (punya aja enggak!). Mbak Ifa? Eh, mba Ifa….

“Ifa Avianty! Aku baca undanganmu di Multiply, datang ah sekalian pengen ketemu Leyla, kan belum pernah ketemu.” Mba Ifa tersenyum ramah, sambil menyalamiku. Dia datang bersama anak dan suaminya.

Pernikahanku, 18 November 2006
Oh ya! Aku baru sadar. Mba Ifa Avianty, temanku di jejaring sosial Multiply. Dia baca undangan onlineku dan dia datang! Surprised! Sekarang dia sudah jadi penulis novel yang cukup terkenal, coba saja cari novelnya di toko buku. Aku terharu sekali. Justru dia yang cuma lihat undanganku di internet, mau susah payah datang dibandingkan dengan yang terima undangan cetak. Hiks! Aku tak bisa melupakan kejadian itu karena sangat berkesan.



Dipikir-pikir, mendingan pakai undangan online daripada undangan cetak. Beberapa keuntungan undangan online:
  1. Biaya bisa lebih ditekan, kita hanya bayar jasa pembuat undangan online semcam www.datangya.com. Fitur-fitur yang disediakan oleh www.datangya.com sangat lengkap, dimulai dengan fitur slider photo max 5 yang menampilkan foto-foto prewedding (berhubung saya gak pake foto prewedding, jadi foto sendiri-sendiri aja ya J), fitur resepsi yang berisi halaman informasi pernikahan kita, fitur peta dan denah menuju lokasi akad dan resepsi, fitur love story berisi kisah cinta kita (gak dipakai juga gak apa-apa, tapi lumayan bisa mengabadikan proses pertemuan kita dengan calon suami), fitur keluarga besar yang menampilkan nama keluarga besar yang diundang, fitur buku tamu, fitur invite by email, fitur invite by facebook, dan masih banyak lagi. Pokoknya komplit, deh. Yang lebih sip lagi, kalau pernikahannya batal, uang jasa pembuatan undangan online ini bakal dikembalikan ke kita. Tapi, siapa sih yang mau rencana pernikahannya batal?
  2. Gak perlu keluar biaya buat ngeposin undangan. Hari gini, siapa sih yang belum konek sama internet? Kakek-kakek pun sudah piawai mengaktifkan twitter dan facebook. Jadi, buat apa repot-repot kirim undangan kertas dan keluar uang buat ngeposin? Cukup kirim via imel, facebook, twitter, dan jejaring sosial lainnya. Bila memang ada yang belum terjangkau internet, boleh deh dikirimin undangan cetak, khusus ke rekan-rekan yang belum melek internet :D
  3. Hemat kertas, mendukung kelestarian lingkungan. Kita tahu kan kalau kertas itu dibuat dari bubur kertas yang dibuat dari serpihan-serpihan kayu? Nah, dengan meminimalisir penggunaan kertas, berarti kita mengurangi penebangan pohon, yang kebanyakan dibuat untuk bahan baku kertas.
  4. Praktis banget bikin undangan online via www.datangya.com, gak perlu susah-susah scan undangan dulu seperti yang kulakukan. Semuanya sudah diatur oleh www.datangya.com. Kita bisa mempersiapkan keperluan pernikahan yang lebih penting. Desain undangannya pun bagus-bagus dan bisa kita pilih sesuka hati. Di zaman digital seperti sekarang, udah gak zamannya lagi bikin undangan cetak yang cuma menghamburkan biaya dan menabur kecewa bila yang kita undang gak bisa datang.

Nah, buat kamu yang belum nikah dan mau menikah (apalagi dengan dana terbatas), harus pintar-pintar memilih prioritas pengeluaran mana yang diutamakan. Katering, pasti yang utama. Masa tamu undangan gak dikasih makan? Pakaian pengantin, pelaminan, biaya penghulu, hmmm… kalau mikir dana pernikahan, bikin pusing ya? Urusan undangan pernikahan jangan sampai nambah pusing. Pakai invitation online saja, seperti www.datangya.com. Semoga pernikahamu berkah, sakinah, mawaddah, warrahmah J

-------------------------------------------------

Alhamdulillah, masuk ke dalam jajaran 30 Blogger Terbaik untuk lomba ini dan mendapatkan kaus datangya.com


22 comments:

  1. Yup betul sekali mbak..setuju hehehee
    Bagus sekali tulisanya, Mantap lah goodluck yach
    Boleh juga mampir ke tempat saya di http://farichatuljannah.blogspot.com/2013/02/datangyacom-ahlinya-undangan-pernikahan.html
    terimakasih

    ReplyDelete
  2. semoga sukses ya mba lombanya..

    ReplyDelete
  3. ide membuat undangan online emang keren ya :)

    ReplyDelete
  4. Undangan online, boleh juga tuh....
    Semoga berjaya ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  5. pengalaman yang gk terlupakan ya mbak...
    aku jg kenal mbak Ifa Avianty,tentunya lewat tulisannya... :-)
    alam kenal ya mbak
    monggo mampir di blog Q1t4 ya, di link http://blogq1t4.blogspot.com/2013/02/pernikahan-merupakan-sebuah-moment-yang.html
    good luck..

    ReplyDelete
  6. sekarang jaman onlen, sampe undanganpun jadi online ya.. hehe.. hemat!
    salam

    ReplyDelete
  7. He he he ...

    Satu terobosan yang sangat luar biasa.
    Permasalahan pada undangan online cuma satu, untuk orang tua yang belum menggunakan sosial media. Maka tetap juga harus diberikan undangan fisiknya.

    Salam Kenal,


    @rie fabian -

    ReplyDelete
  8. coba aku tahu ada undangan online ini mba. Udah kubuat pas nikahanku ;)

    ReplyDelete
  9. Selamat ya mbak... :)
    kalau semua online nanti tukang buat undangan gulung tikar..hehe :P

    ReplyDelete
  10. yaupz, andai saja pas nikahku dulu ada undangan online, yg dateng bakalan membludak :)

    ReplyDelete
  11. Repot juga ya masalah undangan fisik ya mbak :) tapi untung pernikahannya berjalan lancar.. Turut berdukacita juga untuk ibundanya ya..

    Salam kenal :)
    noniq

    ReplyDelete
  12. wah seru ya pas dulu waktu aku nikahan aku undang secara online teman2 di blog. boleh mampir ya ke tempatku juga :
    http://lisojungchan.blogspot.com/
    Terima kasih para tamu :)

    ReplyDelete
  13. seru memang, untuk memulai persiapan menjelang pernikahan sampai terlaksananya acara..deg2gan campur aduk...tapi kalo udah mantab sma pasangan..Insya Alloh lancarrr...aamiin

    salam dari wedding planner

    ReplyDelete
  14. like your design :D pengen cepet nikah jadinya kalau semua udah komplit butuh perawatan biar makin sempurna hasilnya

    ReplyDelete
  15. Terimakasih infonya, kita membuka jasa yang sama :)
    kunjungi blog saya di :
    Cetak Undangan
    Undangan Murah
    Undangan Pernikahan Unik Dan Murah

    ReplyDelete
  16. Top banget nih infonya.. bisa di tiru

    ReplyDelete
  17. infonya bisa jadi inspirasi usaha, terimakasih min.

    ReplyDelete
  18. mantap min, jadi punya ide usaha baru min.

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...