Sunday, April 2, 2017

Cara Mudah Ngeblog Tanpa Baper (Bawa Perasaan)


Assalamualaikum. Kemarin, saat membuka timeline Facebook, saya membaca status seorang teman: "Blogger sekarang isi tulisannya pesan sponsor semua ya. Udah jarang yang nulis curhat dan catatan pribadi lainnya." 

Eaaa... Kalau menurut saya, blogger sekarang banyak dikritiknya. Dulu waktu saya baru ngeblog di tahun 2012, saya nggak dengar cibiran-cibiran semacam itu. Saya ngeblog dengan santai. Mau ngisi blog dengan apa pun, termasuk copas blog lain. 

Eh, saya pernah copas? Iya pernah, karena belum tahu etikanya. Saya copas info lomba blog dari blog penyelenggara. Saya sadarnya kalau itu bermasalah karena tampilannya di blog saya kok jadi jelek kayak ada stabilonya. Saat saya tanya ke teman yang duluan ngeblog, jawabnya karena saya copas langsung. 

Niat copas cuma untuk menyimpan informasi lomba itu di blog saya supaya saya ingat dan ikutan, tapi lama-lama saya sudah nggak pernah lagi menyimpan info lomba blog di sini karena kecenderungannya sudah berubah. 

Jadi, awal ngeblog dulu mulanya untuk curhat. Saya tulis semua kegiatan sehari-hari yang hanya mengasuh anak itu di blog ini. Kemudian saya kenalan dengan blogger lomba, dan saya mulai ikutan lomba blog. Terakhir, sekarang saya jadi sering ikut event dan menulis reportase. 

Rupanya, tabungan tulisan saya dulu, yang ikutan lomba blog, yang cuma curhat-curhat, membuat blog ini agak berkualitas di mata google. Misalnya dari segi google Analytic, domain authority, Page rank, dan Alexa rank. Dan itu berdampak pada datangnya penawaran dari sponsor yang masuk melalui email. 

Di sisi blog memang saya berikan email saya dan penjelasan bahwa saya menerima sponsored post. Berhubung ngeblognya santai, ya suka-suka dong ya mau mengisi dengan sponsored post pun. Kan blogger butuh dana juga buat beli pulsa. 

Alhamdulillah, walaupun masih recehan tapi lumayan. Saya bisa dapat pemasukan dari sponsored post, content placement, dan sesekali reportase event. Yang mana aja deh asal happy dan nggak dijadikan beban. Apalagi sampai baper-baperan. 

Sekarang yang lagi nge-hits itu blogger event atau blogger reportase yang diundang ke acara-acara untuk menulis liputan. Saya juga sesekali ikutan, tapi bukan kemudian dijadikan satu-satunya pemasukan sampai baper dan gontok-gontokan. 

Tiga tahun pertama ngeblog, sama sekali nggak pernah ikut event. Anak-anak masih balita membuat saya nggak bisa meninggalkan rumah. Memang ada blogger yang datang ke event bawa anak, tapi anak saya ada 3 bo. Kecil semua. Ya nggak bisa dibawa semua. 
Suami juga termasuk suami yang protektif dan posesif. Saya nggak boleh ke mana-mana, di rumah aja. Mungkin karena dia juga nggak mau lah ya ditinggal dengan anak-anak balita. Baru dua tahun terakhir ini, suami kasih izin.

Awalnya, sebulan sekali ikut event. Kemudian dua minggu sekali. Dan sekarang seminggu dua kali. Jarang mengambil lebih dari itu, paling banyak seminggu 3x, tapi yang seharinya ada 2 acara. Jadi, seminggu hanya dua hari saja ikut event. 

Itu karena pekerjaan di rumah juga sudah banyak, kewajiban tetap lebih banyak berat di rumah, dan kondisi fisik nggak memungkinkan karena ikut event itu pasti capek kan. Salut deh buat emak-emak yang bisa ikut event hampir tiap hari, energinya luar biasa. 

