Wednesday, October 2, 2013

Apresiasi untuk Frankfurt to Jakarta

Apresiasi itu melegakan... seperti ketika buku saya dibeli oleh Nia Ramadhani, eh maksudnya Riawani Elyta, penulis yang wajahnya konon mirip Nia Ramadhani, dan dikomentari se-panjang ini oleh Hairi Yanti (Blogger):


"Abis selesai baca Frankfurt to Jakarta. Sukaaaa banget ama novel ini.
Saya diserbu rasa penasaran di tiap lembar halamannya. Penasaran apa hubungan antara Rianda dan Andini. Setelah mengetahui ada seorang pria yang bernama Fedi yang menghubungkan mereka, saya penasaran kenapa kok bisa Fedi yang sudah melamar Rianda malah menikah dengan Andini?

Penasaran dengan pernikahan yang dijalani Andini dan Fedi. Kemudian penasaran saat Fedi dan Rianda bertemu kembali. Penasaran bagaimana tanggapan Andini terhadap Rianda dan semua yang terjadi di novel ini bikin penasaran melulu. Saya terjerat masuk dalam kehidupan Fedi, Andini dan Rianda.


Tidak berlebihan kalau di covernya tertulis 'Sebuah Novel Inspiratif' karena ada beberapa hal yang menginspirasi saya setelah membacanya

Suka semangat Rianda untuk move on dengan kata-katanya : Aku patut untuk disanjung, bukan untuk dicampakkan.

Membaca novel ini juga membuat saya ternganga akan kenyataan kalau memang benar pria itu lebih memikirkan logika daripada perasaan. Beda banget deh sama wanita. Heuheu... Suka dengan kata-kata Fedi yang ini : Kau punya dunia yang tak bisa kujangkau, dan aku punya harapan yang mungkin tak bisa kaupenuhi.
 
Ini novel duet, dan ada perbedaan PoV. Bagian yang bercerita tentang Andini memakai PoV orang ketiga. Yang Rianda pakai PoV orang pertama. Seingat saya baru sekali ini menemukan novel dengan beda PoV kayak gini. Tapi tetap asyik kok novelnya buat diikuti."
Frankfurt to Jakarta di tangan Hairi Yanti
 
Riawani Elyta dan Frankfurt to Jakarta

12 comments:

  1. Aku lagi baca mbak nanti aku review ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah.. makasih Mbak Lidyaaa. Semoga suka yaa :-)

      Delete
  2. Jd penasaran :). Iya ya mirip sama nia ramadhani :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.. konon katanya memang mirip, mba :-)

      Delete
  3. Saya belum pernah membaca dan memiliki Bukunya Mbk, doakan saja saya bisa cepat membuat reviewnya nantinya.

    Makasih kisah inspiratifnya Mbk.

    Salam persahabatan dari Kota Jember.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaaamiiin...
      salam jg dari bogor ya mas imam :-)

      Delete
  4. Aku belum sempat baca mbak... Masih ribet ama urusan kantor
    Insya Allah kalo aku udah kelar baca, akan aku buatkan resensinya juga.
    Doakan aja mbak.. :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...