Saturday, April 15, 2017

Karena Senyummu Aku Hidup



Pengalaman melahirkan anak pertama adalah pengalaman yang paling berkesan, menjawab pertanyaan apakah melahirkan itu sakit. Siapa yang tidak takut melahirkan, apalagi untuk pertama kalinya? Semua ibu di sekitar saya juga mengatakan bahwa proses melahirkan anak pertama adalah proses yang paling menyakitkan dibandingkan dengan saat melahirkan anak kedua, ketiga, dan seterusnya. 


Bukan bermaksud menakut-nakuti ibu yang akan melahirkan untuk pertama kalinya. Tapi secara logika memang kenyataannya demikian. Pertama kali hamil, pertama kali melahirkan, adalah momen menegangkan yang hanya bisa terjawab setelah terjadi. Lain halnya saat melahirkan anak kedua, ketiga, dan seterusnya, kita sudah tahu bagaimana rasanya. Rasa sakit juga tidak terlalu, karena jalan lahir sudah pernah dilewati oleh anak pertama.

Senyum yang membuatku hidup

Itulah mengapa, anak pertama terasa istimewa. Sekali lagi, bukan bermaksud membandingkan dengan anak kedua, ketiga, dan seterusnya. Namun, kenyataannya memang anak pertama adalah anak yang ditunggu-tunggu setiap orangtua yang ingin memiliki anak. Anak yang diistimewakan sejak dari kandungan, karena akan menjadi penerus generasi yang pertama di dalam keluarga itu. 

Apalagi setelah menunggu 4 bulan, disertai dengan beberapa kali mengecek ke dokter dan hasilnya zonk. Begitu tahu hamil, aku dan suami sangat bahagia. Pertanyaan dari mertua tentang "kapan hamil?" pun bisa berhenti dengan sendirinya. Maklum, suamiku adalah anak pertama di keluarganya dan generasi pertama yang menikah. Jadi kehadiran cucu pertama sangat ditunggu-tunggu.

Proses mengidam yang luar biasa, bahkan pernah pingsan di jalan, merupakan momen yang masih terkenang hingga kini. Tak sesuap nasi pun dapat masuk ke perutku tanpa dimuntahkan kembali. Suami mengepel muntahan itu dengan sabar, padahal dia orang yang mudah jijik. Demi anak pertama, kami menjalani proses itu dengan bahagia. Pokoknya, segala aral melintang akan dilewati agar bisa mendengar tangis si kecil. 

Hingga tibalah hari itu, hari di mana aku berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkannya. Ucapan ibu mertua bahwa melahirkan itu seperti buang air besar, tidak terbukti. Yang pasti, aku sampai minta mati saja sewaktu proses melahirkan. Alhamdulillah, Allah tidak mengabulkan ucapan zalimku itu. Ucapan yang terlontar di tengah rasa sakit luar biasa karena baru dialami pertama kali. 

Dia pun lahir setelah 3 jam perjuangan menahan rasa sakit yang seperti mengumpulkan jarum dari dalam jerami. Lama sekali. Rasa sakit langsung hilang (kemudian kembali lagi saat bidan menjahit jalan lahir), apalagi sewaktu bidan memperlihatkan sosoknya kepadaku. Sosok yang terbungkus kain bedong, beratnya hanya 2,6 kg. Dia tersenyum untuk pertama kalinya, setelah tadi menangis panjang. Ya, dia tersenyum.

Saat melihat senyumnya itulah, aku memohon ampun atas perkataanku sebelumnya. "Ya Allah, aku ingin hidup lebih lama agar bisa merawat dan mengasuhnya. Aku ingin melihat senyumnya terus sampai dia dewasa," doaku, sungguh-sungguh. Karena senyumnya itulah, aku hidup. I can't smile without you. Aku akan melakukan usaha terbaik sebagai ibu untuk tetap membuatnya tersenyum.

Ismail dan Senyum yang Hilang
Alhamdulillah, dia tumbuh menjadi anak yang cerdas dan pandai bicara. Di usia 5 tahun, dia sudah memiliki dua adik. Dari semua perjuangan membesarkannya, yang paling sulit adalah saat dia susah makan. Banyak penyebabnya. Dari mulai picky eater (pilih-pilih makanan), sakit panas, sakit gigi, sampai sakit sariawan.

Ismail itu banyak bicara, padahal dulu umur 2 tahun telat bicara sampai kami sempat bermaksud membawanya ke dokter tumbuh kembang. Setelah adiknya lahir, entah bagaimana, dia jadi banyak bicara. Mungkin karena ada teman bicara yang usianya hanya terpaut setahun. Rumah kami pun ramai sekali dengan celotehan dan tawa canda anak-anak.

Saat senyumnya hilang

"Ismail, ayo ngomong, dong!" desak Sidiq, adiknya, ketika anak sulungku itu tiba-tiba tak mau bicara. Ismail hanya menggeleng-geleng saja.

