Thursday, June 1, 2017

Masak Ayam Lebih Enak dan Sehat dengan Ayam Dingin Segar




Assalamualaikum, halo Bu Ibu... Hari ini mau buka puasa pakai apa? Pasti ibu-ibu sudah belanja sayur mayur dan daging-dagingan untuk buka puasa nanti. Sebagai ibu dan koki rumah tangga, urusan masak memasak itu memang sering membuat pusing kepala. Apalagi kalau kita tanya ke anak-anak dan suami, "mau makan apa hari ini?" Eh, mereka cuma jawab, "terserah." Paling enak sih walaupun dijawab terserah, begitu dimasakin, semua habis dilahap. Seringnya yang terjadi, kita sudah masak yang kira-kira mereka suka, ternyata mereka tidak mau memakannya. 


Itu salah satu sebab mengapa ibu-ibu mudah gemuk setelah menikah. Selain saat memasak, harus mencicipi masakannya, kita juga sering kali harus menghabiskan makanan yang kita masak daripada mubajir kan. Nah, untuk menghindari semakin melonjaknya berat badan, saya harus mengenali baik-baik makanan apa yang disukai oleh anak-anak dan keluarga. Ternyata, mereka itu lebih suka makan daging ayam daripada ikan.

Sepertinya masalah ini juga dialami oleh keluarga lain. Saya pernah belanja di tukang sayur, kemudian mendengar keluhan ibu-ibu yang pusing mau masak apa. "Masa sih tiap hari masak ayam. Ayam lagi... ayam lagi...." Wah, sama tuh Bu. Saya juga hampir bosan. Masa masak ayam terus? Kadang-kadang masak ikan juga sih, tapi sering tidak habis. Jadi, saya sering membeli daging ayam karena anak-anak dan suami lebih suka makan ayam daripada ikan. 

Supaya tidak bosan, ya saya harus memasaknya dengan resep yang berbeda-beda. Kalau digoreng saja, pasti bosan kan. Sebelum saya bagikan resep masakan ayam favorit di rumah saya, mau mau bagikan juga yang lebih penting dari hasil masakannya, yaitu: 

Kandungan Gizi Daging Ayam
Sebelum makan sesuatu, kita harus tahu kandungan gizi yang ada di makanan tersebut, termasuk ayam. Jangan hanya makan supaya kenyang. Untuk ibu-ibu yang punya anak-anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan seperti saya ini, sangat perlu mengetahui kandungan gizi di sebuah masakan sehingga bisa menjadi prioritas untuk diberikan kepada anak-anak. 


Dari ulasan di kompas.com, disebutkan bahwa menurut Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM), per 100 gram daging ayam broiler mengandung energi sebanyak 295 gram, 37 gram protein, dan 14, 7 gram lemak. Mengapa saya sebut ayam broiler dan bukan ayam kampung? Soalnya yang biasa dijual dan keluarga kami makan adalah ayam broiler. Ayam kampung hanya untuk hari-hari spesial seperti lebaran. Harga ayam kampung itu 2-3 kali lipat harga ayam broiler. Bisa pusing mamak memikirkan pengeluaran rumah tangga kalau beli ayam kampung terus.

Rumor yang beredar, ayam broiler itu berbahaya kalau dimakan terus menerus. Katanya karena ayam broiler disuntik menggunakan hormon pertumbuhan yang bisa menyebabkan kanker. Padahal, hormon pemacu pertumbuhan itu sudah dilarang di Indonesia, dengan surat edaran Direktur Kesehatan Hewan No. 329/XII-4-1-1983. Jadi, kalau ada tempat peternakan ayam yang masih menggunakan suntikan hormon itu sebaiknya dilaporkan saja ke pihak berwenang. 

Dengan demikian, insya allah tetap aman ya mengonsumsi ayam broiler. Yang membedakan dengan ayam kampung hanya kandungan lemaknya yang lebih banyak yang ada di bawah kulit. Jadi kulitnya jangan dimakan. Untuk beberapa resep masakan, seperti semur ayam dan sup ayam, saya mengukus daging ayam dulu sebelum dimasak. Nanti lemaknya ikut mengambang di air kukusan. Airnya itu dibuang.

