Wednesday, July 16, 2014

Elita Duatnofa: Berbagi Semangat untuk Move On kepada Para Remaja


Elita Duatnofa
Sumber: Facebook Elita.Duatnofa
Masih teringat di memori saya tentang seorang remaja cowok yang membunuh ceweknya (pacarnya) gara-gara si pacar gak mau diajak bercinta. Banyak pula remaja yang rela mengakhiri hidupnya hanya gara-gara patah hati. Segitu kompleksnyakah problematika remaja sehingga berpikiran pendek dan instan? 


Untunglah, sejak kelas 1 SMP, saya udah suka nulis. Yup, nulis diary alias buku harian. Nulisnya benar-benar di buku harian yang warna-warni dan baunya harum ituh. Di dalam diary itu, saya tumpahkan semua perasaan sedih, senang, kecewa, gembira, dan sebagainya. Hasilnya, kegalauan saya lenyap seiring dengan habisnya tinta pulpen hehehe….

Move On, Gaes…. Mentang-mentang galau, jangan ambil jalan pintas dong! Mending ambil gadgetmu dan update status! Maksudnya, ambil gadget, baik itu hape, laptop, atau apa pun, trus ungkapkan kegalauanmu di sana. Siapa tau kan bisa jadi cerpen atau bahkan novel? Sepuluh tahun ke depan, kamu udah jadi penulis terkenal.

Nah, tema Move On itulah yang diusung oleh Elita Duatnofa, ketika meluncurkan program BAW Goes to School (BAW GTS). BAW Community ini semacam komunitas penulis (segala macam penulis: fiksi, nonfiksi, puisi, blog, peresensi buku, dan sebagainya) yang sudah berdiri sejak dua tahun lalu. Awal tahun ini, 2014, BAW mulai merambah kegiatan offline, yaitu terjun langsung ke lapangan, dan sasarannya adalah REMAJA. Elita Duatnofa sebagai ketua tim Humas pun mengusung tema Move On yang diambil dari judul buku nonfiksinya: Move On: Kecewa Berarti Kalah.

Di bulan Ramadan, kegiatan BAW GTS masih berjalan. Insya Allah, tanggal 19 Juli besok, tim Move On yang dipimpin oleh Elita Duatnofa, akan menyambangi SMK Wali Songo, Depok.

Elita Duatnofa di MTS Muhammadiyah 1, Depok

 Simak wawancara saya dengan wanita beranak tiga yang masih kelihatan imut ini, yuks….

 Apa yang membuat Mbak Elita kepikiran pengin bikin kegiatan BAW GTS?

"Saat ini sedang marak kasus remaja yang membunuh dan bunuh diri karena patah hati atau kecewa, baik itu kecewa karena cinta ataupun hal lain. Setiap menonton TV, beritanya selalu tentang itu. Saya merasa miris dan terus kepikiran sampai beberapa hari. Ingin sekali melakukan sesuatu dan tak hanya bisa menonton lalu mengasihani. Bagi saya, hal itu menjadi tanggung jawab saya juga. Itulah yang mendasari saya mengusung tema Move On yang kemudian dipadukan dengan sharing dunia menulis untuk remaja."

BAW Goes to School kan ada hubungannya dengan buku Move On karya Mbak Elita. Apa yang disampaikan Mbak Elita dalam buku Move On?

"Apa yang saya sampaikan dalam buku "Move On! Sebab Kecewa Berarti Kalah" juga saya sampaikan kepada remaja-remaja itu, yaitu tentang kiat-kiat move on di setiap masalah yang mereka hadapi, dan tetap menghargai diri sendiri sekalipun sedang patah hati, tidak boleh menilai diri sendiri rendah. Hanya saja 8 kisah nyata yang bercerita tentang proses yang dilalui seseorang untuk move on, tidak bisa saya ceritakan di BAW GTS dan hanya bisa mereka simak dengan membaca bukunya."

Dari mana pendanaan kegiatan BAW Goes to School, karena sekolah dan peserta tidak dipungut biaya apa pun?

"Soal dana, awalnya memang saya dan tim (Vina, Sari, Viana, Sholich, dll) menggunakan dana pribadi untuk transport, biaya cetak proposal, dan lain-lain. Tapi kemudian teman-teman di BAW ikut membantu dengan iuran bulanan yang diberikan secara sukarela. Dana itulah yang kemudian kami gunakan untuk keperluan BAW GTS, dan itu sangat membantu."