"Ismail, ayo  ngomong!" Sidiq mendesak sambil menggoyangkan tubuh kakaknya. Walaupun mereka kakak beradik, tapi Sidiq jadi terbiasa menyebut nama kakaknya tanpa embel-embel "Kak" sejak Ismail menyebut dirinya sendiri dengan nama. Padahal dulu kami membiasakan mereka dengan sebutan "Kakak-Dede."

"Nggak mau!" Ismail berteriak, sambil memegangi mulutnya. "Sakiiit...."

Hm, jadi itu penyebabnya Ismail tidak mau bicara.

"Apa yang sakit?" tanyaku.

Ismail menunjuk mulutnya.

"Coba buka,"

Awalnya Ismail takut-takut membuka mulutnya, setelah  berhasil kulihat ternyata ada benjolan kecil di bibir bagian dalam. Sariawan. Berdasarkan informasi yang kudapatkan dari www.aloclair.id, sariawan adalah penyakit mulut yang disebabkan oleh Jamur Candida Albicans. Pemicu sariawan di antaranya:

Tidak Menjaga Kebersihan Mulut dengan Baik
Ismail agak sulit diajak menyikat gigi. Dia sering pura-pura lupa menyikat gigi kalau tidak diingatkan. Caranya menyikat gigi juga tidak benar, karena hanya sekadarnya. Bibirnya sering terluka karena kesalahan saat menyikat gigi. Luka itupun berkembang menjadi sariawan.

Kurang Vitamin C
Vitamin C salah satunya berasal dari buah-buahan dan Ismail kurang suka makan buah. Buah yang disukainya hanya tertentu saja, seperti apel dan anggur. Memang kami harus rutin memberikannya buah.

Kekebalan Tubuh Menurun
Hal lain yang menyebabkan Ismail menderita sariawan adalah saat kekebalan tubuhnya menurun dan tidak enak badan.

Untuk anak dalam masa pertumbuhan, sariawan bisa menjadi serius karena dia jadi susah makan. Aku juga sedih melihat senyumnya yang menghilang. Bagi seorang ibu, senyum anak-anak adalah penyemangat. Kalau anak-anak tak bisa tersenyum, semangat Ibu pun hilang.

Sariawan juga bisa berkembang menjadi serius kalau tidak ditangani dengan baik, salah satunya kanker mulut. Aku teringat almarhumah ibuku alias neneknya Ismail, meninggal dunia karena kanker mulut. Mulanya, ibuku itu terkena sariawan menahun yang sembuh sebentar, lalu kambuh lagi. Karena tidak terobati dengan baik, sariawan itu menjadi kanker mulut. Ibuku pun meninggal dunia karena kanker mulut.

Obat sariawan apa yang bisa kuberikan kepada Ismail? Jangankan minum obat, diajak membuka mulutnya saja dia tidak mau karena perih. Alhamdulillah, aku mendapatkan rekomendasi untuk mencoba Aloclair Plus. Obat sariawan dari bahan tradisional, yaitu Aloe Vera. Aku mencoba Aloclair Plus Gel untuk Ismail. Bentuknya seperti gel. Ketika dioleskan ke luka sariawan, gelnya akan membentuk suatu film pelindung yang menutupi ujung persyarafan dari suatu lesi (luka sariawan), tujuannya untuk menghindarkan dari iritasi dan mengurangi nyeri.


Cara pemakaian: keluarkan 1 atau 2 tetes gel sehingga menutupi seluruh ulkus atau lesi rongga mulut. Hindarkan kontak langsung aplikator dengan lesi. Jangan menyentuh lesi dengan lidah minimal 2 menit sampai terbentuk selaput pelindung. Tutup tube setelah digunakan. Dapat dipakai 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan. Dilarang makan dan minum minimal sejam setelah pemberian.


Awalnya Ismail takut-takut dipakaikan Aloclair Plus Gel ini, tapi kemudian dia merasakan nyaman karena rasanya dingin, tidak perih, dan manis. Aloclair Plus Gel juga bebas alkohol dan menyembuhkan dengan cepat.

Selain Aloclair Plus Gel, juga ada varian produk lainnya yaitu Aloclair Plus Oral Rinse dan Aloclair Plus Spray. Aloclair Plus Oral Rinse adalah obat kumur untuk menyembuhkan sariawan yang jumlahnya banyak atau lebih dari dua. Sedangkan Aloclair Plus Spray berbentuk spray yang disemprotkan ke dalam mulut.



Aloclair Plus dapat dibeli di apotik dan toko online. Harga yang tertera di Kalbe Store, sebagai berikut:

Aloclair Plus Gel Rp 91.000
Aloclair Plus Spray Rp 100.500
Aloclair Plus Oral Rinse Rp 97.500

Informasi lebih lanjut mengenai produk ini, bisa klik:

Facebook: Aloclair ID
Website: Aloclair Indonesia


58 comments:

  1. Ismail, senyum terus ya nak buat mama.
    Karena mama cant smile without you hehehe
    Keluargaku jg pakai aloclair mb

    ReplyDelete
  2. Wah...terimakasih infonya. Baru tahu ada obat sariawan yg gak perih.

