Sunday, September 8, 2013

Pilih Suami Dokter atau Bankir?

Kedua profesi ini tergolong profesi yang mapan, dan mungkin alam bawah sadar saya pernah menginginkan punya suami yang memiliki profesi di atas, hehe.... Anak sulung saya, Ismail, bahkan sudah bercita-cita mau jadi dokter supaya bisa nyuntik orang. Tapi sebagaimana anak lainnya, cita-cita jadi dokter itu lebih banyak dipengaruhi oleh omongan orang di sekitarnya. Ya gak sih? Orang dewasa menanamkan semacam brain wash bahwa profesi yang oke itu kalo gak Dokter ya Presiden. 


Apa pun profesi anak saya nanti, insya Allah saya akan mendukungnya asalkan positif. Namun, di dalam novel "Surga yang Terlarang", saya memilih dua profesi prestisius itu: Dokter dan Bankir. Bukan karena kedua profesi itu prestisius, tapi memang ada hubungannya dengan isi cerita. Ahmad Furqon dan Ahmad Faisal adalah dua kakak beradik. Nazma dan Faisal kuliah di Fakultas Ekonomi, salah satu profesi yang bisa dijalani oleh lulusan ekonomi adalah Bankir.

Sedangkan, Ahmad Furqon, kakak Faisal, kelak akan menjadi sukarelawan di Gazza, Palestina. Jadi, akan lebih enak kalau dia berprofesi sebagai Dokter. Kalau dipikir-pikir, enak juga ya si Nazma dihadapkan pada pilihan: Dokter atau Bankir? Novel ini memang berkisah tentang Nazma yang menjalin cinta dengan Faisal secara diam-diam, lalu putus, dan ternyata Nazma malah berjodoh dengan Furqon, kakak Faisal. 

Untuk bisa menceritakan kedua profesi itu dengan detil, otomatis saya harus membaca banyak referensi, juga menanyai langsung teman-teman yang berprofesi sebagai Dokter atau Bankir. Saya membaca kisah nyata Dokter yang menjadi sukarelawan di Gaza, Palestina. Sedangkan profesi Bankir banyak digeluti oleh rekan-rekan seperjuangan, berhubung dulu saya kuliah di FE juga. 

Tentu saja setiap karya pasti memiliki kekurangan, mungkin juga saya masih belum terlalu detil membahas mengenai kedua profesi tersebut, karena keterbatasan saya. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di novel ini. 

Surga yang Terlarang, diterbitkan oleh Pelangi Indonesia (Agustus, 2013)

3 comments:

  1. pilihan yang enak banget yaa mbak, kalau niar mah ndak memilih yang dokter atau pun bankir, apah ajah yang bisa mencukupi semuanya :D

    ReplyDelete
  2. Belum nemu bukunya di Gramedia sini Mbak. Penasaraaan :)

    ReplyDelete
  3. tetep lebih enak bankir, bun :D kalo dokter ga ada liburnya ekeke

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....