Thursday, July 17, 2014

Ramadan Penuh Warna, Penuh Makna dengan Limpahan Berkah dan Kebaikan

http://muzy.com/

Ramadan tahun ini benar-benar momen penuh warna bagi saya.  Ada banyak  berkah yang saya dapatkan sejak memasuki bulan Ramadan. Ada banyak kegiatan juga yang harus dilakukan, baik itu sebagai individu, seorang ibu, dan seorang penulis. Sebagai individu, saya berniat meningkatkan amal ibadah di bulan ramadhan ini. Penginnya sih ibadah-ibadah sunah ditambah; membaca Al Quran, salat sunah, dan sedekah. Tahun lalu, kondisi fisik dan waktu tidak begitu bagus karena sering drop dan tidak punya asisten rumah tangga. Alhamdulillah, tahun ini ada si bibi yang membantu pekerjaan sehari-hari, jadi bisa lebih ringan menjalankan ibadah puasa dan beraktivitas sehari-hari.


Saya juga berkomitmen tidak akan melewatkan sahur satu hari pun. Tahun lalu, saya ingat betul pernah ketinggalan sahur. Akibatnya, seharian berpuasa tanpa sahur, rasanya lemaaas sekali. Sahur itu memang penting. Makanya harus jaga-jaga setel alarm dan tidak tidur terlalu larut. Alhamdulillah, sampai hari ke-18 ini, masih bisa sahur walaupun hanya tersisa waktu 30 menit, lumayanlah daripada tidak sahur sama sekali, ehehehe….

Sebagai penulis, tiga buku saya juga terbit dalam  waktu berdekatan di awal bulan Ramadan. Dua buku antologi bertema Ramadan: Serunya Puasa Ramadhan di Luar Negeri dan Once More Ramadhan, serta satu novel remaja berjudul Aku, Juliet. Semoga saya konsisten menulis hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi orang banyak.

Ramadan tahun ini, saya juga sedang mencoba melatih anak-anak untuk ikut berpuasa. Usianya baru 6,5 dan 5,5 tahun, tapi belajar puasa tak ada salahnya, kan? Awalnya mereka masih menolak, apalagi bangun sahur susah sekali. Untuk membuat mereka lupa sedang berpuasa, saya ajak ngabuburit ke mall. Sebenarnya sih suami sekalian mengurus asuransi mobil yang kena serempet motor orang, eh ternyata di mall itu sedang ada pameran alat-alat peragaan IPTEK.  Gratis, pula. Wah, kesempatan nih. Jadi, anak-anak bisa dapat hiburan tak sekadar jalan-jalan.

Ngabuburit ke Pameran IPTEK
#MomenPenuhWarna
Pameran IPTEK itu diadakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Macam-macam deh alat-alat peragaan IPTEK yang dipamerkan. Ada pendulum, alat penerka tanggal lahir, bola terbang, sampai pembuat halilintar. Wuiiih… keren, yah. Sayangnya, si sulung sudah merintih-rintih minta makan. Kami coba bujuk-bujuk dia supaya tahan nunggu azan zuhur, kan dia puasanya sampai zuhur dulu. Setelah buka, baru diteruskan lagi puasanya, gitu. Namanya juga baru belajar puasa. Akhirnya, dia nangis deh, yaaah… batal puasanya.

Setelah “buka puasa,” kami pun melanjutkan perjalanan ngabuburit akhir pekan itu, lalu pulang ke rumah menjelang waktu berbuka puasa magrib. Tadinya kami mau sekalian nyari baju lebaran (baru dua hari puasa, udah mau lebaran hehe…), tapi berhubung THR belum turun, ya nanti saja deh. Alhamdulillah, puasa di minggu pertama berjalan lancar. Minggu berikutnya, 6 Juli 2014, saya menjadi pembicara di peluncuran buku terbaru bersama tiga orang penulis lain. Acaranya sengaja dijadwalkan jam ngabuburit, alias jam 4 sampai 6 sore. Biar sekalian buka bersama.

Wow, toko buku rupanya penuh sekali di jam ngabuburit! Hampir saja tidak kebagian parkir mobil. Sempat “diusir” satpam, disuruh pindah ke tempat parkir lain. Suami saya sampai bilang, “Istri saja mau jadi pembicara, Pak.” Syukurlah, itu satpam mengerti dan memberikan sedikit tempat parkir. Sebelum acara dimulai, anak-anak mencari buku untuk mereka sendiri. Alhamdulillah, karena sejak kecil sudah dibiasakan membaca buku, jadi kalau ke toko buku itu mereka antusias sekali. Pasti sibuk cari buku untuk sendiri. Diskonnya juga bombastis. Harga buku sangat terjangkau dari harga Rp 3.000! Tak ada alasan lagi tidak beli buku untuk anak-anak. Buku sumber ilmu, penting baca buku. Ya, kaaan…..

Acara peluncuran buku pun berjalan dengan lancar. Anak-anak tidak rewel menunggu saya menjadi pembicara. Yang kecil diasuh ayahnya. Si sulung malah anteng menyaksikan mamanya berbicara di panggung. Di akhir acara, mereka malah ikut foto-foto dengan semua penulis dan tim dari penerbit. Seruu bangeet. Si bungsu malah penasaran sama mix yang saya pegang. Semoga aja kelak mereka berani bicara di depan panggung, karena melihat ibunya cuap-cuap. Saking senangnya, pas jam berbuka puasa, saya sudah tidak merasakan lapar walaupun belum buka. Tapi tetap harus buka puasa, dong…. Panitia juga sudah menyediakan takjil gratis. Setelah itu, kami juga ditraktir buka  bersama, yeaay!

Peluncuran buku terbaru
#MomenPenuhWarna
Hari Seninnya, 7 Juli 2014,  hari pertama si sulung masuk ke sekolah dasar. Saya sudah pasti dapat tugas mengantar dan menunggui di sekolah. Untung bulan puasa, jadi bisa bangun dari sebelum subuh. Si kakak agak susah bangunnya, mungkin karena kecapaian habis menemani mamanya talkshow. Syukurlah, dia mau ke sekolah. Minggu depannya, 14 Juli 2014, dia sudah  pakai seragam sekolah yang baru. Haru rasanya melihat anak pertama sudah duduk di  bangku sekolah dasar. Adiknya juga baru masuk TK. Jadi gantian deh saya menunggui adiknya. Yang lucu, dia belum punya celana putih, sedangkan hari Senin itu harus pakai celana putih dan baju batik. Syukurlah, dia tetap percaya diri, walaupun berbeda sendiri dengan teman-temannya. Besoknya, dia sudah tak perlu diantar lagi ke sekolah.

Si sulung masuk SD, si tengah masuk TK :D
#MomenPenuhWarna
Masih ada banyak kegiatan lain menanti saya di bulan Ramadan tahun ini. Salah satunya, menjadi pembicara dalam acara pelatihan menulis di SMK Wali Songo, Depok, tanggal 19 Juli besok. Semoga menjadi amal ibadah saya di bulan Ramadan ini, karena berbagi ilmu kepada adik-adik SMK. Aamiin….


Official Twitter @Telkomsel












3 comments:

  1. berkah banget nih ya mbk,kesana kemari hehehe
    sukses untuk kontesnya^^

    ReplyDelete
  2. Hehe, jadi inget beberapa tahun lalu waktu ponakan saya masih belajar puasa.. pernah dia diam2 mau makan kue lebaran tapi keburu kepergok saya.. ngga jadi batalin puasa deh. Semoga anak-anak mbak Leyla tetep semangat belajar puasa :D

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....