Saturday, March 25, 2023

Patahkan Isu Fatherless melalui Video dari Generos

Baru saja saya membaca berita di media online bahwa Indonesia menjadi negara ketiga fenomena fatherless. Kaget? Tentu tidak. Memang budaya patriarki di Indonesia ini masih tinggi. Ada pembagian tugas yang sangat saklek antara ayah dan bunda. Ayah hanya fokus mencari nafkah, sedangkan bunda mengurus anak dan rumah. Akibatnya, ayah merasa sudah cukup hanya mencari nafkah sehingga kurang dekat dengan anak-anaknya.


Fenomena Fatherless


Apa Itu Fenomena Fatherless? 

Fenomena fatherless adalah fenomena di mana anak kekurangan kasih sayang ayah akibat ketiadaan sosok ayah, misalnya karena ayahnya sibuk bekerja. Kurangnya kedekatan dengan ayah itu membuat anak-anak kehilangan sosok ayah sebagai panutan. Padahal, kehadiran ayah itu sangat penting  lho. Bukan hanya uangnya yang dibutuhkan, tetapi juga keteladanan dan kepemimpinannya. 

Saya pernah membaca curhatan remaja mengenai ayahnya. Sebagian besar mereka “membenci” ayahnya, karena kurangnya perhatian dari sang ayah. Banyak hal negatif yang disebabkan oleh fenomena fatherless ini. 

1. Kenakalan Remaja 

Kenakalan remaja sudah sangat memprihatinkan. Tawuran, perundungan, narkoba, pergaulan bebas, geng motor, dan sebagainya itu bisa jadi disebabkan oleh fenomena fatherless karena tidak ada pengawasan dari ayah kepada anaknya. Ayah terlalu sibuk mencari uang, sehingga tidak memperhatikan anaknya yang ternyata melakukan kenakalan remaja. 

2. Tidak Berprestasi

Fenomena fatherless juga menyebabkan anak sukar meraih prestasi, karena tidak ada dukungan dari  ayahnya. Apalagi kalau ayahnya hanya terus memberikan uang, anaknya pun hanya bisa menghamburkan uang. Anak tidak terpacu untuk berprestasi, karena toh ayahnya sudah kaya raya. Anak juga berpikir bahwa kehidupannya akan baik-baik saja dengan memiliki ayah yang banyak uang, sehingga tidak perlu mengejar prestasi apa pun. 

3. Gangguan Kesehatan Mental

Belakangan ini banyak sekali lho remaja yang mengaku mengalami gangguan kesehatan mental akibat fenomena fatherless. Terutama anak-anak dari keluarga broken home, yang ayahnya benar-benar lepas tangan. Ada pula yang ayahnya terlalu keras, hanya bisa menuntut anaknya tanpa mau mendampingi dalam prosesnya. Kasus-kasus bunuh diri pun terjadi peningkatan, karena depresi yang sudah sulit dikendalikan. 

4. Penyimpangan Seksual

Fenomena fatherless juga menyebabkan maraknya penyimpangan seksual. Misalnya, perempuan yang membenci laki-laki karena membenci sosok ayahnya, atau laki-laki yang ingin menjadi perempuan karena tidak mendapatkan contoh dari seorang ayah.  

5. Karakter Buruk

Seorang ayah juga berperan untuk menanamkan karakter yang baik kepada anak-anaknya. Jika terjadi fatherless, maka anak-anak akan memiliki karakter yang buruk. Sekarang sudah banyak terlihat anak-anak yang berkarakter buruk, seperti suka marah, tidak sopan, suka bohong, egois, dan sebagainya yang bisa jadi disebabkan karena kurangnya teladan yang baik dari ayahnya. 


Dampak Fatherless


Itu kenapa saya juga berusaha agar suami saya ikut terlibat dalam pengasuhan anak. Sesibuk apa pun suami saya tetap harus mengambil peran dalam pengasuhan. Seperti mengantar anak ke sekolah, menjemput anak dari tempat les, dan mendampingi belajar. Interaksi ayah dan anak saat mengantar ke sekolah itu ternyata sangat membantu mengurangi fatherless meskipun hanya 30 menit di perjalanan. Anak-anak tetap merasakan kehadiran ayahnya. 

Patahkan Isu Fatherless melalui Video dari Generos 

Baru-baru ini saya menonton video dari Generos tentang seorang anak yang kehilangan bundanya. Otomatis si anak ini diasuh oleh ayahnya. Menonton video ini, seketika mengingatkan saya pada adik bungsu saya dulu. Bunda saya pun meninggal dunia ketika adik saya masih kecil, sehingga adik saya diasuh oleh ayah saya saja. 


