Nazma menoleh, dan
jantungnya langsung berdebar kencang. Jarak antara dirinya dengan Faisal begitu
dekat. Ia tak mampu bergerak, untuk sekadar menjauhkan dirinya beberapa
sentimeter dari lelaki yang memenuhi kepalanya setahun belakangan. Tak terasa
lamanya waktu yang telah dilewatinya untuk mengagumi lelaki itu, dari semula
tidak mengenal sama sekali, menjadi sedemikian dekat.
“Eh, iya, Pak….” Nazma
menjawab, sebisa mungkin menghilangkan kegugupannya.