Sunday, March 12, 2017

Wanita Harus Kuat dan Mandiri, Tapi.....


Assalamualaikum. Tiba-tiba di lini masa Facebook saya membaca skrinsyut tweet Ustaz Felix Siauw yang dikritisi karena isinya seolah mengejek wanita yang mandiri. Saya tidak mau langsung ikut mengejek. Sebagaimana biasanya, saya cari tahu dulu dong seperti apa isi keseluruhan dari tweetnya tersebut. 



Sekarang ini zaman fitnah, terutama fitnah terhadap ulama. Kalimat atau ucapan ulama disebarkan sepotong-potong, terutama yang tidak disukai hati para pendengki.  Kalau ilmu agama kita masih cetek, apalagi belum melebihi ulama, jangan terburu nafsu menyebarkan ketidaksukaan. Yang ada malah fitnah & kelak kita akan ikut menanggung dosanya. Apalagi ditambah opini pribadi yang didasari oleh ketidaksukaan. 

Banyak ayat-ayat Allah yang bisa jadi tidak kita sukai. Kita diberikan otak untuk berpikir, tapi malah digunakan untuk membantah ayat-ayat tersebut. Mirip seperti orang Bani Israil ketika disuruh mencari seekor sapi betina. Terlalu banyak pertanyaan membuat mereka makin kesulitan mencari sapi yang dimaksud. Padahal awalnya cuma disuruh mencari seekor sapi betina. Saking pintarnya Bani Israil, nanya terus, akhirnya malah susah sendiri. Cerita selanjutnya baca di surat Al Baqarah, kalau mau baca. 

Jadi, tweet Felix Siauw itu tentang apa? Akhirnya saya carilah di twitternya, ternyata sulit mencari akun Felix Siauw yang benar. Banyak kloningannya. Saya googling, baru deh ketemu rangkuman tweetnya yang rupanya panjang, tapi cuma diskrinsyut satu tweet saja. Bahkan sudah ada link berita yang memuat klarifikasi dari Felix Siauw. Bahwa maksud tweetnya tidak begitu. 

Wuih, serem ya zaman medsos ini. Main skrinsyut, main sebar, main bully. Dan berani pula membully orang yang ilmunya lebih tinggi.  Membaca satu tweet di atas itu pasti semua wanita akan langsung mendidih, marah. Jadi salah dong menjadi wanita yang mandiri? Kenapa wanita selalu salah sih? Lebih enak jadi wanita manja, gitu? Mandiri salah, manja salah. Buktinya, Syahrini aja belum ada yang melamar padahal dia manja. Apa benar lelaki tidak suka wanita mandiri?

Saya di belakang mereka! 😂

Saya sendiri bukan wanita yang terlalu mandiri, walaupun dulu pernah kuliah jauh dari keluarga, pas kerja juga berpisah dengan keluarga. Tetap saja saya tidak bisa terlalu mandiri. Saya takut bepergian sendiri, selalu minta ditemani. Setelah menikah, saya selalu minta ditemani suami ke mana-mana sampai suami bilang, 

"Mama belajar mandiri, dong. Aku kan nggak bisa selalu nemenin."

Tuh, malah suami saya menyuruh saya mandiri. Tapi, mandiri yang bagaimana? Kembali lagi ke tweet Felix Siauw. Setelah saya telusuri ternyata itu tweet dari tahun 2013 dan sudah pernah heboh. Lalu sudah ada berita klarifikasinya hasil wawancara Tempo dengan Felix Siauw. Kenapa sekarang diangkat lagi? Ya itulah.... Ada orang-orang yang berkepentingan sengaja menghangatkannya kembali untuk menjatuhkan ulama-ulama. 


Klarifikasi Felix Siauw di Tempo online bisa dibaca di sini: Islam tidak Melarang Wanita Mandiri.  

