Tuesday, October 21, 2014

Roti Maryam, Makanan Kesukaan Farah "Dag, Dig, Dugderan."

Roti Maryam
Sumber gambar: Roti Maryam

Dua jam kemudian, roti maryam yang bentuknya mirip obat nyamuk bakar itu pun matang. Ummi menyisihkan tiga keping roti maryam beserta semangkuk kecil gula halus, berniat memberikan kejutan untuk Farah yang sudah lama mendekam di dalam kamar untuk belajar Matematika. Pelan, diketuknya pintu, ternyata tidak dikunci. Ummi masuk ke dalam kamar Farah dengan senyum semringah. Farah sedang mengerjakan latihan-latihan soal Matematika dengan tekun.

“Nah, ini dia pelurunya, dimakan dulu ya, Nduk….” Ummi meletakkan piring roti maryam di sebelah Farah.
Farah membelalakkan mata. Roti kesukaannya!
“Ah, Ummi….”
“Lho, kenapa?”
“Ummi menggoda saja…..” Farah menutup mata. Agaknya gula darahnya sudah terjun drastis karena belum ada glukosa yang masuk ke saluran pencernaannya. Dia sengaja berdiet, dan Ummi malah menggodanya dengan roti maryam yang bau menteganya menerbitkan air liur. Cacing-cacing di perutnya ikut bernyanyi keroncong, berteriak-teriak dengan irama tak beraturan dan membisingkan telinga.
“Perutmu bunyi to, Nduk?” tanya Ummi lagi.
Farah mengangguk.  

Hiyaaaa... membaca ulang novel Dag, Dig, Dugderan pas adegan Roti Maryam, saja jadi kangen sama makanan ituh. Adegan di atas ada di dalam novel terbaru saya lho. Inspirasi memasukkan Roti Maryam sebagai salah satu makanan kesukaan Farah (tokoh utama berdarah Arab), datang dari makanan yang pernah beberapa kali dibawakan oleh suami setiap pulang kantor. Enak banget rotinya, bentuknya seperti obat nyamuk. Tidak begitu manis, tapi renyah. 
Sayang, sekarang tukang rotinya udah nggak ada, kata suami. Entah ke mana. Harganya satu keping Rp 4.000,- tapi ukurannya besar. Makan satu aja udah kenyang karena adonanannya juga padat. Ada resep untuk membuatnya, tapi masih males mencoba. Saya lebih sering gagal masak kue, mending makannya aja deh. Jiyaaah.... 
Aduuuh... kangen banget nih sama Roti Maryam. Mudah-mudahan bisa ketemu lagi. Atau ada yang mau ngirimin ke rumah saya? :D

Tersedia di toko buku, Rp 43.000,-









3 comments:

  1. Belum pernah makan roti inih. Hunting resepnya aaaah... :)

    ReplyDelete
  2. aku belum pernah makan roti maryam mbak

    ReplyDelete
  3. Aku juga suka roti maryam mbak dan kemarin aku lihat buku mbak leyla hana di gramedia, keren..:)

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...