Saya juga punya pikiran lho, nanti kalau si kecil udah sekolah dasar (yang mungkin mengikuti kakaknya sekolah sampai sore), saya bisa nih sering-sering ikutan event. Tapi itu baru pikiran, karena masih setahun lagi dan nggak ada yang tahu tahun depan keadaannya bagaimana. 

Bisa aja saya sudah nggak tertarik ikut event-event, bisa aja suami ngajak pindah ke Mekkah (aamiin), bisa aja saya punya kerjaan lain yang menantang, dan lain sebagainya. Buat saya, banyak keuntungan ikut event, bukan hanya dapat fee, goodiebag, dsb. Tapi ya juga nggak perlu dipaksakan kalau keadaan belum memungkinkan, seperti masih harus menjaga anak atau orangtua. 

Baper melihat blogger lain wara-wiri ikut event, itu perasaan yang pernah saya alami juga sewaktu belum bisa ke mana-mana. Blogger daerah pasti juga sering baper melihat blogger Jabodetabek kebanjiran undangan event. Tapi ya kembali lagi ke tujuan ngeblog. Ngeblog itu sebenarnya santai aja. Nggak bisa nulis liputan event, ya tulis aja yang lain. 

Banyak hal yang bisa ditulis, tergantung kesukaannya deh. Misalnya: 
  1. Curhat: blogger curhat sedang ditunggu-tunggu nih seperti status teman saya itu. Padahal dulu blogger curhat juga dicibir. Ngeblog kok isinya curhat terus. Curhat yang positif ya tapi jangan terlalu imajinatif. Kalau mau fiksi, ya fiksi sekalian. Jangan fiksi dicampur non-fiksi. Seolah itu kehidupan kita, padahal bukan. Mengaku punya suami bule dan anak kembar bule, sampai semua orang percaya itu beneran. Ternyata hanya tes pasar untuk calon novel. 
  2. Resep masakan: ibu-ibu yang suka masak dan memfoto hasil masakannya, jangan hanya dipajang di Instagram. Nggak susah sebenarnya diposting di blog dengan sedikit opening dan langsung kasih bahan-bahan dan cara membuatnya. Resep masakan itu trafiknya tinggi, banyak yang mencari. Bagus untuk blog. Pasang adsense, banjir dolar deh. 
  3. Review produk: widih masa review produk nggak dibayar? Ya awalnya nggak dibayar, nanti lama-lama bisa dateng tuh sponsor yang menawarkan kerjasama. Serius? Ya itu saya. Tiba-tiba ada yang kirim email meminta produknya direview karena dia melihat review produk lain di blog ini. Selain mendapatkan produk gratis, saya juga dapat fee. Asyik, kan. Review produk yang tinggi trafiknya adalah kosmetik dan perawatan tubuh. Awal mereview itu karena ikutan lomba blog dan nggak pernah menang dong. Eh ternyata trafiknya tinggi. Selain bagus untuk blog, juga mendatangkan sponsor. Makanya kalau ada yang tanya kenapa sekarang saya jadi Beauty blogger juga, ya itu jawabannya hehe....
  4. Jalan-jalan dan Wisata Kuliner: saya mah santai, walaupun jalan-jalannya bukan ke Korea, tetap saya posting di blog. Makan bakso di warung depan rumah pun saya posting. Lah, itu aja vlognya Raditya Dika bisa banyak penontonnya, padahal isinya cuma makan-makan di restoran. Bagi google, yang penting kuantitas tulisan. Semakin banyak tulisan orisinal di blog kita, semakin baguslah Alexa ranknya. Dan catatan jalan-jalan dan Wisata kuliner itu juga banyak pembacanya. 
  5. Lain-lain: masih banyak tema lainnya, sebut saja parenting, keuangan, otomotif, dan sebagainya yang bisa dijadikan bahan tulisan di blog. 


