Thursday, July 2, 2015

Renungan Ramadan: Rahasia Rezeki

"Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibandingkan dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)." (QS: Ar Ra'd: 26

Masalah rezeki ini memang masalah krusial dalam hidup manusia. Semua orang pasti ingin dikasih rezeki yang banyak dan berlimpah. Sebagai seorang penulis, rezeki saya--salah satunya--datang dari aktivitas menulis. Yang paling banyak sih dititipin lewat suami, hihihi.... Itu bisa dikatakan rezeki tetap, ya, insya Allah. Moga-moga suami selalu dilapangkan rezekinya oleh Allah, sehingga tidak absen kasih setoran ke saya :D 


Rezeki tidak tetap adalah dari menulis. Mengapa disebut "tidak tetap"? Karena hasilnya memang tidak menentu. Kadang sebulan dapat banyak, lebih seringnya tidak dapat apa-apa, kecuali tabungan tulisan untuk membawa rezeki di masa depan. Royalti menulis buku itu biasanya 6 bulan sekali, tapi sekarang ini penjualan buku (bukan hanya saya, tapi banyak penulis juga mengalaminya) kurang begitu bagus. Banyak buku yang diterbitkan, tapi minat baca dan beli tidak bisa menyamainya. Kalau dulu saya bisa dapat royalti setiap 3 dan 6 bulan, sekarang tidak lagi. Bisa jadi baru tahun berikutnya saya dapat royalti. Tapi, minat menulis buku masih ada, karena buku itu abadi dan bisa dibaca sampai ke pelosok Indonesia dan diturunkan dari generasi ke generasi. 

Selain menulis buku, saya juga cukup rajin ikut lomba blog. Pekerjaan ini bisa dibilang untung-untungan ya, karena saya masih belum bisa dikatakan "sering menang." Lebih banyak kalahnya. Jadi kalau pas menang, ya itu lagi "untung." Rezeki dari lomba blog, saya sebut sebagai rezeki yang tidak disangka-sangka. Saya belum bisa memastikan apakah tulisan saya bakal menang atau tidak. Ada yang saya kira bakal menang, ternyata tidak. Begitu juga kalau saya "ngintip" tulisan blogger yang sering menang lomba blog. Saya kira tulisannya itu juga bakal menang, eh ternyata tidak. Jadi, walaupun blogger itu sering menang lomba blog, tetap saja kadang-kadang dia mengalami kekalahan juga lho. 

Baru-baru ini, saya mengikuti dua lomba blog yang saya usahakan dengan maksimal. Yang pertama, saya tulis di awal lomba untuk mendapatkan 50 hadiah pengirim pertama. Saya sudah yakin bakal dapat voucher belanja untuk pengirim pertama itu lho. Eh, ternyata... tidak! Yang kedua, saya mengikuti lomba blog semi SEO, yang mana kualitas tulisan dan posisi di google menjadi penentu penilaian. Saya berusaha mendudukkannya di halaman pertama google, dan berhasil. Tapi, apa yang terjadi saat pengumuman pemenang? Lah, malah peserta yang duduk di halaman kedua itu yang jadi juara pertama. 

Sebaliknya, saya juga sudah mengalami berbagai keajaiban rezeki dari Allah. Dulu, saya pernah menang lomba blog hadiah utama ke Bali yang diadakan oleh fanspage Zombigaret. Para peserta protes karena judul tulisan saya itu salah. Harusnya "Zombi" tapi saya tulis "Zombie." Wong, kalau dalam bahasa Inggris kan Zombie. Biarpun diprotes peserta, tetap saja juri memilih tulisan saya sebagai pemenang. Yang kedua, dalam lomba blog yang juga semi SEO. Tulisan saya duduk di halaman kedua, tapi saya jadi juara dua. Sedangkan ada yang duduk di halaman pertama, jadi juara empat. Bagi saya, itulah keajaiban rezeki.

