Wednesday, April 4, 2012

Sulitnya Mempromosikan Buku


“Enaknya jadi penulis terkenal, sebelum bukunya terbit, sudah banyak yang pesan. Coba kalau penulis yang biasa-biasa saja, harus promosi mati-matian supaya bukunya laku.”

Itu status facebook seorang teman penulis yang “nendang” juga bagi saya. Agaknya saya termasuk kategori kedua, yang sedang mati-matian mempromosikan buku. Memang enak jadi penulis terkenal yang sudah memiliki pembaca tetap, buku belum terbit pun sudah banyak yang pre order. Misalnya, Ilana Tan dan Tere Liye. Baru dua minggu diterbitkan, cetakan pertama sudah sold out. Tak heran kalau best seller. Peran penerbit cukup penting untuk menaikkan image penulis. Sepenglihatan saya, memang ada perlakuan khusus dari penerbit terhadap penulis tertentu.



Misalnya saja, adanya pengaturan posisi buku yang dispesialkan itu di toko buku. Ditaruh di rak terdepan dengan jumlah yang sangat banyak, berderet-deret hingga pandangan mata calon pembaca hanya tertuju pada buku itu. Atau, acara-acara workshop penulisan yang hanya melibatkan penulis yang dispesialkan. Atau, banjirnya informasi mengenai penulis yang bersangkutan di berbagai media, cetak maupun online, hingga para pembaca familiar dengan nama si penulis.

Sedangkan penulis yang biasa-biasa saja, bukunya ditaruh di lemari belakang. Berdesak-desakan dengan buku-buku pesaing. Bahkan, ada yang tidak dipajang, melainkan hanya ditaruh di bawah rak. Itu benar-benar saya lihat di sebuah toko buku. Nah, buku saya termasuk yang mengalami nasib tragis tidak dipajang di toko buku, hehe… meski hanya di toko buku tertentu. Yaitu ketika suami mengecek buku-buku saya di komputer toko buku, tersedia semuanya dengan jumlah banyak. Tapi, dicari di raknya tidak ada. Ketika ditanyakan, ternyata masih disimpan di gudang, belum kebagian tempat untuk dipajang.

Phiuuuh….. pantas saja saya sering dapat pertanyaan dari calon pembaca yang mencari buku-buku saya di toko buku, setelah melihat promosi saya di facebook dan twitter, tapi tidak ketemu. Saya pikir sold out, tapi kok tidak ada kabar cetak ulang, eh ternyata tidak dipajang. Lah, piye to?

Kalau saya mendatangi toko buku dan mencari-cari buku teman-teman penulis yang saya kenal, tapi tidak termasuk penulis sekaliber Tere Liye, sering kali juga saya kesulitan mencari buku-buku mereka. Entah terselip di mana. Padahal, saya sudah gembar-gembor promosi di jejaring social, tapi calon pembaca kesulitan mencarinya di toko buku. Wah, susah juga yaa…..

Eh, kenapa sih kita, penulis, harus bersusah-susah berpromosi? Nulis ya nulis saja, itu kan tugas penulis. Ehm… urusan berpromosi buku ini pun sebenarnya baru sekarang ini menjangkiti saya. Dulu juga saya nyantai saja, buku terbit, ya sudah. Lagipula, dulu saya belum tahu trik berpromosi melalui jejaring social. Dulu saya hanya aktif di friendster dan multiply. Saya memang mengupload foto-foto buku saya di kedua situs itu, tapi tidak seperti facebook yang bisa sering-sering dishare ulang. Sekali upload, ya sudah. Atau memang saya gaptek, ya? Entahlah…..

Bagi saya, ini adalah tanggungjawab saya kepada penerbit yang sudah menanamkan modal untuk menerbitkan buku saya. Dan rasanya senang kalau buah pikir saya bisa dinikmati banyak orang, membawa kebaikan pada orang itu, dan mendapatkan apresiasi. Seperti imel-imel yang masuk ke imel saya, dulu, ketika buku TAARUF ini pertama kali diterbitkan dengan judul TAARUF KEREN, PACARAN SORRY MEN….
Contohnya imel yang ini,

Assalamu'alaikum…. Hallo, Teteh. Saya Aulia Aurorani Almamatuka. Mahasiswa Jurnalistik Unisba 2004 (jelang Smt. 6). Panggil saya Aul, Lia, Auli, atau mungkin yang enak di lidah Teteh. Saya jatuh cinta membaca buku Anda. Alhamdulillah, saya insya Allah salah satu insan Tuhan yang sedang belajar mencintai Allah selalu. Amin. Saya juga sedang belajar menerapkan kehidupan yang insya Allah senantiasa di jalan Allah. Buku Ta'aruf Keren...Pacaran Sorry Men! adalah buku yang asyik dibaca untuk kalangan remaja atau yang sedang mencari pasangan hidup dengan jalan yang syari. Selain itu, bahasa yang dituangkan sangat bagus dan pesannya sampai kepada pembaca. Mmmm... kalau boleh saya minta tanda tangannya yah dan kita foto bareng... hehehe... (Aulia, by e-mail)

Alhamdulillah, rasanya senang mengetahui ada pembaca yang bisa mengambil manfaat dari buku kita. Buku TAARUF, KEREN dulu memang cukup banyak terjual dan pernah cetak ulang. Tetapi, selanjutnya dihentikan kontraknya meskipun masih banyak calon pembaca yang menanyakan bukunya.

Demi menyebar pemikiran itulah, sekarang saya optimalkan promosi buku, meski hanya melalui jejaring social dan hanya berjuang sendiri berpromosi. Soal hasilnya, serahkan saja kepada Allah, yang penting saya sudah berusaha.

Namun, alangkah masih banyaknya penulis yang berdiam diri, setelah karyanya diterbitkan. Saya banyak menemukan nama-nama penulis yang “asing” ketika menjelajahi toko buku. Asing, karena namanya baru saya lihat di kover bukunya, belum pernah terdengar di mana-mana, apakah di jejaring social atau disebut-sebut orang. Wajar saja sih, karena mempromosikan buku itu bukan hal yang mudah, bagi seorang penulis yang secara kepribadian biasanya tertutup dan pendiam. Pernah ada penulis yang menolak untuk ikut berpromosi karena merasa malu.

Buku-bukunya bisa dibeli, biasanya karena kebetulan. Kebetulan ada pembaca yang setia menjelajahi toko buku, kemudian matanya menangkap buku itu, lalu tertarik dengan ide yang ditulis, dan… beli deh. Tapi, yang namanya kebetulan kan tidak sering terjadi. Sedangkan, banyak potensi calon pembaca, yang sebelumnya tidak tahu buku kita, lalu melihat promosinya di media, tertarik dengan ide yang diangkat, dan bergeraklah ke toko buku. Padahal, bisa saja tadinya dia jarang ke toko buku, tapi jadi ke toko buku karena ingin membeli buku kita.

Nah, berhubung sekarang teknologi sudah lebih mudah, kita tak perlu lagi seperti sales zaman dulu yang mesti ketok pintu dari rumah ke rumah untuk mempromosikan bukunya. Cukup klik internet, sudah terhubung ke seluruh dunia. Yaaah… walaupun buku kita belum dijual di seluruh dunia, minimal bisa ke seluruh Indonesia. Tidak susah sebenarnya, hanya harus punya keberanian tingkat tinggi bagi penulis yang tidak punya jiwa dagang, hehehe….. So, manfaatkanlah teknologi internet ini untuk memperkenalkan karya-karya kita. Dan bagi Anda yang tertarik dengan buku TAARUF, silakan beli di toko buku ya…. PROMOSI…..

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....