Wednesday, June 8, 2016

Pak Ustadz, Mengapa Harus Bercerai?

Assalamu'alaikum. Hari ketiga Ramadhan, dan saya harus membaca sebuah berita infotainment yang menyentak dada. Seorang ustadz muda (usianya sama dengan suami saya), melayangkan gugatan cerai kepada istrinya yang pernah menjadi pemain sinetron. Pernikahan baru berlangsung 5 tahunan, sejak tahun 2011, dan sudah dikaruniai 5 orang anak. Dalam sebuah pemberitaan bahkan disebutkan sang istri tak dapat menemani suaminya berdakwah karena setiap tahun melahirkan. Masya Allah! Luar biasa! 


Bagi saya, seorang wanita yang rela berjihad setiap tahun melahirkan seorang anak itu sungguh mengagumkan. Terlebih suami sibuk di luar rumah dalam rangka berdakwah. Sebagaimana yang kita ketahui, seorang ustadz dengan jam terbang tinggi, pastilah diundang ke mana-mana. Tak hanya seputaran Jakarta, tetapi juga luar Jakarta. Bahkan hingga ke luar negeri. Saya juga memperhatikan akun medsos Pak Ustadz yang rupanya juga menjadi Ustadz pembimbing Umrah di sebuah agen perjalanan Haji dan Umrah. Itu artinya, Pak Ustadz sering umrah meninggalkan istri dan kelima anaknya yang masih bayi dan balita. 

Lalu, mengapa tiba-tiba Pak Ustadz melayangkan gugatan cerai? Dalam sebuah pemberitaan pula, disebutkan bahwa Pak Ustadz sudah memikirkan soal perceraian itu sejak dua tahun sebelumnya. Penyebab perceraian tidak disebutkan karena ingin menjaga aib. Yang pasti, menurut pengadilan, ada perselisihan yang tidak bisa diselesaikan di antara keduanya. Saya sendiri penasaran perselisihan apa yang membuat Pak Ustadz melayangkan gugatan cerai? Usia pernikahan 5 tahun itu belum seberapa dibandingkan pasangan lain yang sudah merayakan ulang tahun emas pernikahan. Setiap pernikahan pasti ada ujiannya. Tidak mungkin lurus-lurus saja. Pernikahan saya dibandingkan Pak Ustadz lebih lama pernikahan saya, karena saya menikah tahun 2006. Tapi, tentu saja saya tidak mau menyamakan kondisi rumah tangga setiap pasangan. Masalah yang saya hadapi dalam rumah tangga saya bisa jadi hanya kecil saja dibandingkan masalah yang dihadapi oleh pasangan yang bercerai. Termasuk masalah yang dihadapi oleh Pak Ustadz.

Saya membayangkan dengan usia pernikahan yang baru sekitar 5 tahun dan jumlah anak sudah 5, pastilah sangat pusing. Dari hasil baca-baca di media, pernikahan dilakukan dengan jalan taaruf selama 6 bulan. Itu artinya, diperlukan proses pengenalan yang lebih mendalam. Ditambah pula dengan kehadiran anak yang berturut-turut. Anak-anak itu ujian. Al Quran juga menyebutkan bahwa anak dan istri itu adalah ujian. "Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu hanyalah sebagian cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS: Al Anfaal: 28). Saya pun merasakan saat anak masih kecil-kecil, sulit untuk menahan emosi dan seringkali suami menjadi sasaran. Syukurlah, suami saya orangnya sabar. Walaupun istrinya suka cerewet kalau sedang kesal dengan anak-anak, suami masih bertahan hidup dengan saya. Anak-anak dengan segala tingkah polahnya adalah ujian bagi kedua orangtua, jadi orangtua harus siap menghadapinya. 

Begitu juga dengan pasangan kita, yang berubah setelah memiliki anak. Itu pun ujian. Yang tadinya baik dan lembut, tiba-tiba menjadi pemarah karena pusing menghadapi anak-anak. Jangankan kita yang hanya manusia biasa, Nabi dan Rasul pun pernah diuji dalam urusan anak dan istri. Nabi Nuh dan Luth memiliki istri-istri yang pembangkang. Jangankan istri Ustadz, istri Nabi saja ada kok yang membangkang. Istri Nabi Luth membocorkan rahasia mengenai keberadaan pemuda-pemuda tampan di rumahnya, yang mengakibatkan kaum Sodom menyerbu rumah Nabi Luth. Istri Nabi Nuh tidak mau diajak naik ke perahu dan tidak percaya bahwa sebentar lagi Allah mengazab kampung mereka dengan banjir bandang. Kedua istri tersebut adalah istri NABI, yang mana tingkat keimanannya mestinya lebih tinggi dari manusia kebanyakan. 