    ReplyDelete
  3. Iya memang anak pertama berkesaaan banget.17 jam aku kesakitan, 4bulan paska melahirkan susah jalan...btw senyum terus ya jagoan

    ReplyDelete
  4. Jangan sampai sariawan membuat senyum hilang, pake AloClair aja gak bikin perih

    ReplyDelete
  5. Hamil dan melahirkan pertama kali memang sesuatu ya mba Ela...

    ReplyDelete
  6. Emang kalo anak sariawan itu paling sedih deh... susah senyum dan kadang susah makan juga .. untung ada Aloclair yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau anak susah senyum dan susah makan, ibunya ikut sedih ya

      Delete
  7. Hihi..Inget obat sariawan jaman dulu yang warna biru. Mulut seperti habis makan tinta, bikin malu! Sekarang praktis dan nggak malu2in yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah obat sariawan apa itu? Xixi.. sekarang ada aloclair

      Delete
  8. Sedih ya kalau lihat anak2 sakit, senyuman pun hilang

    ReplyDelete
  9. Sehat selalu ya Mas Salim. Jangan sariawan lagiii

    ReplyDelete
  10. Kenal aloclair waktu abis angkat gigi geraham bungsu. Gusi pada bengkak, ke gesek2 dan jadi sariawan ... Temen ada yg kasih tau aloclair tapi yg obat kumur ... mayan bantu banget

    ReplyDelete
  11. Saya tertolong banget sama Aloclair ini . Dulu kalau sariawan dibiarin aja krn obatnya perih, sekarang bisa pakai Aloclair

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu, dulu aku juga takut pakai obat sariawan. Sekarang gak lagi.

      Delete
  12. Sekarang kalau sariawan tinggal cari Aloclair ya, ga ngeluh lagi.

    ReplyDelete
  13. Manisnya senyun Ismail.. Senyum terus ya nak

    ReplyDelete
  14. Iya sariawan bikin merenggut senyum hehehe...
    Serunya pake obat yang aman dan bikin nyaman...

    ReplyDelete
  15. anakku kalau lg sariawan suka nhak mau makan, bikin pusssing. coba ah obat ini kyknya obat sariawan di kotak obat juga lagi abis

    ReplyDelete
  16. ada juga ya obat sariawan dari bahan yang aman gini, jadi gak was-was klo mau ngasih ke anak.

    ReplyDelete
  17. Tenang ya sekarang ada Aloclair, nggak repot deh kalo anak-anak sariawan.. Hehee. Mak Leyla cakep banget nih foto-fotonya sekaraaang. Kamera baru yaaaaa. Hihihihiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak mau kalah sama foto-foto Mak Adriana nih hihihi

      Delete
  18. Kalo kurang sayur buah, anakku juga jd gampang sariawan

    ReplyDelete
  19. Anak bisa dibilang buah hati belahan jiwa, keinginan hidup lebih bersemangat saat kedatangan sibuah hati yg selama ini di idam idamkam setelah menikah, namun senyuman mendadak hilang tatkala sekecil kedatangan tamu Sariawan, syukurlah mbak Layla segera cepat tanggap mengatasi hal ini, pokoknya Aloclair Plus solusi tepat saat sariawan

    ReplyDelete
  20. Lengkap pake harganya juga, mak. Cuusss beli deh kalo pas sariawan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harganya mungkin berbeda-beda di setiap toko, mbak.

      Delete
  21. Iyaaah Manis ya mba. Ismail jgn sariawan Lg yaa. Eh klo sariawan, nggak perlu ngeri lagi pake obat ���� sehat terus ya

    ReplyDelete
  22. Ya senyum anak buat kita happy y mba,,,,

    ReplyDelete
  23. Emang bener mbak, banyak penyebab sariawan itu. Untung ada Aloclair bikin anak senyum kembali dan bikin mama nya happy pastinya

    ReplyDelete
  24. Aloclair cocok yaa buat anak-anak karena ga perih. Salam buat jagoan2nya ya Mba :)

    ReplyDelete
  25. Aku juga pake yang gel ini Mba, nggak perih yaa.. sariawan cepet sembuh jadinya :D

    ReplyDelete
  26. Aloclair emang lebih ampuh mengatasi sariawan tanpa bikin perih dan ribet.

    ReplyDelete
  27. Baru nih obat sariawan enggak perih. Biasanya obat sariawan ahsilkan rasa perih, makanya jarang yang mau diobati

    ReplyDelete
  28. Aku langsung ngebayangin sidiq ngomong begitu ke Ismail..

    ReplyDelete
  29. Una juga suka banget sama Aloclair ini mak, nggak perih, nyaman dan rasanya dingin dimulut plus ada manis-manisnya gitu katanyaaaa. Hihiii

    ReplyDelete
  30. Saya suka kasihan kalau anak kecil sariawan.
    Buat anak-anak Aloclair ini cocok ya Mba.

    ReplyDelete
  31. Unung ada Aloclair yang aman buat anak-anak ya mbak

    ReplyDelete
  32. Ismail ini anak yang pertama ya? Mukanya baby face banget.

    ReplyDelete
  33. Jadi inget mama, pengorbanan ibu is the best

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....