Friday, November 30, 2012

Batik Bikin Aku Makin Cantik


“Kalau sudah nikah, harus selalu cantik di depan suami ya. Jangan pake daster batik, apalagi klo bolong…” kata seorang Ustazah, suatu ketika sebelum aku nikah.

Setelah menikah,

“Kok pake baju ini sih, Mah?” tanya suamiku, memandang daster dari bahan sifon yang kelihatan seksi dengan warna pink berkilau, plus renda-renda di pinggir kainnya.

“Bukannya seksi?” aku balik bertanya. Menurutku, daster gaya orang bule itu memang seksi meskipun gerah dipakainya. Apalagi dengan renda-renda yang menusuk-nusuk kulitku.

“Bagusan juga pake daster batik yang kamu punya itu….”
(aku memang punya daster batik, tapi dipakainya hanya kalau suami sedang ke kantor, alias siang hari. Malam hari, aku pakai baju tidur yang “gaya” biar kelihatan cantik di depan suami, hehehe…)

“Itu mah udah bolong. Jelek, pula….”

“Bukannya lebih seksi kalo bolong…. Lebih bagus lagi kalo….” (ups, sensor… takut ada perawan yang baca :P)


Akhirnya, kupakailah daster batik bin bolong itu, yang memang adem dipakai, apalagi dengan bolongnya itu. Omongan suamiku bukan hanya di bibir. Dia memang lebih senang lihat aku pakai daster batik. Tapi, berhubung bolongnya sudah semakin parah, daster batik itu pun jadi lap pel. Eh, jangan khawatir… suamiku sudah membelikanku yang baru.

Dua pieces daster batik hadiah dari suamiku


Memang, baju batik itu enaaak dipakainya. Ternyata, motif batik itu bukan hanya dimiliki warga Solo, Yogya, dan Pekalongan. Aku sendiri punya gamis dari batik Kalimantan, yang disebut juga Sasirangan. Hadiah dari ayahku sepulang dinas dari Kalimantan. Pengennya sih ngoleksi sarimbit, biar bisa dipakai seragam dengan suami, tapi baru punya satu sarimbit Pekalongan. Daaaan… beberapa seserahan nikahanku adalah selendang batik dari Garut.

Sekeluarga pakai batik di nikahan teman

Sejujurnya, dulu, kalau melihat baju batik, aku kurang tertarik. Malah bisa dibilang “sangat tidak tertarik.” Ini soal selera saja sih, berhubung dulu itu seleraku norak sekali. Ya itu, aku lebih suka baju tidur motif Barat atau Cina (setelah kulihat-lihat, banyak baju tidur yang made in China :D). Padahal, bahannya rata-rata panas dan gak enak dibuat tidur. Atau aku belinya yang murahan ya, jadinya panas? *doeeng….

Aku pakai gamis batik Sasirangan
khas Kalimantan

Teman-teman satu kos-an melihatku sebagai orang yang “beda” sendiri. Berhubung aku kuliah di Semarang, baju tidur teman-teman satu kos ya daster batik, kecuali aku. Aku pakai baju tidur Made in China dengan motif anak-anak, alias babydoll, hahahaha….. Temanku pernah nanya, “Kamu gak suka daster batik, to?” Dan kujawab, “gimana ya? Motifnya kampungan banget…” (*pentung… :P)

Selendang Batik Garut, seserahan nikahan
masih ada sampai sekarang :-)

Tapiii…. Setelah ada euphoria batik, bahkan ada hari pakai baju batik (kalau gak salah hari Kamis atau Jumat), tiba-tiba saja banyak orang bangga pakai batik. Bagusnya lagi, banyak orang yang jualan batik. Selain dijual di toko fisik, batik juga dijual di toko online. Dari situlah aku tahu, bahwa batik itu cantiiiik… ya, aku termehek-mehek sama motif-motif batik yang bervariasi dan stylist. Salah satu toko online yang menyediakan baju-baju batik beserta aksesorisnya adalah Kamaratih Fashion Online. Selain menyediakan blus batik, gamis batik, sarimbit, dan celana batik, Kamaratih Fashion Online juga menyediakan tshirt khas Yogyakarta dan aksesoris etnik. Di antara semua produknya, aku naksir sama blus tunik bertabur payet di dada ini. Selain bahannya yang adem, potongannya juga memberikan kesan ramping. Pas deh buat bodiku yang memelar seusai melahirkan anak ketiga J Blus ini juga sesuai untuk ibu menyusui sepertiku, yang butuh baju bukaan depan supaya gampang menyusui. Baju yang elegan dan anggun, tapi tidak norak ini harganya ramah di kantong.

Blus Tunik, salah satu produk Kamaratih
yang kutaksir :-)


Produk-produk Kamaratih Fashion Online memang dijual dengan harga terjangkau, bahkan di akhir tahun ini ada sale 50%, wow! Semua stoknya hanya ada satu, jadi mesti buru-buru dipesan begitu dilaunching. Memang, ide dasar Sister Carra waktu memulai usaha ini adalah membuat toko online yang berkonsep butik, yang khusus menjual batik dan pernak-perniknya. Sudah tahu kan ya kalau baju-baju butik itu memang edisi terbatas. Produk Kamaratih bisa dipesan melalui webnya, Kamaratih Fashion Online, atau fanspagenya Kamaratih Fashion Online. Supaya lebih cepat dilayani, langsung sms saja ke 087839047439. Semoga dengan bantuan promosi dariku ini, produk-produk Kamaratih Fashion Online makin laris yaw... *cling! Semoga makin sukses di ulang tahunnya yang keempat dan menjadi bagian dari enterpreneur yang mempopulerkan batik. Aamiiin.... 

Pakai baju batik, bukan hanya enak di badan dan di kantong, tapi juga stylist dan menunjukkan bahwa kita bangga dengan produk Indonesia. Yuk, ah, kita pakai batik. Ingat, batik gak hanya untuk ke kondangan lho…. 



http://www.kamaratihbatik.com/

---------------
Alhamdulillah, masuk dalam jajaran pemenang dari GA ini dan mendapatkan hadiah buku Haji Bacpacker 2. 

4 comments:

  1. hehehe..., meski bolong, kalo yang batik itu tetap cantik ya, Mbak....


    saya aslinya orang Jombang, tapi hampir semua baju kerja saya bermotif batik....

    semoga berjaya GA-nya, Mbak...

    ReplyDelete
  2. hahahaha... "doeng" dan "pentung" itu smacam bumbu yg bikin nyengir hahahahahaha...

    Hidup daster batik!!!
    makasih ya mak udah ikutan...
    gutlak!! ^_^

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....