Tuesday, February 28, 2017

Aidijuma X World Hijab Day: Merayakan Kebebasan Berhijab

Assalamualaikum. Alhamdulillah, tak terasa sudah puluhan tahun saya berhijab dari sejak duduk di kelas 3 SMA, di usia 17 tahun. Waktu itu belum banyak siswi yang berhijab, jadi saya masih dipandang aneh karena berhijab. Bahkan ada teman yang mengatai saya "Ninja."


Kalau mengikuti lini masa media sosial yang sedang "panas" terkait rencana kedatangan Raja Arab Saudi ke Indonesia, Raja Salman, bukan hanya sosok Pangeran Arab yang diangkat. Sosok putri-putri Arab pun ikut dimunculkan. Orang-orang yang ilmu agamanya kurang pun memanas-manasi. "Putri Arab saja tidak berhijab, kok perempuan di Indonesia berhijab?" 

Eeeeerr... saya ingat betul saat kelas 2 SMA itu, saat saya akan mendapatkan hidayah berhijab. Saya malah sama sekali tidak tahu tentang putri Arab. Saya tidak tahu mereka berhijab atau tidak. Yang saya tahu, saya mendapatkan hidayah karena membaca sebuah buku agama Islam dan di dalamnya ada petunjuk bahwa hijab itu wajib dikenakan oleh muslimah karena ada perintah di dalam Al Qur'an dan Hadist. 

#IStand4Hijab

Sejak membaca buku itu, hati saya tidak tenang. Ternyata hijab itu wajib ya, bukan sekadar gaya busana. Saya harus pakai dong. Sebulan kemudian, sebelum kenaikan kelas 3, saya minta mama saya untuk menjahitkan seragam muslimah. Mama kaget tidak percaya, bahkan menanyakan keseriusan saya.

"Kalau sudah berjilbab nanti nggak boleh lepas lagi lho. Kamu harus yakin," kata Mama. Beliau sendiri saat itu belum berhijab. Ya, saya sudah yakin karena takut kepada Allah. Allah menyuruh saya berhijab. Sesederhana itu saja alasan saya berhijab, bukan karena putri Arab dan sebagainya. 

Alhamdulillah, dari sejak memakainya itu, saya belum pernah melepasnya (kecuali saat di rumah). Godaannya memang besar. Saya sering tergoda ingin lepas, tapi saya selalu ingat tantangan Mama dan juga rasa takut kepada Allah. Jadi, walaupun Putri Arab tidak berhijab, so what gitu lho. Saya berhijab bukan karena mengikuti budaya Arab, karena hijab bukan budaya Arab. Hijab adalah perintah Allah. 

Sebelum turun perintah berhijab, perempuan Arab juga tidak berhijab. Sampai-sampai Rasulullah Saw pernah menegur seorang muslimah agar menutup auratnya dan hanya boleh menampakkan wajah dan telapak tangan. Kalau Putri Arab tidak berhijab, itu urusan mereka dengan Allah. Hanya orang yang ilmu agamanya kurang lah yang mengatakan bahwa hijab adalah budaya Arab dan kalau Putri Arab tidak berhijab, mengapa muslimah di Indonesia harus berhijab? 

#ILoveHijab 

Hari ini, di Indonesia, hijab telah banyak dikenakan oleh para muslimah. Bagi saya, merayakan kebebasan berhijab adalah merayakan kebebasan untuk taat kepada Allah SWT. Sebab, masih banyak muslimah yang belum bisa leluasa berhijab karena tekanan dari luar. Masih ada perusahaan yang melarang karyawatinya berhijab, masih ada suami yang melarang istrinya berhijab, masih ada sekolah yang melarang siswinya berhijab, dan sebagainya. 

Jadi, jika kita telah konsisten berhijab, hal itu patut disyukuri. Bolehlah kita mengingat kembali titik balik saat berhijab, agar tetap teguh memegang perintah ini. Banyak muslimah yang melepas hijabnya karena godaan. Ada yang terkena ujian, lalu melampiaskan protesnya kepada Allah dengan melepas hijab. Banyak juga orang yang memprovokasi muslimah agar melepas hijabnya, dengan mengatakan bahwa hijab tidak wajib atau hijab hanyalah budaya Arab. Lihat, ternyata memakai hijab itu tak semudah yang ditangkap pandangan mata. 

Di negara lain pun, terutama negara minoritas muslim, banyak muslimah yang kesulitan berhijab. Terlebih setelah islamophobia menyeruak. Saya pernah melihat video seorang muslimah berhijab yang sedang menuruni eskalator di sebuah negara di Eropa, tiba-tiba ditendang hingga berguling ke bawah tangga oleh seorang lelaki yang terkena Islamophobia. 

Bayangkan jika itu kita. Dengan berhijab, identitas sebagai muslimah semakin jelas. Beranikah kita mempertahankan hijab di tengah masyarakat yang terkena Islamophobia? Karena itulah saya bersyukur diundang oleh Blogger Crony ke perhelatan Aidijuma X World Hijab Day, tanggal 19 Februari 2017 di Bebop Food Studio, Tebet. 

