Saturday, September 6, 2014

Wonderful Indonesia: Raja Ampat, Surga Bawah Laut yang Harus Dikunjungi

Raja Ampat
Sumber Foto: Indonesia Travel

Apa yang terbayang di benak Anda saat mendengar nama “PAPUA”? Provinsi yang terbelakang, terpencil, gersang, minim fasilitas, dengan masyarakat yang masih mengenakan koteka dan primitif?  Barangkali, jika dulu saya ditanya, maukah pergi ke Papua dan tinggal di sana? Saya akan berpikir ribuan kali, di mana jawaban “TIDAK” akan lebih banyak mendominasi. Sebagaimana tokoh Hasna dalam novel “Senandung Cinta di Lembah Papua,” karya Pujia Achmad, novelis yang juga teman saya.


Ketika membaca novel itu, saya dapat merasakan pergulatan batin seorang Hasna, gadis Jawa yang hendak menikah dengan Malik, seorang pemuda Papua. Rencana pernikahannya ditolak mentah-mentah oleh orang tuanya, karena mereka tak mau putrinya hidup menderita di Papua. Agaknya tak hanya orang tua Hasna yang berpikir bahwa Papua adalah tanah buangan. Tak ada harapan hidup di Papua. Di dalam novel itu juga disebutkan, bagaimana Hasna harus berjuang hidup bersama pemuda Papua yang telah menjadi suaminya dalam keterbatasan fasilitas.

Memang, Malik, anak Kepala Suku yang memiliki harta berlimpah. Akan tetapi, dengan kondisi wilayah yang terpencil dan minim fasilitas, lembaran uang di tangan mereka seakan tak berarti. Diceritakan pula, dalam keadaan cuaca buruk, masyarakat Papua harus berpuasa dan kelaparan karena tidak ada pesawat yang datang untuk mengantarkan makanan. Pada akhirnya, kebahagiaan pun didapatkan karena Hasna dan warga kampungnya berusaha mengolah tanah Papua agar bisa menghasilkan, bahkan membuat sebuah kawasan konservasi binatang langka yang dapat dikunjungi orang sebagaimana kebun binatang lainnya.

Sebagai penduduk Provinsi Jawa yang mendapat kemudahan sarana dan prasarana, tak dapat saya bayangkan sulitnya hidup di Papua. Padahal, ya, seperti yang diceritakan di dalam novel tersebut, sesungguhnya Papua memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah. Tinggal  bagaimana rakyat Papua dapat mengolahnya sehingga bermanfaat bagi kehidupan mereka dan kelak menjadi provinsi yang dibanggakan. Itu cerita mengenai Papua, yang saya dapatkan dari novel tersebut. Menurut keterangan penulisnya, novel itu juga ditulis berdasarkan pengalaman penulisnya saat singgah ke Papua. Bagaimana dengan Raja Ampat?

Mulanya saya juga tidak tahu di mana itu Raja Ampat, sampai banyak pelancong yang menjadikannya sebagai destinasi impian. Saya pikir, Raja Ampat itu di Maluku atau Sulawesi, ternyata Raja Ampat itu adanya di Papua! Nama Raja Ampat berarti Empat Raja, diambil dari nama sebuah mitos lokal untuk menyebutkan gabungan dari empat pulau utama di Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, yaitu Pulau Misool, Waigeo, Salawati, dan Batanta. Raja Ampat memiliki pemandangan bawah laut yang sangat indah, bahkan konon kita bisa melihat kehidupan bawah laut tanpa harus menyelam, saking airnya jernih sekali.

Terdapat ribuan spesies ikan
di Raja Ampat
Sumber Gambar: Indonesia Travel
Kepulauan Raja Ampat adalah salah satu potensi wisata bahari Indonesia yang harus dijaga, dikembangkan, dan dilestarikan. Apabila pemerintah dan masyarakat berhasil mengembangkannya tanpa merusak, maka perekonomian warga di sekitar kepulauan Raja Ampat akan terangkat naik seiring dengan tingginya arus wisatawan yang datang. Kekayaan alam bawah laut Raja Ampat ada seluas 1,1 hektar dan sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan daerah, bahkan tengah diusulkan ke UNESCO sebagai warisan dunia.

