Friday, January 5, 2018

Ketika Pekerjaan Blogger pun Terganjal Usia



"Dicari Blogger dengan kriteria: Usia 23-35 tahun, blog bertema beauty, parenting, atau lifestyle, pageviews minimal 20.000 per bulan untuk mereview produk pembersih kewanitaan. Kirimkan data ke bla bla bla, blogger yang terpilih akan dihubungi."


Di usia yang baru menginjak 36 tahun, baper nggak sih baca informasi lowongan pekerjaan tersebut? Apalagi sehari sebelumnya juga ada informasi yang mirip, dengan produk yang berbeda: pakaian dalam wanita. Oke noted. Keduanya mencari blogger dengan range usia 23-35 tahun yang artinya segmen pasar produk tersebut ya hanya untuk usia segitu. Jadi saya yang sudah 36 tahun ini nggak perlu memakainya kan?

Informasi tersebut seolah melempar saya kembali ke masa-masa 10 tahun lalu saat usia baru 25 tahun tapi gamang membaca lowongan pekerjaan di koran karena batas usianya 24 tahun. "Dicari fresh graduated usia maksimal 24 tahun, penampilan menarik, bisa berbahasa Inggris fasih, dll. " Et dah. Cuma kelebihan satu angka doang. Untung pekerjaan penulis nggak dibatasi usia. Pekerjaan yang akhirnya menjadi cara saya mencari rejeki sampai kemudian merambah menjadi blogger juga. Sayangnya, itu dulu.... Sekarang? 

Menulis di blog kini sudah menjadi pekerjaan utama maupun sampingan bagi orang-orang yang mengaku sebagai blogger. Salah satu cara mendapatkan penghasilan dari ngeblog adalah dengan mereview produk. Memang nggak salah sih bila brand mencari blogger dengan kriteria yang sesuai segmen pasar mereka. Misal, produk diaper harus direview oleh blogger ibu-ibu yang punya anak bayi.

Dulu ketika baru mereview produk dengan dibayar, persyaratannya masih umum. Kalau produk untuk wanita ya diminta blogger wanita. Produk untuk pria ya diminta blogger pria. Produk untuk bayi dan batita, maka akan dicari blogger ibu-ibu. Produk untuk ibu hamil ya dicari yang sedang hamil. Semakin ke sini persyaratannya bertambah bahkan dibatasi usia! Ya nggak apa-apa juga sih kalau produk itu memang untuk usia tertentu.


Saya pernah mereview skincare untuk usia 35 ke atas karena gunanya sebagai anti aging atau memperlambat penuaan kulit. Sesuai kan dengan segmen pasarnya? Nah, balik lagi ke kedua produk di atas. Pembersih kewanitaan dan pakaian dalam wanita. Apakah memang hanya dipakai untuk usia maksimal 35 tahun? Kalau gitu saya sudah nggak perlu memakainya ya?

Usia 36-40 tahun itu usia nanggung sih. Dibilang tua, ya belumlah. Saya belum ada ubannya. Dibilang muda, hm udah nggak masuk range usia tadi. Ibu-ibu blogger usia 36-40 tahun juga banyak yang masih terlihat segar dan cantik, malah lebih fashionable daripada yang lebih muda. Karena usia 35 tahun ke atas itu sebenarnya adalah usia mapannya seorang wanita. 

Anak-anak sudah agak besar, keuangan rumah tangga juga sudah membaik sehingga bisa membeli barang-barang yang menunjang penampilan. Ya contohnya saya aja deh. Di usia 30 tahun ketika baru punya 2 anak bayi, saya belum mampu untuk sering-sering beli baju, tas, sepatu, dll karena masih membangun rumah tangga. Penghasilan suami sebagian besar digunakan untuk menyicil rumah, kendaraan, beli diaper dan susu anak, membayar gaji ART, dan lain-lain. Bahkan di akhir bulan pun sering kurang sampai harus berutang. 


Nah, menjelang usia 35, baru deh kami alhamdulillah dalam posisi mapan. Rumah sudah lunas, mobil juga sudah lunas, anak-anak sudah nggak pakai diaper. Saya sudah bisa sering-sering beli produk wanita dari skincare sampai baju. Bahkan sebulan bisa beli 6 baju supaya penampilan selalu upgrade. Ini masanya memanjakan diri setelah 10 tahun berkorban. Hahaha... apa sih. Semua itu juga untuk mendukung pekerjaan blogger sih, karena saya mulai sering menghadiri undangan-undangan blogger. 

Lalu kemudian saya membaca kedua informasi di atas. Saya pun seolah disadarkan eksistensi saya sebagai seorang wanita. Bahwa ternyata saya sudah... tua. Apa? Nggak kedengeran? TUA. Sadar dong ah, udah tua. Udah nggak perlu beli produk-produk di atas. Saya jadi ingat cerita seorang teman yang seusia dengan saya, yang sudah nggak pernah pakai beha lagi demi kesehatan. "Biarin deh gundal gandul, asal nyaman dan sehat." 

Bwahahaha.... apakah saya juga harus mengikuti jejak teman saya itu? Toh pakaian dalam hanya untuk wanita usia 23-35 tahun. Memang sih saya rasakan juga lebih enak kalau nggak pakai.... Baik itu bagian atas maupun bawah. Lebih semriwing. Padahal dengan kondisi sudah kendor akibat menyusui, seharusnya malah disokong oleh beha ya. 

