Wednesday, June 23, 2021

Berkurban di Tengah Pandemi bersama Superqurban

Assalamualaikum. Pandemi gelombang dua sedang mengganas, banyak terdengar berita orang meninggal karena Covid 19. Kita harus kembali mengencangkan protokol kesehatan yang sempat mengendur akibat kelalaian. Jelang hari raya Idul Adha, kita harus menahan diri dari kumpul-kumpul. Hm, padahal akan ada penyembelihan hewan kurban. Biasanya di tempat saya, kegiatan itu mengundang banyak orang yang ingin menyaksikan. Nah, makanya saat melaksanakan ibadah kurban nanti tetap harus menerapkan protokol kesehatan ya, seperti yang dilakukan oleh Rumah Zakat. 

Rumah Zakat

 

Seperti di tahun 2020 saat awal pandemi, Rumah Zakat juga telah menerapkan protokol kesehatan dalam pengelolaan hewan kurban. Tak hanya itu, hewan kurban diproses menjadi Superqurban, sehingga lebih tahan lama dan bisa disalurkan ke pelosok-pelosok desa yang penduduknya kesulitan menikmati hewan kurban. Tahun 2021 ini pun, Rumah Zakat akan melakukan pengelolaan hewan kurban dengan protokol kesehatan yang ketat. Sebagaimana dijelaskan oleh Bapak Nur Effendi, CEO Rumah Zakat dalam press conference tanggal 22 Juni 2012 melalui zoom meeting yang juga dapat disaksikan di channel youtube Rumah Zakat. 

Setelah melakukan protokol kesehatan yang ketat saat penyembelihan hewan kurban, daging kurban juga diproses menjadi Superqurban, yaitu dalam bentuk kornet dan rendang.  Semua orang yang terlibat dalam proses tersebut sudah dicek kesehatannya dan dipastikan tidak mengidap Covid 19. Serta tidak terjadi kerumunan sebagaimana yang bisa terjadi saat penyembelihan hewan kurban. Lalu, kenapa sih hewan kurbannya dikemas dalam bentuk kornet dan rendang? 


Rumah Zakat Superqurban


Pengemasan hewan kurban dalam bentuk kornet dan rendang untuk menghadapi ketahanan pangan dan memperluas distribusinya. Hewan kurban jadi bisa dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama dan tidak mengalami kerusakan saat disalurkan ke pelosok-pelosok desa. Apakah ini sudah sesuai dengan syariat? Insya Allah, sudah sesuai dengan fatwa MUI No. 37 tahun 2019 mengenai Pengawetan dan Pendistribusian Hewan Kurban dalam Bentuk Olahan sehingga manfaatnya bisa terasa lebih lama. 

Proses pemasakannya juga nantinya akan lebih praktis dan hemat, karena orang yang tidak mampu kan kesulitan memasak daging karena membutuhkan pemasakan lebih lama agar empuk. Belum lagi harus menambah bumbu-bumbu yang biayanya tak sedikit. Kalau sudah dalam bentuk kornet dan rendang, tinggal dihangatkan saja karena dagingnya sudah empuk dan berbumbu. Sebagai tukang masak di rumah, saya juga sangat terbantu dengan pengemasan hewan kurban menjadi kornet dan rendang ini, jadi tidak butuh waktu lama untuk memasak.

Rumah Zakat meluncurkan kampanye #DesakuBerqurban, bertujuan untuk menyalurkan Superqurban ke desa-desa di pelosok daerah yang tak tersentuh daging kurban. Nah, dalam penyalurannya itu, Rumah Zakat juga mengajak influencer dan relawan nih, salah satunya Adhin Abdul Hakim (aktor Haya The Movie), yang ikut menyalurkan hewan kurban ke pelosok Sulawesi Selatan.  Masyarakatnya tidak pernah menikmati daging kurban. Kondisi dusunnya sangat memprihatinkan, bahkan tidak ada sekolah di sana. Masjid pun baru diresmikan saat Adhin datang.

Adhin membawa Superqurban yang sudah dikemas dalam bentuk kornet dan rendang. Masa kadaluwarsanya hingga 3 tahun. Ternyata di pelosok-pelosok Indonesia masih banyak penduduk yang jarang makan daging sapi dan kambing, meskipun mereka beternak sapi dan kambing. Dagingnya tidak dimakan sendiri, tapi dijual untuk kebutuhan lainnya. Kehadiran Superqurban sangat membantu memenuhi kebutuhan mereka akan protein hewani. Kebayang nggak sih perbedaannya dengan kondisi kita di kota, biarpun nggak beternak sapi tapi masih mudah makan daging sapi. Tinggal beli rendang di warung padang. 

Dengan kondisi dusun yang masih sulit diakses, tak heran penduduk desa tidak mendapatkan pembagian hewan kurban secara merata. Di sana tidak ada listrik, air bersih, bahkan sekolah. Untuk bisa masuk ke sana, Adhin dan relawan Rumah Zakat lainnya harus menggunakan tenaga fisik yang besar semacam sedang berpetualang ke negeri antah berantah melewati sungai, gurun, dan lembah. Masya Allah, luar biasa ya. Untungnya daging kurban yang dibawa sudah dalam bentuk kornet dan rendang, jadi mudah membawanya dan tidak cepat rusak. 

Betapa bermanfaatnya ya kalau hewan kurban yang kita berikan itu bisa menjangkau pelosok-pelosok daerah yang penduduknya jarang makan daging kurban. Tak hanya itu, sebagai orang yang berkurban, kita juga masih bisa mendapatkan bagian dari Superqurban yang akan dikirimkan ke rumah. Jadi, kita bisa ikut mencicipi Superqurban.

Nah, kalau mau ikutan berkurban tahun ini langsung saja ke Rumah Zakat dan Desaku Berqurban. Caranya dengan klik Rumah Zakat, lalu klik Superqurban. Nanti kita diberikan pilihan mau berdonasi dalam Superqurban yang mana, apakah Kornet atau Rendang. Misalnya mau berkurban kornet kambing seharga Rp 2.700.000 atau 1/7 Kornet Sapi seharga Rp 2.850.000, dan masih banyak pilihan lainnya. 





No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....