Wednesday, March 15, 2017

Quilt Workshop di Museum Tekstil



Assalamualaikum. Saat melihat mesin jahit, ingatan saya langsung melayang ke almarhumah Mamah. Semasa hidupnya, Mama saya juga seorang penjahit. Keterampilan menjahit itu sangat penting untuk menopang perekonomian keluarga kami dulu.


Sebagai anak, enaknya punya mama seorang penjahit itu bisa punya banyak baju baru. Mama sering membuat baju dari sisa-sisa bahan. Setelah Mama meninggal, terasa sekali kehilangannya, terutama karena kami sudah tidak lagi mudah mendapatkan baju baru. Kalau mau baju baru ya harus beli.

Sebenarnya saya sudah banyak belajar menjahit dari Mama. Dulu saya sering membuat baju-baju untuk boneka. Saya juga pernah membuat selimut dari kain perca. Menjahit itu memang membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan ketelatenan. Hasil jahitan saya kurang sempurna karena suka terburu-buru.

Setelah punya anak, rasanya saya ingin bisa menjahit lagi terutama supaya bisa menjahit pakaian anak-anak yang sobek. Biasanya saya jahit pakai tangan, tapi kurang kuat karena nanti sobek lagi. Di workshop Quilt yang diadakan Kriya Indonesia pada tanggal 5 Maret 2017 lalu, saya kepincut dengan mesin jahit Brother yang enak banget dipakainya.

Sebelum acara dimulai, kami registrasi dulu dan makan siang. Menu makan siangnya tradisional banget, lontong pecel. Lagi-lagi mengingatkan saya pada almarhumah Mama yang semasa hidupnya suka makan pecel. Pecelnya juga mantap, enak. 



Di sela makan, Mbak Dyah Woro, tim dari Kriya Indonesia memberikan kain batik dan putih yang nantinya akan kami jahit menjadi sarung bantal. Sarung bantalnya juga bisa dibawa pulang. 

Oya, lokasi acara ini juga di Museum Tekstil, yang dekat dengan Pasar Tanah Abang. Sepanjang jalan tadi cukup padat dan sesak, namanya juga Tanah Abang. Saya ingat dulu sering menemani Mama belanja kain dan peralatan menjahit lainnya di Tanah Abang. Untuk anak kecil ya sangat menyiksa. Perjalanan jauh dan harus berdesakan dengan orang lain yang juga mau belanja.


Ibu-ibu yang punya anak kecil pasti juga repot kalau mau belanja kain di pasar. Untungnya sekarang ada toko kain online, yaitu Textilezy. Belanja kain dari rumah saja, yang penting terhubung dengan internet. Textilezy ini pionir tekstil online pertama di Indonesia yang modern, bersistem, dan berintegritas. 

Kita tinggal pesan kain di Textilezy, tidak usah jauh-jauh ke Tanah Abang dan berdesakan. Terutama untuk ibu-ibu yang masih punya anak kecil. Jenis kain yang dijual juga lengkap, ada Holden Rami, Balotelli, Bubble Crepe, Premium Crepe, dan lain-lain. 

Selesai makan dan salat, kami langsung mulai menjahit dengan mesin jahit yang bergantian. Kami akan menjahit sarung bantal quilt yang lainnya sudah dipotongkan oleh panitia. Jadi tinggal jahit saja. Eh tapi ternyata tetap harus teliti lho.


Penasaran nggak sih apa itu Quilt? Saya sendiri baru tahu namanya. Mama saya dulu hanya menjahit pakaian. Quilt itu lembaran kain yang memiliki tiga lapisan, atas, bawah, dan tengah. Lapisan tengah berisi busa pelapis yang disebut batting. Lapisan bawah disebut backing. Lapisan atas dibuat dari potongan-potongan kain perca dengan ukuran besar. Untuk menyatukan lapisan atas dan tengah dengan cara disetrika sampai lengket. 

Ketiganya dijahit dengan tangan atau mesin dan menghasilkan pola tertentu sesuai disainnya. Proses menjahitnya ini harus teliti karena menyatukan potongan-potongan kain dengan desain tertentu. Jangan sampai disainnya jadi rusak karena salah menyatukan. 

Senangnya, kami menjahit menggunakan mesin jahit Brother GS 2500. Penampilannya cakep, cara menggunakannya juga mudah. Cocok deh untuk para pemula maupun profesional. Anti gagal. 

Apa saja kelebihan dari mesin jahit Brother GS 2500? 

  1. Punya 25 Jenis Jahitan. Kita bisa memilih mau menjahit dengan teknik apa. Ada jahitan lurus, ada juga yang bergelombang supaya jahitannya lebih unik dan menarik. 
  2. Memiliki sistem 4 lubang kancing. Tinggal diganti saja sepatunya, maka kita bisa membuat lubang kancing yang sesuai keinginan. 
  3. Mudah memasang sepatu. Biasanya yang susah itu memasang sepatu ke mesin jahit. Dulu saya pernah merasakan susahnya memasang sepatu ke mesin jahit Mama. Kalau salah meletakkannya, alamat jahitan nggak bagus. Pada mesin jahit Brother ini, pemasangan sepatunya hanya tinggal menekan bagian atas sepatu. 
  4. Hemat listrik. Yang paling penting itu memang listriknya, berhubung di rumah saya cuma 900 Watt. Eh mesin jahit ini hanya butuh 51 Watt. Nggak takut tagihan listrik membengkak kan.
  5. Mudah mengatur jahitan, karena ada 6 baris gigi yang bisa diatur. Panjang jahitannya juga bisa sampai 4 cm.
  6. Built-in free Arm. Nggak usah takut jahitannya mencong-mencong karena walaupun tidak dipegang tangan, jahitan akan tetap lurus. 
  7. Pada mesinnya sudah ada pisau pemotong benang. Jadi kalau sudah selesai menjahit, tinggal dipotong dengan pisau yang ada di mesin itu. Nggak perlu nyari gunting lagi. Gunting itu termasuk benda yang sering hilang kan. Bikin repot deh kalau pusing mencari-cari gunting. 
Alhamdulillah, akhirnya saya berhasil membuat sarung bantal. Saya jadi ingin punya mesin jahitnya. Investasi yang menguntungkan. Kalau punya mesin jahit, nggak perlu belanja baju lagi. Tinggal belanja kain di Textilezy. 


Harga mesin jahit Brother GS 2500 ini kurang lebih Rp 1,9 juta. Bisa dibeli di Service Jaya Supply, www.servicejayasupply.com dan diantar sampai ke rumah. Saya sudah ada rencana membelinya. Insya Allah. 



13 comments:

  1. Pernah nyobain pake mesin jahit brother...duh enakeun banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memaang.. sampai sekarang masih bermimpi punya nih.

      Delete
  2. Istri saya termasuk yang sering membeli kain, terutama untuk membuat pakaian acara-acara khusus seperti kondangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kondangan memang lebih enak pakai baju bikinan sendiri.

      Delete
  3. Dulu saat mama menjahit suara mesinya berisik, tp kemarin coba mesin jahit Brother suaranya sangat halus n mudah digunakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya suara mesin jahit dulu berisik. Yang ini suaranya enak didengar.

      Delete
  4. Eh lah kok aku salah fokus sama pecelnya..haha

    ReplyDelete
  5. Dulu emak juga penjahit Mbak, sering juga dibikinin baju warna warni sisa kain perca. :)

    Pingin juga beli mesin jahitnya Mbak. Lebih mudah dan lengkap dibanding mesin biasa ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya enak ya kalau bisa jahit sendiri. Saya juga mau beli mesin jahitnya.

      Delete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...