Tahukah Anda, bahwa kepulauan Raja Ampat ini menyimpan kurang lebih 75 persen jenis karang yang ada di dunia dan masih alami? Di kawasan ini terdapat 1500 pulau dan karang, 1300 spesies ikan, 600 spesies terumbu karang, 700 spesies Moluska, penyu, dan sebagainya.  Ditambah pula dengan spesies hewan laut yang lengkap, total hampir 540 spesies bawah laut. Perairan Indonesia yang terletak di antara dua benua dan dua samudera menyebabkan banyaknya persilangan ekosistem dan spesies. Benar-benar surga bagi keanekaragaman hayati di lautan tropis Indonesia. Pantaslah jika banyak yang ingin mengunjungi Raja Ampat, tak sekadar memandang dari dermaga, tapi juga menyelam ke bawah laut dan bercumbu bersama ikan-ikan di sana. Saya jadi membayangkan film “Finding Nemo,” yang menyajikan visualisasi pemandangan bawah laut yang menakjubkan. Jika film itu hanyalah kartun buatan manusia, Raja Ampat sungguh-sungguh menyediakan surga bawah laut yang menakjubkan dan bisa dirasakan.

Mengingat begitu besarnya potensi wisata di Raja Ampat, maka Pemerintah Indonesia mengadakan Sail Raja Ampat 2014 dengan tema “Membangun Bahari Menuju Raja Ampat ke Pentas Dunia,” pada hari Sabtu tanggal 23 Agustus 2014 di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat, Papua Barat. Ini merupakan bagian dari Sail Indonesia, setelah sebelumnya digelar Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi-Belitung 2011, Sail Morotai 2012, dan Sail Komodo 2013. Acara puncaknya diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan pagelaran tari kolosal “Harmoni Raja Ampat,” tarian kolosal “Gelar Tari Nusantara,” atraksi terjun payung, dan Sailing Pass belasan kapal perang Republik Indonesia, kapal laut LIPI, dan Basarnas.

Tujuan diadakan Sail Raja Ampat 2014 ini, sudah tentu untuk memperkenalkan kepulauan Raja Ampat sebagai destinasi wisata bahari kepada dunia, sehingga dapat meningkatkan kedatangan wisatawan yang sudah tentu akan berpengaruh positif terhadap perekonomian warga di sekitar Raja Ampat. Kita lihat saja Pulau Bali, yang sudah terkenal namanya di seluruh dunia. Perekonomian masyarakat di sekitar daerah wisata pun meningkat, dengan terbukanya peluang usaha di bidang pariwisata, seperti perhotelan, kafe, restoran, pertokoan, bahkan usaha jasa pijat, SPA, dan sebagainya.

Keindahan alam Raja Ampat benar-benar memukau, walaupun saat ini saya hanya bisa menikmatinya melalui foto-foto yang tersedia di internet, hasil jepretan para petualang. Bayangkan jika saya berada di sana, seakan-akan sedang menikmati surga dunia. Saya ingin merasakan menyelam bersama ribuan spesies ikan dan hewan laut lainnya. Mencoba mencicipi kehidupan “Nemo” si ikan  pintar dalam film “Finding Nemo.” Sungguh, Wonderful Indonesia. Surga itu ada di Indonesia.

Seandainya saya ke Raja Ampat, saya akan jelajahi semua keindahannya dan akan saya tuangkan ke dalam novel yang saya tulis. Walaupun teman saya sudah menulis novel yang berlatar Papua, tapi tidak spesifik di Raja Ampat. Saya akan mengajak para pembaca untuk menjelajahi Raja Ampat melalui cerita yang saya tuangkan ke dalam novel. Semoga dengan begitu, akan lebih banyak lagi orang yang tertarik menyinggahi Raja Ampat, salah satu kekayaan alam Indonesia, khususnya Papua.

Duduk di sini sambil menulis novel terbaru
Sumber foto: Indonesia Travel


Ini seperti Andrea Hirata yang menulis tentang Belitung di dalam novelnya, Laskar Pelangi. Novel itu kemudian menjadi Best Seller, bahkan kini sudah diterbitkan di negara-negara lain. Novel itu bukan saja mengangkat cerita tentang Ikal dan kawan-kawan, tetapi juga Belitung sebagai latar cerita. Wisata Belitung pun menjadi terkenal. Ada banyak paket wisata Belitung yang menawarkan kunjungan ke tempat-tempat syuting film Laskar Pelangi. Wow, menakjubkan! Andrea Hirata beruntung dibesarkan di daerah yang memiliki potensi wisata luar biasa dan dekat dengan alam, sehingga latar cerita untuk novelnya pun tak perlu jauh-jauh. Saya, bukannya merasa tidak beruntung dibesarkan di daerah perkotaan yang lebih banyak memandangi mal-mal, tapi saya perlu waktu dan biaya untuk bisa traveling ke tempat-tempat eksotis di Indonesia dan mengabadikannya ke dalam novel.

