Wednesday, December 5, 2018

Surat untuk Ismail yang akan Berulangtahun ke-11 di Tanggal 11 Desember



Assalamualaikum. Ismail, anak sulung Mama yang akan berulangtahun di tanggal 11 Desember. Anak pertama sekaligus cucu pertama yang sangat  dinantikan kehadirannya. Di bulan Desember 2018 ini, Ismail akan berulangtahun yang ke-11.

Alhamdulillah, masya Allah tak disangka Mama sudah punya anak menjelang remaja. Anak yang soleh, baik, dan penurut. Meskipun saat hamil dulu, Mama mengidam cukup parah sampai susah makan karena muntah-muntah.

Mama tidak langsung hamil setelah menikah. Sampai bosan rasanya diberi test pack oleh Ayah yang ingin melihat Mama lekas hamil. Bukan salah Ayah juga sih, karena Ismail adalah cucu pertama. Kakek dan Nenek pun ingin lekas dikaruniai cucu.

Akhirnya Mama hamil juga. Lagi-lagi Ayah maunya anak lelaki. Mama berdoa siang malam supaya anak yang Mama kandung ini laki-laki. Dan ternyata saat Ismail 5 bulan di perut Mama, Bidan bilang kalau Ismail itu perempuan. 

Walaupun begitu, Mama dan Ayah tetap menjaga janin di dalam perut. Bahkan Ayah membelikan banyak jajanan cokelat dan biskuit supaya Mama lahap makan. Setiap kali makan, akan Mama muntahkan. Mama juga dilarang makan makanan pedas dan mengandung MSG. 

Setelah usia 8 bulan di perut, akhirnya Mama melakukan USG 4 Dimensi dan jelaslah bahwa kamu laki-laki. Ayah senang sekali. Mama juga lega. Sekarang Ayah malah mau anak perempuan, karena semua anaknya laki-laki. 

Satu hal yang Mama sesali adalah tidak memberikan ASI yang cukup kepada Ismail, karena Mama keburu hamil Sidiq. Mama selalu sedih kalau ingat dulu Mama terpaksa menyapih Ismail di usia 5 bulan. Kamu menangis keras meminta ASI, tapi Mama tak bisa memberikan karena dilarang Bidan. 

Ismail memang dari segi fisik kurang tangguh dan mudah sakit, tetapi Ismail anak yang pintar dan penurut. Selalu mau dimintai bantuan, meski kadang mengeluh karena sering disuruh. Tidak sulit disuruh mandi dan salat. Juga selalu taat kepada perintah orangtua dan guru. 

Sebentar lagi Ismail remaja, semoga semua sifat baik itu tetap ada meskipun katanya remaja suka memberontak. Maafkan Mama ya karena dulu kurang memeluk Ismail, sebab sudah harus menyusui Sidiq. Ismail pun jadinya suka memeluk selimut, bahkan sampai sekarang.

Ismail adalah anak yang mengajari Mama dan Ayah untuk bersabar. Bersabar menanti kehadiranmu sekaligus belajar bersabar dari Ismail. Bayangkan pengorbananmu untuk mengalah dengan adik-adikmu. Kamu mengalah ASI-mu diambil adikmu, kamu mengalah pelukan untukmu juga diambil adikmu, bahkan sekarang juga kamu banyak mengalah kalau sedang bertengkar dengan adik-adikmu.

Mama juga sering lupa kalau usiamu dan adik-adikmu tidak terpaut jauh, tapi Mama memintamu bersikap seperti orang dewasa. Maafkan Mama ya Ismail. Itu karena Mama lelah dan butuh bantuan. Terima kasih karena selalu menurut dan membantu Mama. 

Mama lupa kalau Mama juga anak sulung yang menanggung beban lebih banyak daripada adik-adik. Semoga Ismail ikhlas membantu Mama dan Ayah. Kadang-kadang kamu marah karena harus selalu mengalah, dan Mama tidak menyadarinya. Padahal, tidak seharusnya hanya kamu yang mengalah.

Surat ini Mama tulis agar mengingatkan Mama untuk berlaku adil kepadamu.  Mama senantiasa berdoa agar Ismail senantiasa sehat, salih, berbakti kepada orangtua, dan dekat dengan Al Quran. Aamiin....




No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....