World Hijab Day sendiri diperingati setiap tanggal 1 Februari. Untuk ikut menyemarakkan World Hijab Day, Aidijuma Scarf Jakarta mengadakan kegiatan ini yang merupakan bentuk rangkaian charity & empowerment event Aidijuma di Bulan Februari dengan tema #SpreadLove. 


Saat memasuki Bebop Food Studio, sekitar jam 12.30 sebelum acara dimulai, saya langsung diberikan Scarf eksklusif Aidijuma yang tidak dijual di mana pun dan hanya dibagikan di acara Aidijuma X World Hijab Day 2017 ini. Scarf berwarna dominan hitam dan ungu ini hanya diproduksi sebanyak 10.000 dan dibagikan di lima negara yang mengadakan event ini. 

Scarf eksklusif AidijumaxWorldHijabDay

Hah? Jadi event ini diadakan di lima negara? Yup. Selain Indonesia, kegiatan serupa sudah diadakan di London UK tanggal 5 Februari 2017, kemudian Indonesia, Turki, Brunei Darussalam, dan terakhir di Malaysia, 26 Februari 2017.

Nasi Goreng Rendang & Teh Tarik 

Selesai salat Zuhur, saya duduk di kursi yang sudah disediakan dan sudah ada nama saya. Semua sudah diatur. Dekorasi Bebop Food Studio pun mendukung untuk makan, bersantai, sambil foto-foto. Di meja registrasi, saya sudah memesan nasi goreng daging rendang dan teh tarik yang menggugah selera. Apalagi memang sudah jam makan siang plus hujan. Lapaaaar....

Mbak Wawa dari Blogger Crony

Acara dimulai dengan sambutan dari pendiri Blogger Crony, Mbak Wardah Fajri, yang menjelaskan tentang maksud kegiatan ini diadakan. Di Indonesia, Aidijuma bermitra dengan Aidijuma Scarf, Think Fashion Istanbul Turki oleh Franka Soeria mengadakan kegiatan "casual hangout" dengan tiga narasumber: Nesa Aqila (Putri Muslimah Indonesia), dan si kembar selebgram Shirin & Darin Al Athrus.

Mbak Wawa mengatakan bahwa Aidijuma X World Hijab Day bertujuan untuk mendukung para muslimah yang berhijab, agar konsisten dengan hijabnya. Utamanya, mari sebarkan cinta dengan hijab kita. Tunjukkan bahwa muslimah berhijab itu ramah dan baik, sesuai dengan hijab yang dikenakannya. 

Datin Norjuma, pendiri dan CEO Aidijuma Scarf membuat Scarf eksklusif yang dibagikan kepada para peserta kegiatan ini di lima negara, juga untuk muslimah yang membutuhkan hijab, salah satunya di Suriah. Kita tahu Suriah sedang dilanda konflik. Banyak muslimah yang mengungsi tanpa membawa banyak barang berarti, termasuk hijabnya. Scarf eksklusif ini juga ada yang dijual, tapi hasil penjualannya untuk amal. 

Aidijuma Scarf adalah merk Scarf ternama di Malaysia sejak 2012 dengan produk unggulan Bawal dan Satin. Ke depannya, Aidijuma ingin menjadi merk Scarf nomor satu di dunia. Desainnya sangat inovatif, dengan motif yang cantik, bahan yang nyaman, dan harga yang terjangkau. Penjualannya di Asia Tenggara telah meroket. 

Tak hanya meraup untung, Aidijuma juga sering mengadakan kegiatan sosial dengan misi menyebarkan cinta dengan hijab, dengan tagline: Wear it as You dan trending topic #ScarfwithSoul. Keunggulannya terletak pada keunikan strategi pemasaran dan kontinyu melakukan pendekatan terhadap target pasar. Bahkan produknya sudah masuk Malaysia Book of Record sebagai Scarf terpanjang di Malaysia. 

Sebagai produk fashion, Aidijuma juga sering mengikuti pameran terkenal yaitu Plitz New York Fashion Week, London Muslim Lifestyle Showroom, dan Istanbul Modest Fashion Week. Intinya, kualitas Aidijuma tak diragukan lagi sebagai merk Scarf terkenal di dunia. 

Ketiga narasumber memaparkan pengalaman berhijab di usia muda yang patut dicontoh. Nesa Aqila sebagai Putri Muslimah Indonesia 2015 memakai hijab sejak TK lho, tapi dia pernah tergoda melepas hijab karena ingin menjadi model. Ternyata hanya tahan seminggu lepas hijab karena dia merasa ada yang kurang. 


Shirin dan Darin Al Athrus juga berhijab sejak SMP, karena sudah dikondisikan di dalam keluarganya yang merupakan keturunan Arab untuk berhijab. Mereka memberikan tips untuk konsisten berhijab. Bahwa hijab tidak menghalangi aktivitas, bahkan mau main basket pun bisa tetap berhijab. 

