Friday, August 29, 2025

Pekan Menyusui dalam Budaya Nusantara bersama Dompet Dhuafa

Ternyata bulan Agustus ini ada Pekan ASI Sedunia. Berbicara tentang memberikan ASI atau menyusui, saya jadi teringat pengalaman menyusui ketiga anak saya. Anak pertama hanya 5 bulan, karena kesundulan hamil lagi. Anak kedua dan ketiga Alhamdulillah bisa mendapatkan ASI sampai usianya hampir 3 tahun. 

Pekan Menyusui Sedunia



Saya merasa beruntung diberikan kemudahan menyusui, karena bekerja dari rumah. Suami yang fokus mencari nafkah. Jadi saya bisa menyusui kapan saja. Meskipun tetap ada kendala, seperti terkena mastitis. Saya berusaha terus menyusui, sampai akhirnya malah mengalami kesulitan menyapih. Bagi saya, lebih enak menyusui ASI daripada memberikan susu formula. 

Anak sulung saya yang terpaksa minum sufor jadi sering diare dan harus bolak-balik ke rumah sakit. Badannya juga kurus. Sedangkan anak yang minum ASI malah gemuk dan sehat. Sekarang juga terasa keterikatannya pun berbeda. Anak kedua dan ketiga lebih dekat dengan saya, sedangkan si sulung sukanya menyendiri. Agak menyesal juga kenapa dulu saya tidak menyusuinya terus. 

Dalam rangka Pekan ASI Sedunia, saya pun menghadiri acara Dompet Dhuafa di kantornya, tanggal 26 Agustus 2025 lalu. Acara ini menghadirkan para pakar laktasi dan konselor ASI, juga bidan-bidan yang bekerjasama dengan Dompet Dhuafa untuk menyukseskan pemberian ASI Eksklusif. 

Sambutan pertama dari Andi Makmur Maka, Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Beliau menceritakan bahwa zaman dulu sangat jarang susu formula, sehingga bayi lebih banyak yang mendapatkan ASI. Menyusui adalah bagian dari norma sosial dalam kesehatan dan kearifan masyarakat. Orang suku Bugis Makassar apabila melahirkan lagi saat anak pertama masih bayi, maka anak pertama akan dititipkan menyusui kepada orang lain atau pelayan (ibu susu). 

Sambutan Pekan Menyusui DD



Ternyata ASI memberikan kedekatan emosional dengan ibu susunya. Anak yang menyusui pada ibu susu lebih dekat secara emosional dengan ibu susunya daripada dengan ibu yang melahirkannya. Apabila sudah berkeluarga, anak itu lebih suka membawa ibu susunya untuk tinggal bersamanya. Ibu bapak wajib menyusui anak paling tidak selama dua tahun. 

Sambutan kedua dari Tri Estiani, Bendahara Dewan Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Pekan Menyusui Sedunia adalah momentum penting dalam mendukung ibu menyusui. Pemerintah menargetkan cakupan ASI Eksklusif di angka 80%. Dukungan terhadap ibu menyusui sangat penting. Tidak sedikit ibu yang punya motivasi menyusui tapi terkendala. Sulitnya akses informasi terhadap menyusui, fasilitas konseling menyusui, dan gencarnya pemasaran susu formula. 

Tri Estiani



Dompet Dhuafa memiliki program pendampingan ASI Eksklusif melalui LKC Dompet Dhuafa yaitu program kawasan sehat, program bidan untuk negeri, dan program kesehatan ibu dan anak. Penerima manfaat telah mencapai 2278 binaan ibu hamil, 2988 ibu menyusui terdampingi, 2048 berhasil menjalankan ASI Eksklusif. Capaian program mencapai 80% pada tahun 2023. Pendampingan dan edukasi ini harus diperkuat secara berkelanjutan agar angkanya tak menurun. 

Selanjutnya pembicara pertama yaitu dr. Lovely Deasy, MKM, Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, memaparkan bahwa ASI adalah hak setiap bayi. Di 1000 hari pertama kehidupan adalah masa yang sangat penting untuk menentukan kualitas SDM. Pertumbuhan otak terjadi sejak dalam kandungan. Kalau dari kandungan kekurangan gizi, maka 25% perkembangan otak sudah terganggu.  Jika ada anak stunting yang lebih pendek dari usianya, maka pertumbuhan otaknya juga terganggu. Makanya pemerintah memprioritaskan penurunan stunting. 

Sebenarnya jumlah stunting di Indonesia menurun, yaitu 1/5 dari balita sekarang stunting. Walaupun sudah turun, dibandingkan dengan negara lain masih tinggi. Bukan hanya stunting, tapi juga ada gizi kurang dan gizi buruk. Masalah gizi masih jadi prioritas pemerintah. Preferensi stunting di seluruh provinsi, baru satu provinsi yaitu Bali yang di bawah 10% (rendah). Sedangkan ada 21 provinsi yang tinggi stunting dan 5 provinsi yang sangat tinggi. 