Video Generos


Video ini mematahkan isu fenomena fatherless di Indonesia, karena sosok ayahnya ini berusaha menggantikan peran bundanya. Pastinya itu tidak mudah. Selain ayah harus mencari nafkah, juga harus mengambil peran bunda. Jadi, tidak serta merta si anak diserahkan pengasuhannya kepada asisten rumah tangga semata. Ayah pun turut mengasuh, sehingga anaknya tidak kehilangan kasih sayang orangtua. 

Si ayah berusaha memasak untuk anaknya, membacakan buku cerita, menemani bermain, merapikan rumah, membereskan pakaian, dan pekerjaan lain yang semula dilakukan oleh bunda. Bahkan memberikan suplemen untuk anaknya. Saya jadi ingat suami saya pun sering membantu memberikan obat dan suplemen untuk anak, terutama kalau anak saya sedang susah minum obat. Kalau ayahnya yang ngasih, pasti nurut deh. Mungkin karena sosok ayah itu lebih tegas dan susah ditawar, kalau sama bundanya kan bisa merengek dan menolak.   

Saya paham benar pekerjaan itu tidaklah mudah. Seorang ayah yang semula hanya mencari nafkah, mendadak juga harus mengurus anak. Akan tetapi, ayah di dalam video ini berusaha keras untuk tetap menghadirkan sosok bunda di hadapan anaknya. Ayahnya juga selalu menanamkan karakter baik kepada anaknya yaitu dengan tebarkan kebaikan. Sehingga anaknya sangat suka berbagi kepada orang lain yang kesusahan. Di sinilah terlihat pentingnya peran ayah dalam menanamkan karakter baik itu, sehingga kelak anaknya memiliki sikap dan perilaku yang positif. 

Sampai suatu ketika di bulan puasa, si anak ini ingin bertemu dengan bundanya yang sudah meninggal dunia. Si ayah pun berpikir keras bagaimana untuk mewujudkan keinginan anaknya. Mungkin saking bingungnya, si ayah pun menggunakan cardigan dan bando istrinya. Anaknya senang sekali karena seperti melihat sosok bundanya. 

Sejujurnya, adegan ini agak kurang sreg untuk saya karena terasa aneh. Kenapa harus menggunakan cardigan dan bando istrinya? Masih untung nggak sampai ikut memakai memakai make  up dan wig ya. Kalau saya sendiri sebagai anak yang juga sudah kehilangan bunda di usia muda, saya lebih senang bila cara menghadirkan sosok bundanya itu dengan mengunjungi makam bunda, melihat album foto dan barang kenangan bunda, atau menonton video rekaman saat bunda masih ada. Bisa juga dengan memakan masakan yang dulu sering dimasak oleh bunda.

Apa pun, usaha si ayah ini untuk mematahkan fenomena fatherless ini, patut diacungi jempol. Semoga para ayah tetap bisa mendampingi anaknya meskipun istrinya masih ada. Jadi ayah dan bunda bersama-sama mendampingi anak dalam menyongsong masa depan. Kalau penasaran dengan videonya, bisa tonton video Generos ini.



22 comments:

  1. Soal pengasuhan ayah yang juga figur penting anak memang perlu menyadarkan, jika kasih sayang dan perhatian dari ayah juga dibutuhkan anak. Walaupun ayah memiliki tugas mencari nafkah, tetapi harus meluangkan waktu untuk memberi perhatian pada anak juga. Lihat video generos malah bikin mewek sih, terima kasih informasinya!

    ReplyDelete
  2. sosok ayah terhadap tumbuh kembang anak cukup berdampak signifikan ya

    ReplyDelete
  3. pentingnya peran dan sosok ayah dalam keluarga itu sangat krusial ya, jangan sampai keluarga kita mengalami fatherless seperti ini. thanks video generos

    ReplyDelete
  4. Aku banget. Aku kurang dekat dengan ayah karena ayah juga gak bisa mendekatkan diri pada anak2. Makanya aku mencari suami yang bisa sama2 mengasuh dan berkomunikasi dengan anak

    ReplyDelete
  5. Aku bersyukur suamiku aktif banget berperan dalam pengasuhan anak2. Malah sebenernya dia jauh lebih telaten dibanding aku dlm mengasuh anak2 mba. Yg paling sering luangin waktu buat anak juga suami sbnrnya.