Kandungan gizi ayam yang tinggi itu tentunya baik untuk kita, terutama anak-anak yang metabolisme tubuhnya sangat tinggi karena banyak bergerak. Dari informasi yang dibagikan oleh Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, disebutkan bahwa manfaat daging ayam diantaranya: 
  1. Sumber protein tinggi, bermanfaat untuk diet. Tahu kan sekarang ini sedang tenar diet keton, yaitu diet dengan membatasi atau meniadakan konsumsi karbohidrat dan menjadikan lemak sebagai sumber energi. Selama ini kan kita tahunya karbohidrat itu sebagai sumber energi. Nah, orang yang melakukan diet keton ini menjadikan lemak sebagai sumber energi, sehingga mereka tidak makan atau mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat. Lalu, mereka makan apa? Ya, mereka hanya makan daging berlemak, seperti ayam dan  kulitnya. Berdasarkan testimoni, sudah banyak yang berhasil menurunkan berat badan dengan diet keton ini. 
  2. Sumber mineral dan vitamin. Daging ayam ternyata juga memiliki kandungan mineral dan vitamin, yaitu vitamin A, B, dan D yang fungsinya sudah kita ketahui bermanfaat untuk tubuh. 
  3. Mengontrol Berat Badan, dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan memperbanyak makan ayam.
  4. Mengurangi Kolesterol, dengan mengganti konsumsi daging merah dengan ayam. 
  5. Mengobati Flu. Orang dulu bilang, memakan sup ayam bisa mengurangi flu. Dicoba saja di rumah.

Beli Ayam di Mana?
Ada 3 tempat saya membeli ayam, yaitu: tukang sayur, tempat pemotongan ayam, dan supermarket. Kalau sedang malas jauh-jauh, saya belinya di tukang sayur karena tinggal jalan kaki ke depan rumah. Harganya sedikit lebih mahal, namanya juga cari untung. Biasanya di tukang sayur itu saya bisa beli seperempat, setengah, atau satu kilogram. Tergantung kebutuhannya. 

Dulu saya tidak memperhatikan soal kualitas ayam yang dijual tukang sayur. Saking susahnya mencari tukang sayur di sekitar rumah saya, saya beli saja yang tersedia. Saya juga tidak bisa memilih daging ayamnya. Pokoknya yang ada saja. Ternyata, sampai di rumah sudah bau dan warnanya biru. Sebenarnya pas di tukang sayur juga bisa dikenali ya kondisinya apakah masih layak atau tidak. 


Memang, di tukang sayur itu ayamnya hanya digeletakkan di udara terbuka dari pagi sampai siang hari, sehingga mudah terkontaminasi bakteri. Walaupun si tukang sayur itu motong ayamnya pagi-pagi, kalau digeletakkan di udara terbuka ya ayamnya jadi busuk. Makanya, kalau mau beli ayam dari tukang sayur, harus benar-benar pagi dan baru dipotong. Kita bawa pulang, lalu masukkan ke freezer kalau belum mau dimasak. 

Hindari membeli ayam di tukang sayur setelah jam 9 pagi, karena ayamnya sudah lama berada di udara terbuka. Kecuali kalau si tukang sayur memasukkan daging ayam ke dalam freezer. Itu kenapa kalau hari sudah siang, saya lebih suka beli ayam langsung di tukang potong ayam. Agak jauh sedikit jaraknya dari rumah saya, tapi ayamnya masih fresh karena baru dipotong saat kita pesan. 

Harga daging ayam di tukang potongnya juga lebih murah daripada di tukang sayur. Belinya harus satu ayam, tidak bisa setengah, apalagi seperempat. Lah, yang setengahnya lagi buat siapa? Setelah dipotong, sampai di rumah langsung masukkan lagi ke freezer. Dibekukan dulu, kalau masaknya masih nanti-nanti. 

Agak jauhan lagi, kalau sedang belanja bulanan bersama suami di supermarket, saya beli ayam juga di sana. Apalagi kalau sedang promo, harganya bisa jauh lebih murah daripada di tukang sayur dan tukang potong ayam. Daging ayam di supermarket selalu dalam keadaan beku. Justru kondisi inilah yang baik untuk daging ayam. Namanya, Ayam Dingin Segar. 

Ayam Disimpan di Mana?
Setelah membeli ayam, saya langsung menyimpannya di kulkas dengan suhu 0-4 derajat celsius. Kalau masaknya masih nanti-nanti, saya simpan di freezer dengan suhu -18 derajat celsius.  Itu supaya ayamnya tetap segar dan menghambat pertumbuhan kuman. 

Baru dibeli, langsung simpan di freezer


Apa Itu Ayam Dingin Segar?
Dari situs www.ayamdinginsegar.com saya jadi tahu bahwa saat ini sedang digalakkan kampanye konsumsi ayam dingin segar oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.  Kampanye ini berlangsung dari bulan Desember 2016-Juni 2017, bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengenali, mengidentifikasi, dan memilih daging ayam berkualitas yang akan dihidangkan kepada keluarga. 

Acaranya berbentuk Food Truck Roadshow-Fun Cooking Demo yang diadakan di 20 lokasi di Jakarta dan sekitarnya. Yaitu dengan mengajak ibu-ibu untuk ikut demo masak bersama Chef Iyan dan mengedukasi mengenai Ayam Dingin Segar. Jadi, apa itu Ayam Dingin Segar? Yaitu, daging ayam berkualitas yang diolah dengan proses baik dan benar dari mulai penyembelihan, pemotongan, pembersihan, penyimpanan, dan pemasakan. Setelah daging ayam dipotong, langsung didinginkan dengan suhu 0-4 derajat celsius dan terus dipertahankan sampai di tangan konsumen. 