Sudah bisa menangkap penjelasan Felix Siauw? Kalau sudah mah, saya tidak usah kasih opini-opini lagi. Ha-ha-ha... Minggu lalu, di hari Minggu, hari malas-malasan, suami saya malah kebalikannya. Dia sibuk bersihin rumah sampai kulkas jadi kinclong dan cucian piring yang menumpuk pun lenyap. Saya iseng komen, komen sambil mainan hape di tempat tidur.

"Tumben Ayah rajin amat sih?"

Suami jawab, "Kalau istrinya rajin ya gak bakal begini."

Jiakakakak.... Sengaja memang saya nggak rajin, kan saya sudah rajin dari Senin-Sabtu. Boleh dong leha-leha di hari Minggu. Karena pekerjaan rumah tangga bukan hanya di tangan istri. Coba bayangkan kalau istri terlalu mandiri. Sama sekali tidak butuh bantuan suami. Terlebih bila istri memiliki sumber penghasilan sendiri (istri bekerja).

Saking mandirinya istri, semua pengeluaran rumah tangga, istri yang bayar. Ada yang begitu? Ada. Alhasil, suami merasa tidak dibutuhkan oleh istri. Suami merasa istrinya sudah mandiri, tidak perlu dibantu. Suami jadi ongkang-ongkang kaki? Ada. Suami jadi selingkuh? Ada. Suami sudah tidak perlu kasih nafkah ke istri, jadi uangnya buat siapa? Buat selingkuhan.

Eh, tapi ada juga kok ibu rumah tangga yang tidak bekerja tapi diselingkuhi suaminya. Itu lain soal, beda kasus. Lain kali dibahas kalau ingat dan sempat. Yang saya angkat adalah kasus suami selingkuh karena istri terlalu mandiri.

Jadi salah istri karena terlalu mandiri? Ya tidak. Saya sendiri juga punya penghasilan, tidak selalu minta ke suami. Tapi bukan berarti saya mengambil tanggung jawab suami. Setiap bulan, suami tetap kasih uang belanja. Bayar listrik, SPP anak-anak, bahkan uang sampah pun suami yang bayar. Terus, uang saya buat apa dong?

Kan tidak selalu suami berkecukupan. Kalau suami sedang kurang, ya dibantu. Nombokin uang belanja, beli seragam anak-anak, nraktir keluarga makan di resto, bantu orangtua dan mertua, sedekah, beli keperluan pribadi, dll. Uang saya terpakai juga, tapi bukan menggantikan uang suami.

Di rumah, saya biasa angkat galon air sendiri, pasang gas sendiri, jika suami tidak ada. Kalau suami ada, ya saya minta tolong ke suami. Antar jemput anak pun begitu. Suami mengantar anak ke sekolah, saya yang menjemput. Pokoknya dibagi dua lah. Saya bisa saja melakukan semuanya sendiri, tapi saya tidak mau. Suami juga harus mengambil peran. Itulah rumah tangga.

Jika suami berselingkuh karena istri terlalu mandiri, yang salah istrinya? Tidak. Tetap salah dua-duanya. Kenapa suami membiarkan istrinya terlalu mandiri? Sebagai laki-laki, harusnya tahu diri dong. Wajib cari nafkah, bukan bergantung pada istri. Wajib kasih uang ke istri walaupun tidak diminta. Suami istri wajib saling mendidik. Suami mendidik istri supaya tetap dalam fitrah (mandiri boleh, tapi jangan lupakan suami dan anak). Istri mendidik suami supaya tetap bertanggungjawab (minta uang dong ke suami, jangan nalangin terus. Sesekali minta bantuan ke suami angkat galon, walaupun bisa sendiri).

Intinya, kultweet Felix Siauw itu sebenarnya ingin menjelaskan keseimbangan dalam rumah tangga. Lelaki berperan sebagai suami dan ayah, wanita berperan sebagai istri dan ibu. Anak-anak pun bahagia. Begitu.