    Penting sih memang peran ayah dalam perkembangan anak. Krn aku melihat sendiri anak2 yg tidak mendapat ksh sayang ayahnya secara cukup, mostly memang berperilaku nakal. Malah ada 1 temenku yg jadi homo Krn menurut cerita dia, samasekali ga ada figur ayah dalam hidupnya. Kasian sbnernya ... :(

    ReplyDelete
  6. Serem banget efek dari fatherless ini ya mbak. Syukur ada video yang bisa mematahkan isu ini. Ya walaupun ada hal yang kurang ku setujui di video tersebut. Eh tapi ini kan baru episode 1, mau liat kelanjutannya.

    ReplyDelete
  7. saya pun selalu berusaha untuk melibatkan Paksuami untuk mau mengurus anak-anak, biar anak-anak juga merasakan bahwa bukan cuma mama saja yang menyayangi dan mengurus/perhatian pada mereka tapi bapaknya pun juga punya peran yang sama terhadap mereka.

    ReplyDelete
  8. Video Generos ini sangat inspiratif ya mbak
    Menyadarkan akan pentinnya peran ayah dalam pengasuhan

    ReplyDelete
  9. Kirain saya udah semakin banyak ayah yang sadar untuk ikut mengasuh anak. Ternyata malah di peringkat ketiga untuk fatherless ya. Semoga aja semakin banyak lagi yang sadar akan hal ini

    ReplyDelete
  10. Anak-anak yang tumbuh tanpa sosok salah satu dari kedua figur orangtua yang utuh memang akan tampak berbeda. Seperti fenomena fatherless yang bisa dilihat dan terjadi di kota-kota besar. Semoga dengan adanya artikel dan video dari Generos, sebagai orangtua sama-sama belajar dan memperbaiki pengasuhan yang kurang tepat.

    ReplyDelete
  11. Efek fatherless ini bisa terlihat setelah anak dewasa. Memang harusnya mendidik anak itu kerja sama antara suami dan istri sih.

    ReplyDelete
  12. Wah para ibu harus berterimakasih nih sama Generos karena video yang mereka buat dapat membantu mengingatkan peran ayah dalam keluarga karena mungkin masih banyak yang belum tahu

    ReplyDelete
  13. Peran ayah sangat penting dalam perkembangan tumbuh kembang anak bayangkan gk ada sosok ayah disamping anak bikin anak punya rasa gk percaya diri dan kesehatan mental anak juga terganggu

    ReplyDelete
  14. Peran ayah sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secata optimal supaya anak jadi percaya diri ..mentalnya juga tunbuh dengan baik dengan figur ayah yang selalu ada untuk anaknya

    ReplyDelete
  15. Efek fatherless sangat buruk ya, gak main2. Itulah sebabnya para ayah kudu nyadar nih kalau kehadirannya sangat penting buat anak.
    Aku juga gak setuju dalam video itu si bapak berpakaian cewek, sebaiknya dijelasin aja pelan2 sampai si anak bisa memahami kondisi keluarganya saat itu kalau si ibu gak ada. Biasanya anak kalau dikasi tau kebenarannya malah kek cepet nerimanya juga sih.

    ReplyDelete
  16. Dampak dr fatherless ini ternyata sangat mengerikan ya... Semoga kita semua bisa menjadi orangtua yg bertanggungjawab dan bisa senantiasa menemani tumbuh kembang anak.

    ReplyDelete
  17. Peran ayah sama besarnya dengan peran ibu ya mbak, karena kan mereka adalah orangtuanya si anak. Tanpa mereka bagaimana tumbuh kembang anak dapat optimal?

    ReplyDelete
  18. Semua anak butuh peran ayah dan bunda biar jadi anak yang tangguh serta bertakwa bagi masa depan bangsa ini.

    ReplyDelete
  19. Moga-moga nanti kalau aku punya menantu laki-laki memiliki karakter yang baik dan mau menjadi ayah yang ready buat anak-anaknya, jadi gak ngalamin fatherless

    ReplyDelete
  20. Peran ayah memang penting banget ya mba dalam pengasuhan , saya pun selalu bilang ke suami jangan sampai abang kehilangan soaok ayah dalam dirinya..karena dulunya suamiku seperti itu dan membuat dia gak deket sama ayahnya sendiri

    ReplyDelete
  21. Memang seharusnya ayah ikut terlibat ya dalam pengasuhan anak ini karena sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anaknya di kemudian hari

    ReplyDelete
  22. Disinilah perannya ayah sangat bener-bener diperlukan ya. Karena figur ayah yang terbaik itu yang diikuti dan ditiru anak. Bagaimana pun anak butuh figur ayah yang mengarahkan ke yang baik. Supaya anak memiliki jati diri.

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....