Dari pihak istri, ada Asiah, istri Firaun, yang juga ditakdirkan hidup berdampingan dengan orang yang mendurhakai Allah bahkan mengaku Tuhan. Menakjubkan, karena Asiah tetap taat kepada Allah meskipun teman hidupnya seorang yang kafir. Lalu, bagaimana jika ditakdirkan memiliki pasangan hidup yang durhaka? Tentu saja perceraian diperbolehkan. Akan tetapi, Allah tidak suka dengan perceraian jika itu dibuat-buat atau disengaja dengan mencari-cari kesalahan dari pasangan hidup kita. "Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita, Allah telah melebihkan sebahagian mereka dan mereka telah menafkahkan sebahagian harta mereka. Sebab itu, maka wanita yang salih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah tempat tidurnya, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS: An Nisa: 34). 

Para suami sebaiknya tidak menyusahkan istri dan mencari-cari kesalahan istri. Kalaupun ada kesalahan, maka nasihatilah istri dengan baik, pisahkan tempat tidurnya, dan pukullah. Hal itu dilakukan secara bertahap. Yang pertama, dinasihati. Kalau belum menurut, dipisahkan tempat tidurnya. Kalau masih belum menurut, maka boleh dipukul. Pemukulan terhadap istri ini bukan berarti menyiksa. Contohnya pada kasus Nabi Ayub ketika istrinya meninggalkannya saat Nabi Ayub bangkrut dan berpenyakitan. Istrinya kembali lagi kepada Nabi Ayub setelah Nabi Ayub sembuh. Nabi Ayub memukul istrinya menggunakan 100 batang jerami. Pernah memegang jerami? Jerami itu lebih lembut daripada sapu ijuk. Jadi, memukulnya tidak terasa sakit, hanya sebagai "hukuman" karena sudah membangkang.

Bagaimana dengan diceraikan? Nabi Muhammad SAW pun pernah mengancam menceraikan istri-istrinya ketika mereka meminta tambahan harta. Nabi Muhammad tidak dapat memenuhinya bukan karena tidak bisa, lho. Saat itu, Nabi Muhammad adalah pemimpin agama dan negara, mana mungkin tidak punya harta. Tetapi, beliau ingin mengajarkan istri-istrinya agar hidup sederhana. Beliau tidak mau istri-istrinya bermewah-mewahan dan berfokus pada harta. Sehingga beliau tidak mau memenuhi permintaan istri-istrinya dalam hal harta. Rasulullah pun meminta istrinya memilih, pilih harta atau suami? Kalau pilih harta, maka beliau akan menceraikan istri-istrinya. Ternyata, istri-istrinya memilih Nabi dan kasus pun selesai. Tidak ada perceraian. 

Tentunya, seorang Ustadz lebih fasih dalam beragama. Saya mah apa atuhlah, saya tidak pernah kuliah di lembaga agama tertentu. Jadi, bukanlah tempatnya saya menasihati seorang Ustadz. Sebagai penonton, saya hanya berharap semoga dapat diambil jalan yang baik demi kemaslahatan bersama. Pikirkanlah kelima orang anak yang masih kecil-kecil, apalagi katanya sang istri tidak mau bercerai dan bertekad mempertahankan rumah tangga. Dengan tekad itu, barangkali bisa diperoleh perdamaian dengan masing-masing mau mengalahkan egonya. Semoga bulan Ramadhan yang mulia ini tidak dinodai oleh hal-hal yang dapat mengundang kemarahan Allah, salah satunya: Perceraian. Bukankah sebelum menikah sudah dipikirkan masak-masak mengapa memilih dia?

Untuk teman-teman yang sedang menjalankan puasa dan mau mengisi waktu berbuka dengan hal bermanfaat, silakan baca buku saya ini ya. Sudah ada di seluruh toko buku di Indonesia dengan harga Rp 59.000. Semoga Allah menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini. Aamiin....





22 comments:

  1. Ustadz siapa ini mba? Maklum ga liat infotemen hehehe..

    ReplyDelete
  2. wah aku jg ga nyimak inpotainmen. ikut prihatin :(

    ReplyDelete
  3. Mbae oo siapa diaaa? Aku kudet dan kepo.. Untung lagi ga puasa. Melipir dulu buka infotemen. Wkwk..
    Saya cuma bisa ngelus2 dada aja mba..
    Mau komen panjang tapi ugh jadi inget mantan. Hihi..
    Yang pasti si ustadz belom baca bukunya mba nih.. Hmmm..