Baca juga: From Allah to Allah: Rejeki Milik Allah 

17 comments:

  1. sesuai dengan porsinya aja kali ya mba leyla.,

    ReplyDelete
  2. Wkwk...Syahrini wanita over mandiri, mb.mandiri secara financial, mandiri secara jiwa, dia kuat bgt jadi tulang punggung keluarganya.cuma gerakannya yg dibikin manja karena itu yang menjual

    Klo mnurutku sih, enjoy aja dengan karakter kita. Yang penting tidak menyimpang dari agama yang kita anut

    ReplyDelete
  3. Nyimak
    Wah pagi pagi dapat nasehat rumah tangga..makasi ya mba Leyla :)

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah mbak Leyla lengkap kultwitnya Felix Siauw. Iya saya baca di FB, banyak yg jadi panas. Tapi baca lagi itu penggalan kultwit, dan ternyata itu 2013. Mirisnya yg panas dan buat status sanggahan itu penulis yg saya hormati. Sayang sekali beliau tidak mencari terlebih dahulu tweet lengkapnya. Kan sayang sebagai penulis, mbok yaa bikin adem, bukan bikin panas. Makasih yaaa...Intinya sih, kita jalani aja keluarga kita seperti apa. Mandiri, gotong royong antar pasangan kan beda2 pelaksanaannya. Salam hangat dr Bandung ...

    ReplyDelete
  5. Itulah pentingnya tabayun ya, Mbak. Sayang banget sekarang di socmed,suka banyak yang langsung share tanpa dicerna dulu

    ReplyDelete
  6. Cewek yang mandirinya kebablasan malah bikin cowok ciut ya hegee

    ReplyDelete
  7. Aku mlh mo belajar mandiri terutama mandiri dibidang financial :), btw tapi jujur ngeri banget fitnah ke ulama dan islam srkarang ini

    ReplyDelete
  8. Sudah ada porsinya masing-masing ya Mba', yang penting jangan keluar dari kodrat ya.. :)

    ReplyDelete
  9. aku suka tulisan yang ini mbak. salam kenal ya :). kalo aku percaya bahwa gak ada orang yang seratus persen bisa mandiri dan kuat, either cowok or cewek. we still need help from others, karena kita makhluk sosial ( jadi ingat pelajaran PPKN ) hehe...

    ReplyDelete
  10. Eh, ada to, suami yang gak kasih nafkah lahir karena gak diminta? Harusnya ya gak perlu nunggu diminta. Begitu jadi suami, langsung kasih nafkah. Dan isteri kalau ketemu suami yang gak sadar kewajiban, harus minta..hihihi.

    ReplyDelete
  11. hmmm, mungkin karena itu adanya pernikahan. agar laki-laki dan perempuan bisa saling melengkapi satu sama lain. sesuai dengan peran dan fungsi nya masing masing

    ReplyDelete
  12. Keren euy tulisannya. Mbak ela mencerahkan.*kayak krim pemutih.xixixi

    ReplyDelete
  13. tulisan yang bagus, mbak. setuju banget, mandiri perlu tapi nggak ngambil porsi laki-laki. btw, bener juga ya, syahrini yang manja aja belum tentu udah dilamar hehe.

    ReplyDelete
  14. Saya lebih sering tidak percaya dengan apa yang ada di Medsos. Soalnya kebanyakan berisi fyitnah.

    ReplyDelete
  15. Baru tau kalo tweet sepotong itu dipermasalahkan lagi Mbak. Hoho. Padaha kalo dibaca secara utuh ya jelas banget maksudnya si Ustad mah. Gak perlu klarifikasi2an segala sebenernya. :))

    ReplyDelete
  16. Memang tweetnya Pak Ustadz kalau diambil sepotong-potong mah ya bakal susah dipahami, harus dibaca secara keseluruhan. BTw Mbak Leyla bisa ngangkat galon sendiri? Wah hebat euy.. aku cuma bisa nggelindingin aja. Udah belajar ngangkat tapi tekniknya tetep susah euy.

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...