Selain sebagai penulis, apa saja kegiatan Mbak Elita?

"Selain menulis, kegiatan saya yang lain adalah mengajar siswa SD & SMP dari hari senin-sabtu. Juga menjalani usaha coklat kecil-kecilan yang saya beri brand "Chocolieta". Saya juga tetap mengurus anak-anak saya sendiri mulai dari antar jemput sekolahnya, menyiapkan makanan, sampai menemani belajar dan hafalan juz 'amma."

Jika sibuk, kok masih sempat mengadakan acara gratisan macam BAW Goes to School?

"Saya merasa, sesibuk apa pun... setiap individu berkewajiban untuk mengambil peran di masyarakat. Peran seperti apa, hanya perlu disesuaikan dengan individu tersebut sesuai dengan karakter dan minat. Dengan cara apa saja boleh, yang tidak boleh itu jika tidak mau berperan sama sekali. Ruang lingkupnya juga berbeda-beda satu sama lain. Kebetulan saja saya tertarik memperhatikan dunia remaja dan senang jadi teman curhat mereka."
                                                                                        
Sekolah mana saja yang sudah didatangi oleh BAW Goes to School?

"Alhamdulillah, sekolah yang pernah kami datangi adalah MTs Muhammadiyah 1 Depok, SMAN 92 Cilincing Jakarta Utara, dan dalam waktu dekat ini kami juga akan mengunjungi SMK Wali Songo Depok. Tapi sekolah-sekolah lain sudah terdaftar dan menunggu jatah untuk dikunjungi."

Apa kesan-kesannya setelah berbagi kepada para remaja mengenai Move On?

"Setiap kali BAW GTS selesai dilaksanakan, saya dan teman-teman merasakan sesuatu yang tidak mudah dijabarkan. Ada rasa lega, puas, juga tenang dan gembira yang melebur jadi satu. Tapi yang pasti, kami merasa dengan berbagi kebahagiaan kami semua jadi bertambah. Dari situ saya yakin, bahwa seseorang akan menjadi lebih bahagia jika menyadari dirinya bisa berguna buat orang lain."

Ada pengalaman menarik gak setelah berbagi tentang Move On kepada remaja?

"Ya, ada. Sejak berbagi tentang move on pada remaja, followers remaja saya juga makin bertambah. Hehehe. Saya juga jadi dijuluki oleh beberapa teman sebagai pakar move on."

Apakah kegiatan ini mengganggu tugas utama Mbak Elita? Sejauhmana dukungan keluarga?

"Mengganggu sih tidak terlalu, kalau jadi makin repot mungkin iya. Tapi itu resiko, dan bisa dicari solusinya. Alhamdulillah keluarga pun sangat mendukung. Waktu untuk anak-anak dan suami masih bisa diatur. Apalagi tim GTS juga cukup solid, semua saling bahu membahu dan saling melengkapi. Jadi saya tidak mengerjakan semuanya sendirian."

Ini kan kegiatan amal. Apa yang memotivasi Mbak Elita untuk berbagi?

"Setiap orang harus berbagi apa yang mereka miliki pada orang lain. Kalau beramal dengan uang, saya tentu tidak punya banyak sehingga amal saya pun jangan-jangan tidak banyak. Program BAW GTS ini menjadi salah satunya yang kami harapkan bisa menjadi ladang untuk memanen ridho Allah."

Jika ingin sekolahnya didatangi oleh tim Move On BAW Goes to School, bisa menghubungi ke mana?

"Jika ingin didatangi tim BAW GTS, bisa menghubungi saya via email elieta.duatnofa@gmail.com."

Demikian wawancara saya dengan Elita Duatnofa. So, para remaja, yuk kita ikuti jejak Mbak Elita, Move On dengan menulis. Jangan lupa menanamkan #SemangatBerbagi, apalagi di bulan Ramadan ini di mana semua pahala dilipatgandakan. 

Saya (kerudung putih), Elita Duatnofa (kerudung biru)



















4 comments:

  1. Kreatif ya berbagi dalam bentuk motivasi. :)

    ReplyDelete
  2. Kegiatan yang bermanfaat. Saya juga suka nulis lho kak. Ikut di komunitas kepenulisan juga

    ReplyDelete
  3. semangat berbagi, memunculkan semangat berkarya ^_^

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....