Saturday, February 16, 2013

Resep Cinta Ayam Kapitan Untuk Suami Tercinta


Setahun setelah menikah dengan suami, kami merayakan lebaran idul fitri  yang pertama kalinya (setelah menjadi suami istri) di rumah orang tuaku. Sudah menjadi tradisi kalau keluarga besarku suka memasak semur daging, gulai ayam, dan sayur pepaya sebagai sajian hari raya. Ketika melihat gulai ayam, suamiku bilang,


“eh, di sini masak kari ayam juga ya?”

Aku mengerutkan kening, karena gak familiar dengan nama kari ayam. “Bukan, itu gulai ayam,” sahutku, membenarkan.

“Kari ayam…. Ibu juga masak ini di rumah.” Suamiku bersikukuh. Dengan semangatnya, dia menyendokkan gulai ayam (yang disebutnya sebagai kari ayam) ke piring, menemani si ketupat. “Sayang, kuahnya sedikit. Kalau kari ayam itu kuahnya yang banyak,” katanya.


Aku manyun. Sudah dibilangin kalau itu gulai ayam, masiiih saja kekeuh nyebut kari ayam. Emangnya kari ayam itu kayak gimana, sih? Gak lama kok aku dapat jawabannya. Malam harinya, kami langsung bertolak ke Garut, kampung suamiku. Di rumah mertuaku, hidangan kari ayamnya masih ada. Ternyata memang benar, mirip dengan gulai ayam, hanya warna kuningnya lebih tua. Aku gak tau apakah bumbunya sama, wong bumbu gulai ayam saja aku gak tau (yang masak kan adik-adikku, hehehehe….). Tapi, kari ayam yang dibuat ibu mertuaku itu memakai ayam jantan tua, yang direbus lama sampai dagingnya terlepas dari tulang, dan air yang banyaaaaaak….. persamaan antara gulai ayam dan kari ayam secara kasat mata, sepertinya ada pada warna kuahnya yang kuning dan memakai santan.

Oke, deh. Ternyata, di situs www.resepkita.com, aku kembali menemukan resep masakan yang mirip dengan kari ayam dan gulai ayam, namanya Ayam Kapitan. Secara kasat mata, memang penampilannya sama, kuah kuning dan bersantan. Kemarin, resepnya sudah kuujicoba di dapur rumahku, sebagai persembahan cinta untuk suamiku. Resep aslinya bisa dibaca di sini. So, inilah Ayam Kapitan, resep cinta untuk suamiku:

Bahan-bahan yang kugunakan:
½ Kg ayam, karena anggota keluargaku sedikit, jadi gak usah banyak-banyak masaknya.
3 butir bawang merah
3 butir bawang putih
2 sendok makan susu bubuk Dancow Full Cream putih, larutkan dalam 100 ml air.
½ butir santan kelapa, kelapanya diblender biar cepat.
Jahe, 1 ruas jari
Kunyit, 1 jari
Lengkuas, 1 ruas jari, memarkan
3 lembar daun salam dan 1 batang serai
1 sendok makan merica (karena aku punyanya merica bubuk)
½ sendok makan garam
½ sendok makan gula pasir
½ sendok makan kaldu  ayam

Bahan-bahan yang kugunakan

Cara Membuatnya:

Bawang merah, bawang putih, kunyit, dan  jahe dihaluskan, lalu ditumis bersama daun salam, serai, dan lengkuas. Masukkan ayam, rebus dengan air sampai terendam. Setelah agak empuk, masukkan susu cair dan santan. Kemudian masukkan garam, gula pasir , kaldu, dan merica. Setelah benar-benar empuk, baru matikan kompornya, alias selesai deh.

Olalaaaa… ternyata rasanya enaaaak bangeeet… agak beda rasanya dengan kari ayam yang biasa kubuat. Lebih enak dan gurih. Sebenarnya ada tambahan cabai dan kemiri, tapi aku gak pakai karena suamiku gak suka. Pakai merica saja sudah ada rasa pedasnya. Besok-besok kalau mau masak, intip situr www.resepkita.com dulu, ah. Lumayan, sekarang aku jadi suka masak, gara-gara sering ngintip di sana. Mari, dicobaaa….. Btw, suamiku lahap banget makannya. 

Resep Cinta Ayam Kapitan
yang penuh cinta ^^

3 comments:

  1. Wah, bisa dicoba nih Mbak, secara aq kalau masak ayam cuma digoreng sama ayam kecap aja :)

    Ini kontes kah?

    ReplyDelete
  2. hehe ada resepnya juga yah... di tunggu kunjungan baliknya gan

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...