Friday, April 27, 2012

Resensi Buku: Pemburu Rembulan


Pulau Bawean, apakah Anda merasa asing dengan nama ini? JIka ya, sebaiknya Ana membuka peta, eh membaca buku ini, Pemburu Rembulan. Buku yang berlokasi di sebuah pulau terpencil di tengah laut Jawa. Novel yang ditulis oleh Arul Chandrana, lelaki yang berwajah mirip Ahmad Fuadi ini, mengisahkan tentang petualangan Arul dan Amar di Pulau Bawean. Bukan tanpa sebab mereka mendatangi pulau itu. Jauh-jauh dari Gresik, Jawa Timur, Arul yang sudah pernah ke Bawean, diajak Amar, sahabatnya, dalam rangka mencari umbi Scrathopi. Umbi yang dipercaya dapat mengobati penyakit kanker sehingga bisa dijual dengan harga tinggi. Amar yang calon pengusaha, berniat merintis usaha budidaya umbi itu, yang konon banyak ditemukan di Pulau Bawean.



Dan sampailah kedua pemuda itu Pulau Bawean. Kita akan dihibur oleh kekonyolan keduanya dalam interaksi mereka dengan penduduk Bawean. Amar yang berpendidikan tinggi, sering melakukan kekonyolan-kekonyolan saat berinteraksi dengan penduduk Bawean yang tingkat pendidikannya rendah. Kemiskinan, karena hanya mengandalkan pekerjaan sebagai nelayan, membuat tidak banyak di antara mereka yang dapat sekolah tinggi.

Jika Amar sibuk merintis bisnisnya, Arul sibuk dengan anak-anak TPA di sekitar Pulau Bawean. Anak-anak itu diajar oleh Ustazah muda bernama Hirzi. Semula Arul mengira Hirzi berjenis kelamin lelaki, ternyata Hirzi seorang perempuan. Gaya mengajar Hirzi sama dengan gaya mengajar guru-guru zaman dulu, memakai rotan untuk menakut-nakuti, dan banyak kalimat mengancam. Sehingga, anak-anak bukannya pintar malah semakin tidak mengerti dan lamban menerima pengajaran. Arul menunjukkan cara mengajar yang lebih ramah dan mudah diterima anak-anak.

Sekilas, kita akan teringat Laskar Pelangi, saat membaca novel ini. Mungkin, ada sebagian dari isi novel yang terinspirasi oleh Laskar Pelangi. Selain dihibur oleh kekonyolan Amar, kita juga dibelai nuansa romantisme antara Arul dan Hirzi. Novel yang cukup tebal ini, 416 halaman, tak akan terasa dibaca karena terbawa kelucuan dan romantisme tokoh-tokohnya.

Sayangnya, ada sedikit kekurangan di dalamnya. Tujuan Amar berbisnis umbi, agak kurang dibahas. Hanya dibahas sekilas. Lebih banyak berisi kekonyolan dan nuansa romantisme Arul dan Hirzi. Apa pun, novel ini layak diberikan apresiasi sebagai debut pertama Arul Chandrana yang cukup berbobot, bermuatan edukasi, dan pantas dibaca semua kalangan.

Judul: Pemburu Rembulan
Pengarang: Arul Chandrana
Penerbit: Gradien Mediatama

1 comment:

  1. ternyata isinya jauh beda sama novel anak rembulan-nya djokolelono ya, mbak, hehehe.
    makasih resensinya :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....