Novel adalah karya fiksi rekaan seorang pengarang. Kegiatan menulis novel sudah saya lakukan sejak remaja. Menciptakan tokoh-tokoh dalam dunia imajinasi, yang memiliki konflik tersendiri adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, bagi saya. Saat ini, novel yang sedang digemari adalah novel yang mengangkat kekayaan alam dan kearifan lokal suatu daerah atau negara tertentu. Sebab, pembaca tidak hanya disuguhkan konflik tokoh-tokohnya, tetapi diajak mengunjungi daerah tersebut dengan hanya membaca sebuah novel. Bahkan, mereka juga bisa terpancing untuk sungguh-sungguh mendatangi daerah tersebut, jika sudah jatuh cinta pada pemandangan yang disajikan oleh pengarang melalui untaian kata-kata.

Bayangkan  jika saya bisa ke Raja Ampat dan menuliskannya sebagai latar tempat tokoh-tokoh novel saya. Jika saya beruntung bisa membuat pembaca terbawa ke dalam cerita, barangkali mereka terpancing untuk datang ke Raja Ampat. Bisa jadi ada paket wisata yang menawarkan perjalanan ke tempat-tempat yang dijadikan latar cerita novel saya. Ini baru khayalan saja, mimpi yang berharap dipeluk oleh Penguasa Alam. Seperti seorang teman saya yang baru saja mendapatkan keberuntungan, diundang oleh Dubes Maroko untuk berkunjung ke Maroko dan menulis lagi tentang Maroko di novelnya. Itu karena dia menulis novel yang latar ceritanya di Maroko, lalu novelnya sampai ke tangan Dubes Maroko, dan dia diajak traveling ke Maroko agar bisa menceritakan Maroko lebih detil. Luar biasa! Ah, kapan saya bisa begitu? Entahlah. Seandainya saya ke Raja Ampat, saya akan sungguh-sungguh menjadikannya latar tempat bagi tokoh-tokoh di dalam novel saya.

Jika sudah berencana liburan ke suatu tempat, masukkan Raja Ampat sebagai tujuan destinasi Anda. Informasi lebih lengkap mengenai Raja Ampat bisa didapatkan di www.indonesia.travel. Hal ini penting agar kita dapat memaksimalkan perjalanan sebaik-baiknya. Selamat berlibur ke Raja Ampat. 


Tulisan ini diikutsertakan dalam "Sail Raja Ampat Blogging Contest." 

Sumber Referensi:
http://www.indonesia.travel/id/destination/248/raja-ampat/article/56/dari-sorong-ke-waisai-ibu-kota-raja-ampat

http://indonesiarevive.com/2010/12/23/keindahan-eden-di-raja-ampat-papua/
http://www.indonesia.travel/id/destination/248/raja-ampat


 http://www.indonesia.travel/id/destination/248/raja-ampat/article/187/konservasi-lingkungan-dan-pemb



11 comments:

  1. Rajat ampat memang 'sesuatu' ya mak, kerrreeennnnn

    ReplyDelete
  2. Subhanallah indah ya... keren tulisannya mbak leyla. sukses yaa

    ReplyDelete
  3. Dulu aku punya temen kos yang orang Papua, tapi dia ngga pernah cerita tentang raja ampat ini mak, aku baru tahu destinasi ini beberapa tahun terakhir ini aja, dasar nggak gaul ya hihihi

    ReplyDelete
  4. Aku 8 tahun tinggal di Papua, tepatnya di pusat kota Jayapura. Disana semua serba ada, dunkin donats, gramedia, pizza hut, ramayana, gelael, lengkap deh pokoknya, bahkan jauh dr bayangan tentang Papua. Bahkan saat ini kalau boleh dibilang, saya rindu ingin kembali berkunjung kesana, tanah kelahiran anak saya. Tapi sy blm pernah ke Raja Ampat. Jauhnya jarak dan mahalnya tiket pesawat jadi kendala untuk berkunjung ke berbagai wilayah di Papua. Sukses untuk lombanya ya mak

    ReplyDelete
  5. Bisa nyampe Raja Ampat itu sesuatu bgt mak.. keindahannya blm ada yg bisa mengalahkan. Semoga aku bisa nyamps sana someday..mb leyla juga. Amiinn
    Goodluck ngontesnya ^-^

    ReplyDelete
  6. target temen2 nih buah kesana, tapi harus nabung dolar dulu hehe

    ReplyDelete
  7. I love Indonesia, Terutama Hutan dan Lautnya.

    ReplyDelete
  8. Makasih info lombanya Ela..mau juga ah behayal ke Raja Ampat :)

    ReplyDelete
  9. Waduh.. Fotonya bikin kepengen..
    Gawat

    ReplyDelete
  10. jika menilik gambar gambarnya, nampaknya sangat indah disana ya? ingin sekali jika berkesempatan pergi bersama keluarga ke raja ampat, kayaknya akan sangat mengasyikkan melihat syurga dunia

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...