Berbagai intervensi untuk mencegah stunting, salah satunya adalah pemberian ASI Eksklusif. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. Pemberian ASI pada usia 0-5 bulan di tahun 2024 adalah 64,5%. Masih banyak bayi yang belum diberikan ASI. Apalagi kalau usianya sudah mendekati dua tahun, pemberian ASI semakin turun. 

Pemberian ASI pada ibu yang bekerja ternyata lebih rendah, sedangkan di pedesaan lebih tinggi. Kolostrum sangat penting untuk bayi. Para ibu sudah mulai teredukasi untuk memberikan kolostrum. Masih banyak juga yang memberikan makanan selain ASI kepada bayi baru lahir, yang mengganggu kesuksesan menyusui. 

Masih banyak tantangan pada pemberian ASI, di antaranya kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga, pengaruh budaya dan sosial, dukungan keluarga dan lingkungan, kurangnya dukungan tempat kerja, promosi susu formula yang masif, keterbatasan tenaga konselor menyusui, dan masalah medis pada ibu dan bayi. 

Dengan adanya kegiatan Dompet Dhuafa, yaitu keberadaan kader DD, akan membantu edukasi penting ya ASI Eksklusif. Harapannya bisa menghasilkan generasi emas. 

Pembicara kedua, Bapak Yudi Latif dari  Dompet Dhuafa, menerangkan tentang faktor penentu kualitas manusia itu ada dua: pendidikan dan kesehatan. Faktor penentu kesehatan adalah perilaku masyarakat. ASI adalah tradisi yang baik dan dianjurkan oleh agama. Tiba-tiba ada budaya modern yang menganggap menyusui ASI itu ketinggalan zaman. Menyusui adalah investasi. Memberikan ASI menjadi fundamental dalam menyiapkan generasi. 

Pembicara Pekan Menyusui Dompet Dhuafa



Pembicara ketiga, Ibu Nia Umar, S.SOS, MKM, IBLCC, Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui (AIMI). Di tahun 60-an, angka menyusui itu turun drastis. Penjualan susu formula sedang sangat tinggi. Produsen susu formula sangat paham bagaimana memutarbalikkan pengetahuan manusia. Semua mamalia kodratnya menyusui, tapi hanya manusia yang kebingungan. Pekan Menyusui Dunia diselenggarakan dari tanggal 1-7 Agustus. 

Setiap tahunnya ada tema berbeda dari Pekan Menyusui Sedunia. Untuk meningkatkan angkat menyusui, ada 4 pilar yang harus dilakukan: pemerintah mengeluarkan peraturan, komitmen program pemerintah (kampanye menyusui), 
meningkatkan pengetahuan dan dukungan dari keluarga, dan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan. Butuh satu negara untuk mengasuh seorang anak. Sehingga keberhasilan menyusui harus didukung oleh semua orang. 

Pembicara terakhir, dr. Asti Praborini. Di dalam Al Qur'an surat Al Baqarah: 233 berisi anjuran untuk para ibu agar menyusui anaknya selama dua tahun penuh dan ayah memberikan makanan dan pakaian. Seorang ibu boleh bekerja tapi tetap harus menyusui bayinya dan yang terpenting adalah ibu menyusui bayinya secara langsung (tidak diperah). 

Faktor Dukungan ASI



WHO melakukan riset dan mengatakan bahwa menyusui itu sebaiknya selama dua tahun atau lebih. Indonesia sudah membuat UU Kesehatan setiap bayi berhak mendapatkan ASI Eksklusif. Setiap orang yang menghalangi pemberian ASI bisa dikenakan pidana. 

Bayi yang tidak diteteki mengalami gangguan perilaku dan mencetuskan autism. Pemberian ASI Perah tidak memberikan perlindungan yang sama terhadap risiko meneteki. Payudara harus diisap oleh bayi. Jika tidak, maka akan terjadi peradangan kronis yang akan menimbulkan kanker payudara. Indonesia menghasilkan kasus kanker payudara sehari 191. 

Susu formula bisa menyebabkan kanker anak yaitu leukimia sebanyak dua kasus sehari. Jika harus minum sufor, maka berikan pakai gelas kaca (bukan plastik) dan bukan dot. Wah, informasi ini masih baru untuk saya. 

Kemudian dihadirkan juga pejuang ASI, yang sempat berhenti memberikan ASI untuk bayinya. Tapi setelah menjalani program laktasi bersama dr. Asti, ibu itu pun berhasil menyusui bayinya kembali. Artinya, jangan pernah mengatakan bahwa ASI-nya kurang, ASI-nya kering, karena tidak ada yang kering. ASI keluar sesuai kebutuhan bayi. Semakin sering menyusui, semakin bertambah produksinya. 

Carilah dokter atau bidan yang mendukung program menyusui ASI Eksklusif ini ya, contohnya dr. Asti yang bertugas di Rumah Sakit Permata Depok. Sebab, seringkali penghambat menyusui itu juga datang dari para nakes yang malah merekomendasikan susu formula. 

Mari kita kembali kepada tugas fitrah seorang Ibu, yaitu menyusui ASI Eksklusif. Semoga ibu-ibu semua diberikan kemudahan memberikan ASI. 







No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...