Saturday, June 11, 2016

Ziarah Kubur Sebelum Bulan Ramadhan

Assalamu'alaikum. Mumpung sedang ada waktu menulis, saya mau kilas balik hari Minggu yang lalu, sehari sebelum berpuasa. Saya dan keluarga menyempatkan diri untuk ziarah ke kuburan almarhumah Mama kami yang sudah meninggal sejak kurang lebih 9 tahun lalu. Untung lokasi makamnya tak jauh dari rumah. Jalan kaki juga bisa. Berhubung semalam sebelumnya saya menginap di rumah ayah, jadi pergi ke makam sekalian pulang ke Bogor. Nah, perjalanan dari Bogor ke Ciputat ini yang mestinya hanya perlu 1,5 jam perjalanan naik mobil, eh kemarin itu dilanca macet parah sampai 2,5 jam. Subhanallah....


Tak heran, memang sudah menjadi tradisi di negara ini ya, sebelum Ramadhan, banyak keluarga yang berziarah ke makam orangtua dan saudara. Bagi saya sendiri, tradisi ini tidak selalu dilaksanakan setiap tahun. Kadang ziarahnya dilakukan sebelum puasa, kadang setelah lebaran. Yang penting kita senantiasa mengirimkan doa kepada orangtua yang sudah meninggal karena doa anak yang saleh adalah salah satu penyelamat bagi orangtua. Kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan menuju ke rumah orangtua saya itu kemungkinan juga disebabkan oleh tradisi ziarah ini. Banyak yang melakukan perjalanan dengan maksud berziarah ke makam orangtua. Sepanjang jalan, saya juga melewati area pemakanan dan itu dipenuhi pengunjung. 

Bagi saya, tradisi ziarah kubur sebelum Ramadhan ini memiliki sisi positif, diantaranya: 

Mendoakan orangtua yang sudah meninggal
Sebenarnya, mendoakan orangtua bisa dilakukan di mana saja, tidak harus datang ke kuburan. Tujuan datang ke kuburan supaya bisa lebih mengenang orang yang sudah berjasa--terlebih Ibu--kepada kita. Dulu saya pernah lalai tidak mengunjungi makam ibunda, eh saya didatangi ibunda di dalam mimpi. Mungkin juga karena saya masih sedih ditinggal ibu, jadi sering memimpikan beliau.

Membersihkan dan merawat tanah kuburan orangtua
Dengan berziarah, kita juga sekaligus membersihkan area makam dan menaburkan bunga supaya wangi. Makam ibu saya sudah dibersihkan oleh penjaga, karena kami membayar iuran kebersihan per bulan. Tetap saja kadang-kadang ada ilalang yang luput dibersihkan atau makamnya kering karena tidak disiram. Di luar makam, ada penjual bunga dan air mawar untuk disiram ke tanah makam. Diniatkan saja supaya makamnya terlihat indah, bukan berarti mengikuti tata cara agama lain. 


Mengingatkan diri kita akan kematian
Dalam hidup ini, kita sering lupa bahwa kita akan mati dan menjadi penghuni kuburan. Datang ke kuburan, seolah dingatkan agar terus menyiapkan bekal menuju kematian. Bagi seorang muslim, kematian hanyalah perjalanan selanjutnya menuju tempat keabadian di mana dalam perjalanan itu kita akan ditanya mengenai bekal apa saja yang sudah kita kumpulkan selama di dunia. Bekal amal, tentunya.  Jika ziarah kubur dilakukan di bulan Ramadhan, otomatis mengingatkan bisa saja Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir. Hanya Allah yang tahu. Jadi, kita benar-benar memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan ini karena belum tentu dapat berjumpa lagi di tahun depan. 

Memberi kegembiraan bagi para penghuni kubur
Penghuni kubur bergembira dengan kedatangan peziarah? Sebelum masuk ke kuburan, ucapkan salam untuk penghuni kubur. Menurut kepercayaan seorang muslim, orang yang dikubur itu ada yang damai-damai saja, ada yang sedang disiksa oleh malaikat penjaga kubur karena perbuatan-perbuatan maksiatnya di waktu hidup. Ucapan salam kepada penghuni kubur tujuannya untuk mendoakan mereka agar mendapatkan keselamatan di dalam kuburnya. 

Dari Buraidah ra, Rasulullah Saw mengajarkan mereka (para sahabat) jika mereka keluar menuju pekuburan agar mengucapkan: "Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mukminin dan muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami insya Allah akan menyusul kalian, kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian." (HR. Muslim)

Ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja, tidak harus di bulan Ramadhan. Barangkali karena kesibukan, mungkin kita baru sempat melakukannya sebelum Ramadhan, atau bisa juga dilakukan setelah lebaran. Di hari-hari biasa juga boleh.

8 comments:

  1. Wah beruntungnya lokasi makam deket rumah. Bisa sering2 kesana ya mba

    ReplyDelete
  2. Tahun ini ngak sempet ziarah ke makam bokap menjelang puasa #AkuNgakMUdik ihik ihik ihik

    ReplyDelete
  3. Aku belum sempet ziarah awal puasa kemarin nih mak, inshaallah nanti sebelum/setelah lebaran.. Makasi sharingnya ya Maaaak

    ReplyDelete
  4. ziarah kubur mengingatkan kita bahwa tempat yang sesungguhnya adalah di sana

    ReplyDelete
  5. Aku selalu mencoba nyempetin ziarah ke kuburan kakek, tp ga selalu pas sblm ramadan.
    Soalnya rame banget :|

    ReplyDelete
  6. iyaa tradisi di rumahku juga begituu,selalu ziarah Mak ke makam leluhur xixiix

    ReplyDelete
  7. Aku jadi kangen sama almarhumah adik yang sudah pergi :(

    ReplyDelete
  8. Aku kangen ziarah ke makan ayah dan ibu, tapi tahun ini enggak mudik ke Bengkulu hiiks

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....