Dari situ, semakin yakinlah saya, bahwa rezeki itu memang di tangan Allah. Saya tidak lagi protes ke panitia dan juri kalau tidak dipilih sebagai pemenang. Walaupun mungkin jurinya ada kesalahan, ya biar sajalah. Memang itu sudah skenario Allah. Allah yang meluaskan dan menyempitkan rezeki seseorang. Sekuat apa pun kita berusaha, kalau itu bukan rezeki kita, pastinya tidak akan ada di tangan kita. Seperti seseorang yang baru beli hape, tapi kemudian hapenya dicopet maling. Hape itu menjadi rezeki si maling, tak peduli diambilnya melalui jalan haram. 

Dan, seperti kata Allah, kehidupan yang paling baik adalah kehidupan di akhirat kelak. Semua usaha dan amal yang kita kumpulkan untuk akhirat, insya Allah tidak akan luput dari perhitungan Allah. Jadi, kalau kita bisa bersusah payah mengumpulkan rezeki untuk kesenangan dunia, mengapa kita tidak juga bersusah payah mengumpulkan rezeki untuk kesenangan akhirat?

25 comments:

  1. Betul sekali. Rezeki sudah diatur Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita berupaya dengan sungguh-sungguh dan berdoa. Hasilnya ya tawakal.
    Ngeblog sebenanrnya kegiatan yang asyik. Selain berbagi ilmu dan pengalaman juga bisa mendatangkan rezeki, berupa barang atau uang.
    Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam sudah memberitahu bahwa salah satu ibadah yang berkaitan erat dengan rezeki adalah sholat Dhuha. Kaum muslim seyogyanya menjalankannya karena ibadah ini juga ringan dan mudah dilakukan, waktunya juga tak lebih dari 15 menit. Namun sering kita terlena, yang mudah tidak dijalankan karena asyik masyuk di sosial media.
    Salam hangat dari Jombang.

    ReplyDelete
  2. Bun, bagaimana caranya agar kalau ikut lomba nggak terlalu berharap menang? Soalnya saya sering gitu, yakin menang eh nggak menang. Tapi ada juga sih yakin menang ternyata menang beneran. Kalau udah berharap terus nggak menang rasanya itu nyesek banget.

    ReplyDelete
  3. kalau saya sih malah baru mulai berani ikut-ikutan lomba. itupun sesempatnya saja. enggak terlalu berharap menang karena tahu diri asih banyak harus belajar. kalaupun menang, itu rejeki dari Allah, seperti yang ditulis Mbak tuh :)

    ReplyDelete
  4. Saya lebih sering ikut lomba yakin menang eh malah kalah daripada ngga yakin menang tapi akhirnya menang.
    Dulu pernah protes sama panitia yg menurut saya menangin orang padahal tulisannyabiasa saja. *ngga hanya saya yg protes tapi banyak orang lain juga yg protes. Tapi sekarang saya pasrah kepada Allah dan panitia. Krn saya yakin rejeki memang sudah ada yg ngatur. Saya setuju bgt dg tulisan mba. Yuk kita tetap semangat

    ReplyDelete
  5. Saya belum banyak ikut lomba, sering lupa DL-nya hihiii
    Tapi bener juga sih kalo rezeki itu udah diatur Allah Swt, kita tinggal mengusakannya dan berdoa. Mbak Leyla sih udah langganan juara ya, keren deh :D

    ReplyDelete
  6. Maaaakkkk... tulisan Mak Hana adalah jawaban dari kegelisahanku >.<

    ReplyDelete
  7. Saya belum banyak ikut lomba, tahu diri juga tulisannya masih cetek, saya anggap sebagai proses belajar, berani ikut lomba saja sudah syukur... Rejeki bagian dari rencana Allah juga, kita berusaha, tetap saja Allah yang menentukan.. Apapun hasilnya sekarang, Insya Allah rejeki kita ada di salah 1 atau bahkan salah banyak dari lomba-lomba yang digelar berikutnya ^^

    ReplyDelete
  8. Setuju banget, Mak. Aku juga pernah ngalamin gak nyangka menang malah menang. Antara kaget dan gakpercaya, tapi hepi, hehehe.

    ReplyDelete
  9. Sy pernah tuh Mak, ikutan GA, ga yakin plus lupa pula. Eh malah menang. Yg diharap2 nyantol malah jauh dari harapan. Makasih Mak, tulisannya menyadarkan sy kalo bagian kita adalah usaha, hasilnya tetap Allah yg menentukan. Nothing to loose doing anything ^_^

    ReplyDelete
  10. Iya mba. Kadang dah usaha maksimal eh ga menang. Giliran nulis nyantai malah menang. Skrg aku jg udh ga mau protes2 lagi lah. Kalaupun ada kesalahan biarlah itu jd urusan panitia. Yakin aja kalo memang rezeki ga akan kemana.