Begitu juga dengan produk kewanitaan. Justru di usia sekaranglah dibutuhkan untuk menjaga suami dari serangan pelakor (perebut laki orang). Mengapa? Karena di usia sekarang, suami juga sudah dalam posisi mapan dan menjadi incaran wanita lain. Yah lihat saja kasus-kasus suami yang selingkuh, sebagian besar di usia jelang 40 dan istrinya juga di usia kisaran segitu. 

Jadi kita, para istri yang sudah berusia 35 tahun ke atas, jangan mau kalah dengan perempuan muda yang mengintai suami kita. Gunakanlah pembersih kewanitaan untuk menjaga area intim kita supaya tetap kesat, bersih, dan kencang hahahaha.... Masalahnya, produknya cuma buat usia 35 tahun ke bawah. Gimana dong? Jawabannya..... 

Cuci area kewanitaan kita dengan rebusan daun sirih. Praktis, murah, dan daun sirih tak melihat usia.... 

Sekian curhat hari ini. Demi supaya blog nggak hanya berisi iklan. 

24 comments:

  1. berilah kami kesempatan bu, merambah dunia blog bu, ibukan sudah veteran :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. memangnya masnya ini mau pake pakaian dalam wanita dan pembersih kewanitaan? 😆

      Delete
  2. demi blog supaya ngga berisi iklan :))
    kalo blognya tidak difungsikan untuk mencari kerja ngga terganjal usia mungkin mbak, forever, happily ever after *udah kaya kartun*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa... nulis curhatan aja kayak gini ya, orang tua jg tetap boleh curhat 😆😆

      Delete
  3. Alhamdulillah ya Mbk sudah bisa beli apa2 untuk penunjang penampilan xixixim Ngeblog tanpa mikir usia, lanjut Aja Mbk hehe aku pun sempat sedih usia jadi hambatan, tapi eh tapi rezeki ada dalam pintu lainnya. Alhamdulillah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin balik nulis buku aja deh mbak, karena nenek-nenek tetap boleh nulis buku anak. Blognya kembali difungsikan nulis tanpa sponsor wkwk

      Delete
  4. Jleb. Ko baca loker review nya jadi ikutan sedih ya, apalagi liatnya pas menginjak 36 taun,kelewat 1 tahun. Tapi yo wis rapopo mbak, lha wong rezeki itu sudah ada yang ngatur, just keep productive and stay writing ^-^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. tetap menulis sampe tua yaa

      Delete
  5. tahhun lalau sempat baper mbak dengan yang namanya usia cantik ha.. ha...
    akhirnya aku bikin tulisan tentang blogger yg 45 plus, aku kasih julukan irresistible bloggers

    ReplyDelete
  6. Tulisan yg kaya gini nih Mba Leyla ku demen bacanya. Tulisannya bikin seger.
    Request tulisan macem gini lagi dong mba Leyla~~

    ReplyDelete
  7. Aku kok nggak kebagian dua job itu. Hahahha

    ReplyDelete
  8. Kalau sirih buat obat kudu memperhatikan tulang daun dan arahnya. Katanya sih beda buat obat dan biasa

    ReplyDelete
  9. Daun sirih obat dari dalam, makanan enak obat perut lapar. Pak suami bikin betah di rumah

    ReplyDelete
  10. semangaaat mbaaa...yang penting kan ngeblognya asyik :)

    ReplyDelete
  11. iya sih nulis itu bebas... gak terbatas usia, mungkin sudah saatnya kita step down untuk urusan lomba2an... tapu aku jarang menang... kan masih penasaran hahaha

    ReplyDelete
  12. Hahaha.. Curcol abiiiss. Mungkin dikira kedua produk itu pembacanya yg usia rentang maksimal 35tahun kali ya. Semoga pintu rejeki yg lain tetep terbuka ya

    ReplyDelete
  13. Dulu waktu #usiacantik saya yg masih dibawah 30 sempat baper, lalu bikin hashtag #usiagemes
    Terus mbatin kok nggak ada yang campaign scincare buat usiagemes sih, qiqiqi

    Tapi ya balik lagi, kalau sudah rezeki enggak akan kemana, yakan? Kalaupun tertutup di pintu ini, insyaAllah akan terbuka di pintu lainnya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Skincare buat usia gemes mah banyaaaaak. Cuma gak ketemu aja kempennya kali ya. Kalau di Clozette itu banyak, asal udah daftar aja.

      Delete
  14. Masuk akal banget opininya, mbak. Dulu juga saya habis SMA tertarik belajar nulis karena saya pikir sampai kapanpun bakal bisa nulis. Everlasting lah.

    Tapi berhubung kebutuhan finansial, saya pilih kerja desain grafis. Baru akhir-akhir ini kerasa pingin belajar nulis lagi :)

    Kalau boleh tahu, biasanya info2 lowongan kaya gitu dapat dari mana, Mbak?
    Kalau dari komunitas dll saya tertarik gabung juga, maklum newbie hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yang dari komunitas, ada yang via email langsung karena mereka searching blog2 di google, misalnya.

      Delete
    2. Makasih banyak, mbak. Oiya salam kenal ya :)

      Delete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...