Thursday, April 28, 2016

Mama Nggak Usah Tanya-tanya, Aku Sudah Besar!



“Hidupku akan jauh lebih baik kalau aku tak punya ibu!” teriakan Milo, bocah berumur 9 tahun, mengguncang perasaan ibunya. Airmata menggenang di pelupuk mata ibu, kesedihannya tak terlukiskan. Milo, putra yang diasuhnya seorang diri karena suaminya sangat sibuk bekerja, ternyata tak menginginkan kehadirannya.


Milo membencinya justru karena aturan-aturan yang diterapkannya demi kebaikan, seperti makan sayur, membuang sampah, tidur lebih awal, tidak boleh menonton acara televisi tertentu, dan sebagainya.

Keinginan Milo terkabul. Malam itu juga, makhluk Mars menculik ibunya dan ia harus berjuang membebaskan ibunya dari tawanan. Makhluk Mars menculik para wanita seperti ibu Milo, untuk diambil memorinya yang mengandung keterampilan mengasuh bayi, karena kaum perempuan di Planet Mars tidak punya keterampilan semacam itu. Mereka bertindak seperti kaum laki-laki. 


Inilah sedikit kisah dari Film Mars Needs Moms, yang produksi oleh Image Moviers Digital pada tahun 2011 yang sudah beberapa kali saya tonton, karena memang sering diputar di televisi, dan sukses membuncahkan airmata. Anak-anak saya juga ikut menonton, sambil saya jelaskan. “Begitulah kalau membenci ibu, nanti ibunya diambil makhluk Mars. Makanya, kalau disuruh Ibu itu jangan membantah. Kalian mau Mama diambil makhluk Mars?” tanya saya.
Anak-anak langsung terteriak, “TIDAAAK…..” Ya, mana ada anak yang mau ibunya diambil Planet Mars. Walaupun mereka sering memprotes aturan-aturan yang dibuat ibunya, tetap saja mereka tidak mau kehilangan ibu? Benarkah demikian?

Setidaknya begitu, ketika anak-anak masih kecil dan belum memiliki “pengganti” ibu. Pengganti ibu itu bisa siapa saja: teman, hobi, sampai pacar. Maka, nikmatilah saat anak-anak masih kecil dan masih suka mengekori ibunya.

Masa itu hanya sebentar, paling hanya tiga belas tahun. Kemudian, anak-anak bertemu dengan dunianya sendiri. Teman-teman yang menyenangkan, hobi yang mengasyikkan, sampai kekasih hati yang memabukkan. Semua itu bisa menggantikan posisi ibunya, sehingga ketika mereka mendapatkan sms atau telepon dari ibunya, yang menanyakan, “Nak, kamu sedang apa? Sudah makan atau belum?” Mereka akan menjawab, “Ah, Ibu ini reseh amat! Mau tau aja, sih? Aku udah besar! Aku bisa jaga diri! Mama nggak usah tanya-tanya begitu, kayak aku masih kecil aja!”

Hal seperti ini bisa disebabkan komunikasi yang salah dan kesenjangan hubungan antara ibu dan anak. Sewaktu ibu saya lahir, belum ada teknologi telepon seluler atau handphone. Ketika saya remaja, telepon seluler mulai marak namun hanya sebatas berkirim pesan dan panggilan saja. Ibu pun membelikannya untuk saya, sehingga kami bisa berkomunikasi.

Namun kini, anak-anak saya akrab dengan internet. Mau tidak mau, zaman kita memang sudah berbeda. Lucu juga kalau kita membandingkan masa kecil anak-anak kita, dengan masa kecil kita dulu yang minus teknologi komunikasi. Betul, kita belum mengenal ponsel dan internet.

Kenyataannya, teknologi internet itu memang harus dihadapi oleh anak-anak kita sekarang ini. Tidak mungkin kita menjauhkan anak-anak dari internet, karena mereka memang harus dan mau tidak mau, memanfaatkannya. Dunia kerja, hubungan sosial, dan kesempatan, difasilitasi oleh internet. Yang bisa dilakukan oleh para orangtua adalah mempelajarinya, agar bisa menjadi teman diskusi yang baik bagi anak-anaknya.

Anak-anak dan gadget

Yup, komunikasi. Itulah kuncinya. Buktikan bahwa kita bukan ibu yang mudah  menyerah dalam menghadapi kesenjangan komunikasi dengan anak-anak. Para ibu mestinya selalu berusaha mengikuti perkembangan zaman agar bisa semakin dekat dengan anak-anaknya. Sebagaimana yang tersirat dalam video You Tube Samsung Experience Store ini. Teknologi yang berhasil mendekatkan hubungan ibu dan anaknya.