    ReplyDelete
  11. Memang semuanya kembali sama yang di Atas, sekarang kalo ikut lomba blog lebih banyak buat fun aja :) mungkin karena gitu ya, ga selamanya bisa mikir seleranya juri dan energi habis buat berharap taunya ga nyantol #hix.

    Btw, selamat lho Mbak Leyla Hana nih abis menang aja hihihihi....

    ReplyDelete
  12. Ya gitu deh...tapi semua kembali keselera... Dan diserahkan pada Allah..
    Insyaallah ikhtiar g akan sia-sia ^^

    Semangattttt *nyemangati diri sendiri hahahah

    ReplyDelete
  13. Ya Allah benar banget ini mba. Apapun yg kita lakukan kalau menurut rencana Allah ga oke, ya bubar semua

    ReplyDelete
  14. He eh mak.. Kalo dulu aku bisa menang 3x berturut2 ikut lomba blog jaman 2 tahun yang lalu. Sekarng mah sukur2 kebagian hadiah hiburan :')
    Sekeras apapun berusaha, rejeki kan sudah tertulis di lauhul mahfudz sejak 50rb tahun yg lalu jadi kudu ikhlas walaupun rada berat hihi.. Semangat terus lah pokok e buat kita semua >.<9

    ReplyDelete
  15. Dulu sering ikut lomba dg harapan menang.
    Skrg lbh ke mengasah kemampuan menulis mbak.
    Alhamdulilah jika menang, kalo ga, ya gapapa.
    Ikhtiar & tawakal maksimal saja.
    Mgkn lomba itu salah satu jalan rejeki kita atau peserta lain.
    Suka bgt tulisannya mbak...

    ReplyDelete
  16. wah rejeki itu memang banyak pintunya mbak. Vey sekarang nggak pernah ikutan kuis atau lomba lagi, tapi alhamdulillah Allah udah siapin rejeki yang lain. :)

    ReplyDelete
  17. iya ya Ela, rejeki itu rahasia Allah. sepengen banget kita menang, ternyata ngga. dan sebaliknya. intinya ikhlas dan menerima, pasti diganti. Allah sebaik2 penghibur

    ReplyDelete
  18. selalu ada berkah dibalik usaha hehehe....
    rezeki itu nggak terduga dan datang dari arah yang g disangka2 ya mbak...selamat mbakk^^

    ReplyDelete
  19. Aku jarang ikut2 lomba, males berharap sih hahaha.

    ReplyDelete
  20. Aku jarang menang lomba blog, soalnya jarang ikut siiiih :D
    Mbak ela sangat rajin ikut lomba. sangat menginspirasi. Aku ingin rajin juga ah kayak mb Ela, hehee

    ReplyDelete
  21. Selamat ya mbak, Mbak Leyla sih seleb blogger jadi kalo menang ada aja yang kurang terima hehe, kalo saya mah apa atuh, tapi tetep mbak saya juga kalo ikutan lomba pasrah sepasrahnya, menang alhamdulillah enggak menang yg penting udah eksis hehe. Alhamdulillah ya mbak rezeki mengalir nih

    ReplyDelete
  22. Yang kita inginkan, kadang kala belum tentu baik. Ada yang Maha Tahu. Sepakat mak Hana.

    ReplyDelete
  23. rezeki tidak akan salah alamat ya mbak

    ReplyDelete
  24. Saya juga pernah mengalami seperti itu. Ikut lomba blog dan yakin menjadi salah satu pemenangnya. Tapi kadang malah sebaliknya. :)

    ReplyDelete
  25. "Dari situ, semakin yakinlah saya, bahwa rezeki itu memang di tangan Allah. Saya tidak lagi protes ke panitia dan juri kalau tidak dipilih sebagai pemenang" <- like that, mak. Bijak sekali. Semakin kita melepaskan ketidaknyamanan karena Allah, di situ biasanya tangan Allah bekerja. Aamiin Insya Allah

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....