Ayam Dingin Segar di Supermarket

Mengapa daging ayam harus didinginkan dan dibekukan dulu sebelum dimasak? Gunanya untuk menghambat pertumbuhan kuman dan menjaga kualitas kesegaran daging ayam. Disebutkan bahwa ada 3 keunggulan Ayam Dingin Segar:



SEGAR 
Ayam selalu berada dalam keadaan segar, karena setelah dipotong langsung dimasukkan ke frezeer dengan suhu 0-4 derajat celsius. Saat distribusi pun harus dalam kondisi dingin. Begitu juga setelah sampai di tangan kita, langsung dimasukkan lagi ke frezeer. Dalam keadaan beku, daging ayam bisa tahan 1-2 hari.  Kalau dimasukkan ke frezeer dengan suhu -18 derajat celsius, maka daging ayam itu akan tahan sampai 6 bulan. 

PRAKTIS
Zaman sekarang kan, ibu rumah tangga saja sibuknya bukan main. Misalnya, ibu rumah tangga seperti saya ini yang juga bekerja dari rumah. Beli lauk pauk mentahnya kapan, masaknya kapan. Supaya praktis, saya simpan saja di kulkas, masaknya sih kapan-kapan kalau sudah sempat. 

Nah, kita kan sering khawatir dengan kualitas daging ayam kalau tidak langsung dimasak. Sekarang tidak perlu khawatir lagi asalkan disimpan di suhu -18 derajat celsius, dagingnya bisa tahan sampai 6 bulan. Begitu sempat, baru deh dimasak. 

SERBAGUNA
Daging ayam itu serbaguna karena dapat diolah menjadi aneka jenis masakan sesuai selera. Tidak heran kalau ada ibu-ibu yang mengatakan, "masak ayam lagi... masak ayam lagi...." Iya, memang masak ayam lagi tapi kan olahannya berbeda-beda. Nah, kalau di dalam keluarga saya, ini nih 3 resep masakan ayam yang paling disukai di antara yang lainnya:

Resep Favorit Daging Ayam
Di rumah saya, daging ayam lebih sering diolah menjadi semur, gulai, dan digoreng. Mengapa? Karena anak-anak dan suami memang lebih suka ketiga menu itu daripada yang lain. Untuk memasaknya, tidak ribet, karena saya termasuk ibu yang serba praktis dan sedikit memakai bumbu. Berikut ini resep ayam favorit di keluarga kami:

Ayam Goreng
Ayam goreng sih gampang banget ya. Saya hanya menghaluskan bawang merah, bawang putih, dan kunyit, lalu tumis bersama daun sereh, daun jeruk, dan daun salam dengan sedikit minyak. Masukkan daging ayam ke dalam bumbu yang sudah ditumis, lalu tambahkan air hingga ayamnya terendam, ungkep hingga empuk atau airnya tiris. Masukkan juga garam. Setelah diungkep, ayamnya bisa langsung digoreng atau disimpan sebagian di kulkas. Goreng sampai kekuningan. 


Semur Ayam
Untuk membuat semur ayam, saya juga pakai bumbu yang praktis saja yaitu bawang merah dan bawang putih dihaluskan, kemudian ditumis bersama daun sereh, daun jeruk, dan daun salam. Oya, sebelum ayam dimasukkan ke dalam tumisan bumbu, kukus dulu ayamnya selama 10-5 menit untuk mengurangi kadar lemaknya. Kalau tidak, nanti kuah semurnya jadi kaku karena lemak. 


Masukkan ayam yang sudah dikukus itu ke dalam tumisan bumbu, tambahkan air, lalu masukkan gula merah dan kecap secukupnya. Tambahkan sedikit garam dan gula supaya gurih. Anak saya senang sekali makan dengan semur ayam ini, bisa nambah sampai 2 piring. 

Gulai Ayam
Resep gulai ayamnya juga sederhana. Sama dengan resep ayam goreng, tapi bedanya airnya tidak sampai tiris. Tambahkan santan dan sedikit gula ke dalam kuah gulai.


Itu dia 3 resep sederhana Ayam Dingin Segar di keluarga saya. Kalau ibu-ibu, suka masak ayam apa?


