Wednesday, March 27, 2013

Sensasi Kopi Membangkitkan Saraf-Saraf Otakku

Kopi dan puding buah naga
untuk makan siangku

Siang ini, kembali kusesap nikmatnya kopi Mocca di indera perasaku. Dalam seketika, semangatku terbangkitkan setelah sebelumnya meredup dilanda kelelahan dan kebosanan. Tak ada lagi gejolak di perutku, sebagaimana yang kurasakan bertahun-tahun lalu saat pertama aku mengenalnya. Cairan cokelat tua bernama kopi, memasuki lambungku dan meremas-remasnya hingga kurasakan tak enak di perutku.


Kudengar seorang teman kuliahku divonis menderita osteoporosis dini, karena selalu minum kopi lima cangkir sehari, membuatku bergidik ngeri. Namun tak dapat kutampik betapa nikmatnya cairan cokelat tua itu, saat menyentuh indera perasaku. Terlebih dia mampu membuat mataku tak terpejam semalaman saat begadang belajar untuk ujian esok hari. Selayaknya mahasiswa penganut sistem kebut semalam. Aku hanya mengkonsumsi kopi saat aku membutuhkannya untuk membuat mataku kuat begadang, selebihnya kubatasi diri, tak ingin menyusul temanku yang terkena osteoporosis dini.

Setelah menikah, suamiku melarang minum kopi, apalagi saat aku hamil. Padahal, justru aku ngidam minum kopi. Sesekali kulanggar perintah suamiku. Kubaca di buku tentang kehamilan, ibu hamil diperbolehkan minum kopi, asal tidak berlebihan. Maksimal dua cangkir sehari. Ah,  aku hanya satu cangkir, dan itupun tidak setiap hari. Alhamdulillah, anakku lahir sehat dan tidak apa-apa.

Aku suka kopi rasa Cappucino, Mocca, dan Brownies. Aku tak suka kopi hitam, karena efeknya sangat dahsyat, membuatku tidak tidur semalaman, lalu besoknya terkapar. Sebagai seorang penulis, kopi membantuku begadang untuk menyelesaikan tulisan. Tapi aku tak sering-sering begadang, karena kutahu tak baik untuk kesehatan. Apalagi aku harus membagi waktuku untuk mengurus rumah dan anak-anak. Bersama kopi, kumasuki dunia penuh imajinasi dan lautan kata-kata. Seandainya bisa, aku ingin menghabiskan bercangkir-cangkir kopi, tapi kutahu bahwa berlebihan itu tak baik. Maka, kubatasi hanya satu cangkir kopi sehari.

Kopi, sebagaimana minuman lain, memiliki efek positif dan negatif. Kafeinnya membuat kecanduan, tetapi juga mampu meningkatkan denyut jantung, menambah semangat dan gairah, antioksidannya dapat mencegah kanker. Bila berlebihan, kandungan asamnya dapat menyebabkan keropos gigi dan tulang, kesulitan tidur, juga konstipasi. 

Ah, sensasi kopi membuat inspirasi bermunculan. Membangkitkan sarah-saraf di otakku, yang mengalir ke jari jemariku, menari di atas tuts keyboard komputer tuaku. Kopi, aku merindumu, seperti langit merindukan pelangi. 




10 comments:

  1. aku malah pecandu kopiiii.. ikutan juga ah.. :)

    ReplyDelete
  2. aku juga suka kopi.....tapi selama hamil dilarang keras ma suami buat minum kopi ;(

    btw n busway kok aku malah ngiler liat puding buah naganya ya *bumil yang gagal fokus

    ReplyDelete
  3. wah, mau puding buah naganya doongg.. yummm!

    btw, sukses ga-nya yaaa

    ReplyDelete
  4. aku suka kopi, paling banter 2 cangkir sehari. kalo kelebihan biasanya lambung udah ga kuat,bun. hehe

    ReplyDelete
  5. Kopi kita memang asik, apalgi produk instantnya yg punya macam2 merk dg berbagai rasa. Mungkin krn itulah, kita juga punya buanyaak penulis produktif

    ReplyDelete
  6. kopi... oh...kopi, sungguh nikmat engkau :)

    ReplyDelete
  7. aku suka kopi tapi bukan kopi hitam ( komentar ke 3 )

    ReplyDelete
  8. mbak gambar kopinya kok keren, caranya gimana tuh :)thks ya mbak kalo sudi dijawab.

    ReplyDelete
  9. Terima Kasih Partisipasinya :)
    GOOD LUCK!

    Salam,
    Lisa Gopar

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....