Wednesday, June 26, 2013

Sahabat Blogger Sekaligus Novelis

Alhamdulillaaaaah…. Teriak girang pas baca pengumuman kalo lomba novel yang ituh diundur sebulan. Harusnya sih seminggu lagi deadline, tapi naskah saya belum siap. Demi naskah ini, saya sudah berkorban gak ikutan lomba blog maupun giveaway sebelum novelnya selesai. Berhubung diundur, saya mau refreshing dulu, ikutan giveaway Mba Ika Koentjoro dan Lies Hadie. Temanya tentang Sahabat Blogger.


Hmmm…. Banyak sih blogger-blogger yang sering berkomunikasi dengan saya, saya anggap semuanya sahabat. Salah satunya adalah Shabrina Ws, yang bukan sekadar blogger, melainkan juga novelis. Kami punya banyak persamaan. Boleh dong mengklaim begitu? Selain blogger dan novelis, kami juga ibu rumah tangga tanpa pembantu, hehehe…. Itu persamaan yang penting banget untuk menyatukan dua hati.

Shabrina Ws

Sebagai novelis, saya memang lebih dulu menerbitkan buku. Awal mula perkenalan kami di akhir tahun 2010, ketika saya baru menerbitkan novel indie. Waktu itu self publishing memang lagi hangat-hangatnya. Untuk promosi, saya mengadakan lomba yang hadiahnya adalah konsultasi naskah. Shabrina adalah salah satu pemenang lomba flash fiction yang saya adakan itu, dan dia berhak atas hadiah paket buku dan konsultasi naskah. Dia mengirimkan naskahnya kepada saya untuk dikoreksi. Sejak itulah, kami sering berkomunikasi.

Lalu, saya mengundangnya masuk ke grup penulis yang saya bikin: Be a Writer (BaW). Mba Ika Koentjoro juga baru bergabung nih di BaW. Prestasi Shabrina pun melejit, hingga memenangkan dua perlombaan novel: juara satu lomba novel Bentang Belia dan juara tiga lomba novel romance Qanita. Subhanallah, jadi kerenan dia. Sementara saya malah sedang malas menulis novel dan asyik ngeblog. Shabrina juga sering update di blognya, tapi seputar penulisan. Gak seperti saya yang udah lebih banyak promosikan produk orang, hehehe….

Sahabat itu seharusnya bukan hanya ada ketika kita sedang senang. Sahabat juga ada ketika kita sedang “jatuh” dan butuh semangat. Saya sudah pernah menceritakan sahabat-sahabat maya saya, dan kini saya menceritakan soal Shabrina, yang punya nama asli Eni Wulansari. Sungguh, semula saya menganggapnya biasa saja, tetapi perhatian yang dia berikan sangat luar biasa. Diawali dengan sebuah kado sederhana tapi tulus, untuk kelahiran putra ketiga saya. Saya terkejut, karena justru saya merasa tidak terlalu dekat dengan Shabrina, tetapi dia tak perlu banyak bicara untuk menunjukkan perhatiannya.

Lalu, ketika saya sedang patah semangat menulis novel, dia mengirim inbox di facebook, berupa semangat agar saya segera menyelesaikan novel saya. Saya selalu beralasan malas menulis novel, karena membutuhkan napas yang panjang, sementara waktu saya terbatas. Saya harus membagi perhatian untuk pekerjaan rumah tangga dan mengurus tiga anak yang masih kecil-kecil. Namun, Shabrina terus memberikan semangat agar tidak pantang menyerah. Toh, keadaan kami sama. Shabrina pun mengakui bahwa dia bukan penulis yang bisa cepat menyelesaikan novel. Sehari paling-paling lima kalimat. Tapi tak mengapa, sedikit-sedikit lama-lama jadi buku.

Akhirnya, dua bulan terakhir, saya berusaha fokus menulis novel. Novel yang semula berjumlah 23 halaman, bisa saya selesaikan dalam waktu dua minggu! Surprised, tentu saja. Padahal, sebelumnya, novel itu terkatung-katung selama tiga bulan. Soal hasilnya, entahlah, yang penting novel itu sudah saya selesaikan, dan Shabrina benar: saya bisa. Walaupun saya harus merelakan kehilangan kesempatan mengikuti beberapa lomba blog, dan kalau ikut pun gak fokus, asal-asalan.

Kami bukan hanya curhat-curhatan mengenai tulis-menulis, melainkan juga soal pekerjaan rumah tangga yang mirip-mirip: setrikaan menggunung, anak-anak yang belum mau tidur, dan terakhir tentang penyakit magh yang muncul gara-gara telat makan. Apa pun itu, saya merasa punya teman sekalipun hanya berkomunikasi melalui inbox facebook dan blog. Luar biasa, kekuatan media sosial untuk menyatukan kami.

Inbox FB hari Senin kemarin, salah satu bukti kedekatan saya 
dengan Shabrina Ws ;-)

Thank you, Shabrina Ws, atas hangatnya persahabatan yang kausajikan, bak secangkir kopi Emera di Timor Leste ;-)





13 comments:

  1. oh itu tokh yg namanya mb sabrina aduhai ibu2 yang maish muda yah.... hihihi...

    wah persahabatnnya ternyata sama mba leyla... moga langgeng dunia akhirat aamiin :)

    utk GAnya moga sukses mb

    ReplyDelete
  2. wow, baru tahu persahabatan kalian setelah baca ini. Indahnya persahabatan tulus yah , Mba ELa. yang ga lekang terproses alam...

    ReplyDelete
  3. MAnis sekali. Barakallah moga2 langgeng :)
    Moga menang yaa :)

    ReplyDelete
  4. Makasih Mbak. Aduh jadi terharu. sampai gak ngerti mo nulis apa.
    Hiyaa itu inbox kita banget ibu2 yg balapan aa strikaan :D
    Semoga menang ya. Aamiin.
    :)

    ReplyDelete
  5. Persahabatan yang manis ya mbak, semoga abadi :)

    Mbak Eni itu baikkkk banget, udah ngerasain baiknya mbak Eni :)

    ReplyDelete
  6. Iyaaa... Mbak Leyla dan Mbak Eni sama-sama baik.
    Kalian luar biasa (nada Sule ^^)
    Semoga menang mbak, persahabatan yg indah ^^

    ReplyDelete
  7. senangnya punya sahabat ya mbak...:)

    ReplyDelete
  8. Persahabatan yang manis.. :)

    Sukses GA-nya ya Mba.. :D

    ReplyDelete
  9. Seru persahabatannya, sama-sama penulis.. Keren ^^

    ReplyDelete
  10. Semoga persahabtannya langgeng terus ya...

    ReplyDelete
  11. Selamat Mbak Leyla, artikel ini sebagai pemenang di GA kami..

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...