    ReplyDelete
  4. Baru semalem baca beritanya di online, tadi siang liat di infotainment. Bingung juga gimana komennya. Yang jadi pertanyaanku, udah dipikirin selama dua tahun tapi selama dua tahun itu juga tetap menghasilkan anak. Nah itu gimana ya?

    ReplyDelete
  5. Wah kudet nih aku, jarang nonton TV. Semoga apa yg terjadi selanjutnya adalah yg terbaik bagi kedua nya.

    ReplyDelete
  6. Ya Allah, kasian ya anknya. Ga sanggup byanginnya

    ReplyDelete
  7. Trus dari istri nabi itu, Hafsah pernah dicerai kan? Zaid juga cerai sama Zainab hanya karena Zainab merasa Zaid ngga sekufu sama dirinya. Padahal keimanan mereka berempat jangan ditanya lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hafsah tidak jadi dicerai. Zainab & Zaid bercerai tidak lama setelah menikah & belum dikaruniai anak.

      Delete
  8. ustad ZM yah Mba? sepertinya sejak setahun lalu berita ia akan menceraikan istrinya :(
    semoga istrinya diberi ketabahan, amin..

    ReplyDelete
  9. Wah, saya baru tau beritanya nih mba.. *saya kudet eh

    Btw betul tu, 2 tahun lalu udah mikirin cerai tapi masih produksi anak aja. Tega amat, nggak cuma sm istri tapi sm anak2nya juga. Nggak kebayang, 5 tahun pernikahan rutinitasnya hamil-melahirkan-jaga anak. Itu jihad bangeeeeeet.

    Mudah2n pak ustadz, entah bagaimana, baca tulisan mba Leyla Hana ini..

    ReplyDelete
  10. Aku langsung googling donk abis baca post ini.. cukup dg keysearch "ustad cerai" langsung muncul jawabannya, haha.

    Agak aneh emang kasusnya ustadz ini ya mbak? Tapi apalah aku yg cuma penikmat hiburan, gak ngerti masalah sebenarnya. Moga aja bukan sensasi belaka, mengingat ustadz ini adalah ukuter, ustadz kurang terkenal, heheheh

    ReplyDelete
  11. Sebelum baca blogpost Mbak Ela nih aku gak tau siapa ustadnya, trus malah jadi penasaran siapa gerangan.
    Sekarang udah kejawab sih siapa dianya, hasil nanya ke google. Semoga rumah tangga mereka baik-baik saja ya Mbak.

    ReplyDelete
  12. ooohhh.......

    jadi sebagai sesama muslimah apa yang bisa kita lakukan untuk si istri? dukungan moral? dengan hashtag?

    ReplyDelete
  13. Baru denger beritanya, kudet banget ya aku...hehe

    ReplyDelete
  14. Mudah-mudahan diberikan jalan keluar yang terbaik,dan sebagai pembelajaran juga buat saya.

    ReplyDelete
  15. Mudah-mudahan diberikan jalan keluar yang terbaik,dan sebagai pembelajaran juga buat saya.

    ReplyDelete
  16. karena penasaran, saya langsung googling mba leyla hehe...
    semoga ada jalan keluar yang baik buat mereka, sehingga tidak jadi bercerai, kebayang anak2nya pasti masih kecil2

    ReplyDelete
  17. ya salam, usia pernikahannya sama kayak aku mba, tapi aku hamil tiga 3 aja rontok badan mba (satu keguguran,dua lahir selamat). Duh gimana lima kali , turun mesin deh. sdh gitu diberi ASI gak sih???????? Aku aja masih ibu ASI penuh perjuangan. Nambah anak boleh tapi hak nya juga diberikan. atau anak banyak tapi lihat juga istrinya apa orang atau kucing yang beranak pinak terus. Maaf kaka leyla jadi terbawa nasi *eh lagi puasa masuknya es moci *hadeeuh otak ngebul nih :)

    ReplyDelete
  18. Nyesek nonton beritanya yg sekilas itu sy tonton mb eee, ntahlah ustadz yg ngartis itu cobaannya buanyaaak. Saya pilih matikan tipi. Semoga istrinya diberi ketabahan, dan pak ustadz semoga segera dapat keputusan yg terbaik.

    ReplyDelete
  19. Ustadz sekarang tak sedikit yang merambah wilayah yang buakn wilayahnya, seperti wilayah artis.
    Artis adalah wilayah yang manusianya selalu melakukan peryaan, semantara wilayah ustadz semestinya wilayah sederhana.

    ReplyDelete
  20. yang seharusnya jadi tauladan yang baik malah seperti itu...semoga semuanya bisa menerima apa yang terjadi

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...