Wednesday, March 14, 2018

Belajar Bikin Foto Cantik Pakai Smartphone bersama Ariana


foto: BeautyPicnic

Sejak menjadi blogger, saya dituntut harus bisa membuat foto yang menarik. Bukan saja untuk mempercantik tulisan di blog tapi juga berguna untuk feeds instagram. Sebab, blog tanpa foto itu terlihat membosankan. Bayangkan kita membaca tulisan orang yang isinya tulisan saja. Begitu juga jika kita ingin serius menjadikan instagram sebagai ladang penghasilan. Kita perlu membagikan foto-foto yang bagus supaya orang betah melihatnya. 

Dulu saya kira foto bagus itu cuma bisa dihasilkan oleh kamera yang bagus. Makanya suami beliin kamera mirrorless yang harganya sama dengan motor baru. Eit, apakah kita harus punya uang banyak dulu baru bisa menghasilkan foto yang bagus? Nggak juga, ternyata. Mbak Ariana sudah membuktikan melalui feeds instagramnya. Ternyata kita bisa menghasilkan foto-foto cantik dengan hanya bermodalkan smartphone. 

Hari Minggu tanggal 11 Maret saya mengikuti workshop Foto Cantik Pakai Smartphone yang diadakan oleh BeautyPicnic. Bertempat di Box Gundar Cafe, sebelah kampus E Universitas Gunadarma, akhirnya saya tahu bagaimana caranya membuat foto cantik dengan hanya bermodalkan kamera hape. Wow, ternyata banyak banget yang belum saya ketahui. Nggak nyesel deh datang ke workshop ini. Biaya yang dikenakan sebesar Rp 250.000 per orang sudah termasuk makan, minum, dan merchandise. 


Saat saya sampai di lokasi jam 10 kurang, Mbak Ariana sudah ada di sana. Bahkan sudah ngopi cantik. Artinya, para peserta tak perlu menunggu kedatangan narasumber. Justru yang telat itu pesertanya sehingga workshop baru dimulai jam 11 kurang. Mbak Ariana membawa properti fotonya yang ada di dalam koper. Terlihat profesional, kan. Dia benar-benar menyiapkan semua kebutuhan fotonya dengan baik. 

Mbak Ariana mengatur barang-barang akan yang akan menjadi obyek foto beserta proopsnya. Sebelum beliau memberikan materi, kami dipersilakan memfoto dulu semua obyek yang sudah disusun dengan cantik. Saya kira foto yang saya hasilkan sudah bagus. Ternyata.... banyak salahnya! Setidaknya sekarang saya tahu kenapa sih foto saya nggak sebagus pada master fotografi di Instagram. 

Mba Talitha dari BeautyPicnic mengemukakan alasan diselenggarakannya workshop sebagai salah satu kegiatan BeautyPicnic yang ingin mengajak para wanita melakukan me time bermanfaat. Salah satunya menambah ilmu dalam hal fotografi. Me Time yang tak sekadar kongkow-kongkow tak jelas, tapi justru berguna mengupgrade diri agar menjadi wanita yang cantik luar dalam. Saya setuju dengan konsep ini karena saya juga nggak terlalu suka dengan kegiatan yang isinya hanya ngobrol tanpa tujuan. 

Talitha 


Sebelum Mbak Ariana berbicara, diperkenalkan dulu salah satu sponsor acara ini yaitu Bambu Spa Depok. Sebuah Spa di Depok yang menjadi surganya para wanita. Mbak Diana memperkenalkan salah satu fasilitas terfavorit di Bambu Spa yaitu Slimming Spa, alias Spa untuk melangsingkan yang klaimnya bisa menggerus lemak hingga 1 kg. Wah, saya jadi mau. Sebagai peserta acara ini, saya dapat voucher potongan harga Rp 100.000. 

Diana dari Bambu Spa Depok 

Tiba saatnya Mba Ariana memaparkan materinya yang diselingi dengan praktek. Ini dia beberapa hal penting yang harus disiapkan sebelum mengambil foto pakai smartphone: 

Cahaya 
Cahaya adalah hal paling penting yang harus dipenuhi sebelum kita memfoto sesuatu. Kalau nggak ada cahaya, sudah tentu fotonya jadi jelek. Jadi foto outdoor itu memang paling bagus karena cahanya sempurna. Kalau harus foto indoor, cari lokasi di dekat jendela dan ambil cahaya dari samping.