Telepon dan sms memang sekarang ini sudah bukan zamannya. Telepon hanya dipakai sesekali saja untuk urusan yang sangat penting. Sms pun begitu. Kini, pakai facebook, twitter, whastapp, BBM, dan fasilitas chatting lainnya lebih asyik. 

Sepuluh tahun yang akan datang, entah teknologi apa yang akan dihadapi oleh anak cucu kita. Sanggupkah kita mengimbanginya agar tidak menjadi orangtua yang menjengkelkan untuk mereka? Pesan itulah yang disampaikan oleh video Samsung Experience Store ini.

Pada umumnya, para wanita kesulitan mengoperasikan gadget baru. Wanita kurang memiliki rasa ingin mengutak-atik gadget. Saya sendiri paling malas utak-atik smartphone baru, selalu saja suami yang mengutak-atiknya dan kemudian menjelaskan cara menggunakannya kepada saya. Saya mau tahu beres saja. Nah, bagaimana kalau tidak ada orang yang membantu mengajari seperti ibu di video tersebut?

Hingga kaki sang ibu bergerak memasuki Samsung Experience Store. Toko premium khusus produk Samsung itu memberikan pelayanan optimal, dari mulai memilihkan gadget yang sesuai dengan keinginan, sampai menjelaskan fitur-fiturnya dengan sabar. Bahkan, kalau sekadar mampir pun kita bisa mendapatkan wifi dan kopi gratis. Didukung oleh para staf dan tenaga ahli bersertifikat yang akan selalu siap menolong, menjelaskan, dan menjawab semua pertanyaan kita. Dilengkapi pula dengan berbagai fasilitas edukasi dan hiburan cerdas, bahkan bisa mengisi baterai gadget Samsung kita secara gratis.

Bertanya soal gadget di Samsung Experience Store
Kalau gadget Samsungnya rusak, kita juga bisa memperbaikinya di Samsung Experience Store, bahkan bisa mengikuti pelatihan menggunakan produk-produk Samsung. Perempuan mana yang tidak suka diskon? Penawaran diskon khusus dan promo-promo menarik juga ada di Samsung Experience Store. 


Mata saya berkaca-kaca menyaksikan akhir kisah di dalam video ini. Betapa keajaiban teknologi telah mendekatkan hubungan ibu dan anaknya. Penasaran? Saksikan kisahnya di video ini. 



36 comments:

  1. Itu kisah Milo baru tahu dan di kehudupan kayaknya ada seperti kisah Milo tapi nggak nyampe ada yg diculik

    Samsung Experience Store solusi banget buat yangnggak ada kesempatan mendapat bantuan arahan di rumah...

    ReplyDelete
  2. Anak-anak juga suka nonton kartun itu, enggak bosan deh nontonnya

    ReplyDelete
  3. Videonya bikin baperrr ihh terharuu

    ReplyDelete
  4. Sedih ya kalau terjadi seperti kasus Milo. Orangtualah yang harus mendidik anak dengan penuh kebaikan dan sabar. Aamin

    ReplyDelete
  5. jadi keingetan, saya tuh kalo zaidan ngomong ttg game suka gak ngerti dan gatau itu game apa akhirnya saya cuman oh oh aja, sebenarnya harus ngerti jg ya biar anak main gamenya terkontrol. thanks Ela diingatkan.

    ReplyDelete
  6. aku sukaa nonton mars needs moms

    ReplyDelete
  7. Jaman memang sudah berubah ya Mak, Samsung Experience Store ini kayanya ngebantu para digital immigrant banget ya Mak, karena kita juga masih tahap-tahap belajar make gadget yaaa. Hihii. Makasi sharingnya Maaak

    ReplyDelete
  8. Aku pernah ngomong gitu juga sama orang tuaku. :(

    ReplyDelete
  9. anak-anak sekarang mah memang tidak bisa jauh sama gadget...masih kecil saja sudah pada jago internetan, youtubean...

    ReplyDelete
  10. Iyaa mba leyla, kalo anak nggak dikasih gadget juga nanti bisa jadi dia minder dan nggak ngikutin perkembangan jaman yaa. Bisa-bisa jadi SDM yg kurang bermutu dibanding sama yang lain, jadinya kita sebagai ortu yang harus bisa ngikutin perkembangan supaya tetep bisa mengawasi. SES ini ngebantu banget yaa..

    ReplyDelete
  11. wah jadi inget waktu nonton film itu belum kelar nontonnya he he he

    ReplyDelete
  12. Wahhh,,,kudu nonton mars needs mom.