Blognya perlu dibikin niche (tema) khusus atau enggak? Ya itu kembali kepada si empunya blog. Terserah aja. Mau dibikin tema, boleh. Mau campuran juga nggak ada yang melarang. Kalau dibikin tema berarti harus menyediakan banyak waktu untuk ngeblog. Bayangkan kalau punya 5 blog dengan tema khusus, ada yang khusus parenting, khusus resep masakan, khusus traveling, dsb. Kalau masih berat melakukannya, ya santai aja ngeblog di blog campuran. Dananya juga mesti kencang. Kalau semua dibikin top level domain, berarti tiap tahun harus bayar berapa biaya sewanya? 

Demikian cara mudah ngeblog tanpa baper ala saya. Yang selalu saya ingat adalah, "masing-masing orang memiliki rejekinya sendiri dan takarannya tidak sama. Jadi tidak usah membandingkan rejeki yang kita dapat dengan rejeki orang lain."




16 comments:

  1. Soal copas info lomba, aku banget itu, dulu suka nyimpan info lomba di blog hehe... Blogku curhatan banget Mbk ��

    ReplyDelete
  2. Ngeblog yang bikin hati kita hepi deh pokoknya ya. Mau ngehepiin hati semua orang jelas mustahil *apa sih bahasaku ini* :D

    ReplyDelete
  3. Kok saya selama ini dateng ke event blogger ga pernah dapet fee ya? :D Eh, pernah sih sekali...

    ReplyDelete
  4. Saya pun masih ngeblog dengan santai surantai Mbak.. hehehe. Tahun ini kepengennya lagi banyak nulis tentang catatan perjalanan. Meskipun jalan-jalannya baru di sekitar Bandung doang. Hehe

    ReplyDelete
  5. males ah sama yg suka nyinyir. Eh,
    Semoga kita dijauhkan yah.

    Gapapalah tjurhat, ujung2nya dapet duit ... hihii...

    Aku tuh pasang ads, dpt koq ya ga banjir2 dolar yah? Duh, ngeblog itu sebenernya ga mudah ya, Mba Leyla. Peer nya banyak, apalagi perjuangannya. Jadi ga perlu lah dibaper2in.

    ReplyDelete
  6. Aku nggak baper ama temen blogger yang sering ke event. Karena aku tau abis itu bakal banyak tanggungan nulis report dan itu emang repot haha

    ReplyDelete
  7. Setuju banget mba. Rejeki itu sudah ada jalannya masing-masing. Alhamdulillah kalau ada rejeki dari ngeblog ya mba :)

    ReplyDelete
  8. Yang penting ñgeblog dan terus berkarya ya mbak Ela ☺

    ReplyDelete
  9. Setuju mbak..Aku ngeblognya malah baru mulai aktif lagi....nggak ngoyo..Ada ide dan waktu ya nulis gitu aja

    ReplyDelete
  10. Wah, mbak Leyla... pas banget ini. Saya minder mau nulis curhat mulu di blog. Ternyata gapapa ya malah bagus asal nyata. Hihihi... baiklah. Curhat lagi di blog :D

    ReplyDelete
  11. Sekarang-sekarang ini aku mulai baper mbak.. secara faktor U. Rasanya mau pensiun aja

    ReplyDelete
  12. Wah blog aq bgt tu mba,isi nya info ttg lomba trua curhatan gak jls

    ReplyDelete
  13. Hihihi aku blogger 2-3-4-5, MBak. Kalo buat curhat, pakai blog yg tersembunyi

    ReplyDelete
  14. Saya event malah kalau bisa seminggu sekali aja, takutnya numpuk setoran link-nya, haha... Punya banyak blog saya juga belum sanggup. Harus bagi waktu dengan ngajar juga.

    ReplyDelete
  15. Aku juga selama ini heppi, hahahah. Paling ya baper2 dikit boleh lah, wkwkwk

    ReplyDelete
  16. Jarang baper,otak udah penuh kerjaan ampe ngerumpi aja akhir akhir ini gak sempet dah hihihi

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....