Mereka bertiga masih muda dan cantik tapi insya Allah konsisten berhijab. Nesa mengakui bahwa rejekinya tetap mengalir lancar walaupun berhijab. Buktinya dia bisa menjadi Putri Muslimah Indonesia. Begitu juga Shirin dan Darin, selebgram muda yang sukses dengan banyak follower. 

Dalam acara ini juga ada tutorial hijab ala Nesa Aqila menggunakan Scarf eksklusif dari Aidijuma. Sebenarnya berhijab itu gampang, seperti kata Darin. Dia pun memakai hijab segi empat tanpa peniti, tetap rapi. Jadi tidak usah dibuat susah. Yang penting kewajiban dilakoni. 


Di rumah, saya juga coba sendiri tutorial memakai Scarf Eksklusif Aidijuma ini yang ternyata mudah dikenakan dan tidak berantakan. Walaupun bahannya halus dan jatuh, tapi tetap menempel di kepala padahal saya hanya pakai satu bros. Biasanya saya pakai bros juga, pakai peniti juga. 

Saya memakai Scarf Eksklusif Aidijuma ini di suatu acara. Cukup gunakan Ciput dan satu bros, tanpa peniti lagi. Praktis dan mudah. Terlihat modis dan cocok dengan pakaian yang saya kenakan. 

Sebarkan Cinta dengan Hijab 

Di akhir acara Aidijuma X World Hijab Day Indonesia, saya memenangkan hadiah Live IG, Alhamdulillah. Terima kasih Aidijuma, Think Fashion, dan Blogger Crony yang sudah mengundang saya. Acara ini semakin menguatkan tekad dan komitmen untuk menjaga hidayah berhijab dan menyebarkan cinta dengan hijab. Semoga semua saudari muslimah saya yang belum berhijab, segera merasakan manisnya hidayah ini. Aamiin.....

Foto: Febriyanti Rahma

Foto: BloggerCrony




.





21 comments:

  1. Wah aku baru tau Aidijuma :) Btw kisahnya menarik sekali, salut ama Mbak Leyla 😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikka juga pasti punya kisah menarik dengan hijabnya. 😍

      Delete
  2. Mupeng kwrudungnya mak leyla. Motifnya lucu2...kece deh ah.

    ReplyDelete
  3. OMG!! Tahu berapa itu SMA'nya sampai dikatain ninja. Alhamdullilah lingkunganku dulu banyak bhijab pada biasa aja,tapi kalau mulai berhijab sudah bekeluarga, Insallah istikomah hingga akhir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tahun 1999 deh, masih sedikit yang berhijab. Aamiin.. semoga selalu Istiqomah.

      Delete
  4. Nasi goreng rendangnya bikin ngiler. Ups, pastinya ini acara yang luar biasa keren. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang enak banget nasi goreng rendangnya mbaa

      Delete
  5. Hijab memang tidak pernah menghambat aktifitas. ^_^

    ReplyDelete
  6. semoga selalu istiqomah ya mak memakai jilbabnya,...

    ReplyDelete
  7. saya mulai berhijab saat lulus SMA th 94. Kebayang deh gimana th itu masih jarang wanita yg berhijab. Udah gitu ada berita kalau bikin KTP fotonya gak boleh yg berjilbab, kalut dong ya? Tapi Alhamdulillah berita itu raib dgn sendirinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal dulu memang ada larangan foto KTP pakai jilbab.

      Delete
  8. Ngerti deh gimana rasanya dikatain ninja, aku pun begitu waktu mahasiswi th 88 dulu. Sekampus cuma 6 orang yg pakai hijab.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tahun 88 udah jadi mahasiswi, aku baru umur 7 tahun itu hehe

      Delete
    2. Saya baru 3 tahun...

      Eh ini kenapa saya jadi nimbrung yak? Hhihi. Gagal pokus

      Delete
  9. Ihh ngeri banget ya mbak, yang berhijab malah ditendang kayak gitu. Semoga tidak terjadi lagi bagi muslimah dimanapun ya mbak, salut juga untuk Aidijuma scraft ide charitynya keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kaget lihat videonya. Untung gpp si mbaknya itu

      Delete
  10. Aidijuma, saya baru dengar hari ini. Iya, saya memang kuper mba. Hhihi. Selama ini pake jilbab nggak liat merk. Asal enak dan nggak nerawang, udah deh, bisa jadi favorit. ^^ tapi boleh juga tuh. Nerawang nggak mba?

    Semoga kita istiqomah sampai akhir hayat ya mba. Saya juga sedikit banyak pernah ngalamin sentimen negatif ttg jilbab, tp untungnya nggak separah generasi2 sebelum saya. Dulu katanya ktp pun harus pakai foto tanpa jilbab. Seram. Pas jaman saya, masih ada sih yg menerapkan itu tp untungnya sekolah saya tidak lagi seperti itu. Tp dulu jilbab nggak setren skrg, model juga lurus gitu2 aja. Susah trendi pokoknya. Hehe

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....