Reflektor
Reflektor itu bisa berupa cermin yang ditempatkan di seberang cahaya. Gunanya untuk menahan cahaya agar tetap berkumpul pada obyek. Selain cermin, ada juga reflektor ukuran besar yang dijual di marketplace dengan warna warni dari hitam, putih, dan emas.

Reflektor Hitam

Reflektor Putih 

Reflektor Emas 

Proops
Proops atau properti foto perlu disiapkan untuk menemani obyek foto agar terlihat lebih cantik. Proops harus memiliki kaitan dengan obyek foto. Misalnya, obyeknya Tahu Isi. Maka proopsnya adalah cabai rawit, alat untuk mengulek cabai, botol kecap dan kecapnya. Jangan gunakan proops gula karena tidak ada orang makan tahu isi pakai gula.

Tahu Isi dan Proops 


Alas Foto 
Obyek foto dan proopsnya disusun di atas alas foto yang ada beraneka macam varian. Ada alas bulu, kayu, dan yang kembali tren adalah solid color. Alas foto warna warni yang disesuaikan dengan obyek fotonya. Alas foto juga bisa dibeli di marketplace.

Alas Foto Solid Color Pink 

Angle atau cara pengambilan foto
Ada berbagai cara pengambilan. Eye Level yaitu foto diambil dari atas. Posisi 45 derajat dengan tubuh sedikit membungkuk agar seluruh obyek dapat difoto terutama obyek yang tinggi. Ingat, mengambil foto secara Portrait, bukan Landscape. Jangan memfoto dari jarak dekat karena obyek akan terlihat besar. Beri jarak agar obyek dan proops terfoto semua. Nanti bisa dicrop.

Ujicoba dengan post ke IG 
Setelah memfoto, langsung posisikan gambar di Instagram tapi jangan diposting dulu. Hanya dipaskan saja. Kalau sudah pas, baru bisa diedit.

Aplikasi Edit Foto 
Terutama yang digunakan adalah Snapseed dan VSCO. Foto harus diedit dulu sebagus apa pun kamera hapenya. Edit brightness, contrast, dan Saturation. Lalu edit per bagian dengan Selective. Jangan lupa tambahkan watermark. Yang semua itu ada di Snapseed. Untuk lebih sempurna lagi hasil editnya, edit lagi dengan VSCO.

Setelah diberikan materi dan contoh oleh Ariana, para peserta pun diajak mencoba mempraktekkannya..Di atas adalah hasil foto saya yang... tidak menang lomba hehe... Well, sepertinya belajar foto begini tidak bisa hanya dari membaca tulisan ini. Kalau nanti ada workshop Ariana lagi dari Beauty Picnic, teman-teman jangan lupa ikutan ya!


7 comments:

  1. Foto-fotonya mba Ariana itu tuh top banget deh, salut banget ama orang-orang yang pandai mengambil foto cantik, meskipun terlihat simple, tapi ternyata rempong dan butuh keahlian serta modal lainnya yaa :)

    ReplyDelete
  2. Urusan foto juga banyak ilmu yang harus dipelajari ya mbak. Itu kok harus portrait kenapa sih mbak? Oya, yg dimaksud tu props ya, properties gitu.

    ReplyDelete
  3. wah banyak yang bisa diserap ilmunya ya

    ReplyDelete
  4. Wah, nyesal aku gak ikutan . By the way makasih sharingnya mbak leyla jadi dapat ilmu��

    ReplyDelete
  5. Kuncinya dipraktek ya. Nuhun sharingnya.

    ReplyDelete
  6. Ternyata step by stepnya lumayan banyak juga ya mba.. selama ini aku cuma tak crop doang paling...

    Makanya fotonya juga cuma gitu2 thok.

    ReplyDelete
  7. Uwoh ternyata cermin jg ngaruh ya, patut dicoba bgt nih.

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....