Referensi:
http://lifestyle.kompas.com/read/2012/02/06/08411533/Pilih.Mana.Ayam.Kampung.atau.Broiler
https://pantangdiet.com/2016/08/13/apa-itu-pola-makan-ketogenic-diet-keto/
http://disnak.kalselprov.go.id/2014/07/31/kandungan-gizi-dan-manfaat-daging-ayam-bagi-kesehatan.html
https://ayamdinginsegar.com/apa-itu-ayam-dingin-segar/

26 comments:

  1. mbaaakkk yummmy banget itu gulai ayamnyaa jd pengen pulang ke rumah terus dimasakkin sama ibuuk. . hehe harus pinter" pilih ayam yg berkualitas ya mbak. salah satu caranya dengan memilih ayam dingin segar. jelas terjamin kualitasnyaaa. . tfs mbaaaak. . good luck yaaak.. :D

    ReplyDelete
  2. Tunggu karya ku yahhh hahahahaha

    ReplyDelete
  3. Tapi terkadang rasanya hambar mba walaupun sudah di bumbui, kalau menurut saya. Usahakan belanja pagi ya kalau di tukang sayur biar ayamnya ga terkontaminasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya masih tetap enak, mungkin tergantung yg masak wkwk

      Delete
  4. Setuju Mba, ibu saya juga dari kecil ngingetin saya kalau beli atam dipasar pagi dan baru dipotong. Kejadian di mba pernah juga saya alami wajtu beli di tukang sayur keliling. Akhirnya tdk pernah lagi ambil ayam dari mas penjual sayur ini. Dahulu ada toko daging khusus seperti Belmart sayang sekarang sudah tutup. Kami sekarang gantinya ke Prima. Ada ayam dingin segar persis kemasan seperti di foto dalam artikel Mba. Lihat menunya yang mba masak jadi lapar lagi. Good job Bun. Kalau dirumah saya,untuk anak disup,semur, opor putih, sroto, atam goreng lengkuas, kadang ayam goreng mentega, bumbu rujak atau bumbu sambel groreng kreni tp tdk pedas, kl untuk suami mesti dibuat yang sangat pedas. Atau dibikinin sambal terasi. Kl menunya aku bikin belain buat anak. He3.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mulai sekarang harus beli ayam dingin segar ya. Biar masih fresh.

      Delete
  5. liat ayam-ayamnya jadi laperr,,,bungkus mba kirim ke depok

    ReplyDelete
  6. Problem banget ya mikirin menu makan biar ga bosen. Ayam memang salah satu menu favorit di masyarakat, tapi untungnya anak2ku lebih suka ikan, mbk. Jadi ga terlalu pusing mo dimasak apa ayamnya.

    ReplyDelete
  7. betul dengan didinginkan maka bakteri gak mungkin bisa berkemabng dan kalau mau masaka tinggal di towing dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bu, ayam mudah terkontaminasi bakteri ya.

      Delete
  8. Resep favorit mba leyla sama lho dgn keluargaku tapi aku jarang beli ayan di supermarket krn jauh. Jadi beli di tukang ayam potong aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada habis dipotong langsung masukin kulkas ya.

      Delete
  9. iyaa kepikiran kalau makan ayam kampung terus, harganya lumayan. Rumahku di daerah potong ayam jadi aku oke aja beli di pasar karena suppliernya kan dekat, ayamnya masih fresh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayam kampung pas lebaran aja kalo saya mah hehe

      Delete
  10. aku skrg sering beli ayam dingin, soalnya rasa dan teksturnya beda gak kaya beli ayam di pasar tradisional atau di abang2 keliling yg cenderung alot

    ReplyDelete
  11. Waaahhh ada resepnya buat olahan ayamnya, terimakasih infonya mba leyla hana, tp aku maubtanya kalo ayam yang baru keluar dari freezzer itu sebaiknya kita diamkan saja di suhu ruangan atau ada cara lain mba, soalnya menurut rumor katanya disaat mendiamkan ayam beku di suhu ruangan itu banyak bakteri ya masuk. Benar tidak yah....sebelumnya terimakasih mba hana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku langsung dikukus sih. Atau dimasukkan ke kulkas bagian bawah ( bukan freezer), sampai bekunya berkurang. Baru diolah.

      Delete
  12. Wah mkch infonya Mba, sya jadi mau beralih ke ayam dingin yang lebih sehat pastinya krna beku sehingga minim bakteri

    ReplyDelete
  13. setuju banget mbak, apalagi ayam itu paling cepet bertumbuh bakterinya ya, kalau nggak hati hati penyimpanannya.. bisa cepat rusak dan menyebabkan sakit perut jg..

    ayam segar dingin ini solusi praktis banget u kaum urban di jakarta. .apalagi kalau belinya bisa nyuruh ojek online xixixiix praktis

    ReplyDelete
  14. Mpo sukanya Kari Ayam. Boleh nih icip icip masakan Bunda.

    ReplyDelete
  15. Aku paling suka bikin dan makan ayam goreng bumbu kuning dan opor. Yang 1 kering, 1 lagi berkuah. Rasanya hhmmm... Mau coba juga ah beli ayam dingin segar kayak mbak Leyla :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...