    Tfs, Mak

    ReplyDelete
  13. Saya blom pernah nonton film itu, jadi penasaran :)

    ReplyDelete
  14. inget film milo itu, jd malu, krn akupun dulu smpet benci bgt dilarang2 mama :(.. sampe akhirnya kita berdua jd ga rukun.. untungnya stlh kuliah, baru deh hubunganku ama mama jd membaik.. berkaca dari itu sih mbak, aku jg ga pngen hubunganku ama anak jd begitu.. Pendekatannya memang hrs diubah, kalo dulu mamaku pakai cara yg sedikit otoriter, sehingga aku jd pemberontak, kali ini aku ga mau pakai cara itu.. Anak2 jaman skr juga makin cerdas..makin dikerasin, biasanya mereka makin berulah.. Jadi harus didekati secara halus lah ya.. Termasuk coba belajar ttg gadget2 yg biasanya anak2 lebih ngerti daripada ortunya :D

    ReplyDelete
  15. Emang yah mba skrg mah lebih enak chatting..iyayah gmn 10 thn ke depan nnti teknologinya, blm terbayang

    ReplyDelete
  16. iya mbak Leyla, kemajuan teknologi harus disikapi dan dipelajari kalau kita gak mau ketinggalan. BTW, anak-anakku kalau aku nanya2 macam saat telp mereka, mereka selalu serentak jawab, iya mamaaaaaa. Aku gak tahu apa dikerjakan atau gakkkkk. Gitu deh kalau sudah jauh dg anak-anak. Makanya mbak puas2in deh selama masih ada anak2

    ReplyDelete
  17. Mbak Leylaaaaa

    Cerita dan tulisan ini sangat menginspirasi!

    ReplyDelete
  18. iyaa.. zaman kita kecil dulu blom kenal hp dan tablet :D

    ReplyDelete
  19. isi artikelnya dalem banget mbak dan menurut saya sangat bermanfaat ^_^ #SalamBlogger

    ReplyDelete
  20. saya belum pernah nonton film itu... penasaran ini.hehehe
    thanks mom...

    ReplyDelete
  21. Gadget memang sudah tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan, meskipun demikian, pengawasan sangat diperlukan

    ReplyDelete
  22. Belum pernah nonton kartun yang diceritakan mb Leyla.. :-)
    Anak2 zaman sekarang emang canggih sama gadget. Sy main game diajarin adik sepupu yg masih kecil banget :D

    ReplyDelete
  23. Duh jadi ketar ketir bc kisah tentang Milo. Tp memang jaman sgt dinamis, anak balita aja udah kenal gadget,dan komunikasi wajib dilakukan pd anak tntg penggunaannya

    ReplyDelete
  24. Sebetulnya saya gaptek, tapi gara gara dapat hadiah ponsel Samsung pas lomba, mau tak mau belajar mengoperasikannya dari anak. Dan ternyataaa, mudah!!!

    ReplyDelete
  25. jaman tehnologi...anak-anak bahkan lebih pinter. saya belajar dari mereka. kalo samsung....nggak ada matinya. keren

    ReplyDelete
  26. jaman tehnologi...anak-anak bahkan lebih pinter. saya belajar dari mereka. kalo samsung....nggak ada matinya. keren

    ReplyDelete
  27. Jadi inget anak-anak di rumah, like father like son, teknologi mmg klo dimanfaatkan untuk yg baik ya baik hasilnya.

    ReplyDelete
  28. Jadi inget anak-anak di rumah, like father like son, teknologi mmg klo dimanfaatkan untuk yg baik ya baik hasilnya.

    ReplyDelete
  29. Enak ya kalau rusak, bisa diperbaiki di samsung experience store, jd gak pusing kesana-kemari nyari tempat servis kalau gadgetnya rusak

    ReplyDelete
  30. Aku sih lebih pakai gadget karena fungsinya.. tapi anak2 lebih suka nanya ke ayahnya tentang gadget karena 'sepaham' .. suka main games hehe.. Ortu memang mesti melek gadget jaman sekarang mah kalo ngga mau ditinggal ma anak2 :)

    ReplyDelete
  31. Wah, baru tau ada cerita mars needs moms ...

    ReplyDelete
  32. Aku udah lihat videonya. Bikin baper mbak, nangis aku hiks. Alhamdulillah teknologi dapat mendekatkan ibu dan anak

    ReplyDelete
  33. kalau dipergunakan dengan baik, teknologi bisa bermanfaat ya mba ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mba Yulia, tergantung orang yang memanfaatkan teknologi tersebut XD

      Delete
  34. Deuhh..saya kaget duluan baca pernyataan Milo di awal tulisan ini :(

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...