Hari yang ditunggu-tunggu sebentar lagi tiba. Hari kemenangan bagi semua umat Islam di dunia: IdulFitri. Puasa Ramadan sebulan penuh menempa kita agar dapat menahan lapar dan sabar. Puncaknya saat IdulFitri kita diajak melapangkan hati untuk saling memaafkan dan menyambung silaturrahim dengan halal bihalal.
Demi halal bihalal itulah maka tradisi mudik telah mengakar di Indonesia. Hal itu dikarenakan banyak orang yang merantau ke kota besar, terutama Jabodetabek. Contohnya suami saya yang berasal dari Garut merantau ke Depok dan bekerja di Jakarta. Otomatis setiap lebaran kami mudik ke Garut.
Pernah sakit saat lebaran? Saya pernah! Bukan cuma saya ya, tapi juga suami dan anak saya. Penyebabnya mungkin karena perut kaget beradaptasi lagi dengan jam makan yang normal (setelah sebulan berpuasa) atau kelelahan di perjalanan. Saya pernah dirawat di rumah sakit bersama si bungsu pada malam lebaran. Tahun kemarin pun suami saya sakit pencernaan dan berobat ke rumah sakit.
Jadi, layanan kesehatan saat mudik lebaran sangat diperlukan. Bagaimana dengan layanan BPJS Kesehatan? Apakah bisa digunakan di tempat mudik? Pasti banyak yang khawatir karena saat sakit itu tidak bisa ke faskes utama yang terdaftar. Nah, jawabannya saya dapatkan dalam acara Konferensi Pers dengan tajuk "BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal selama Liburan Lebaran 2026."
Tenang saja. BPJS Kesehatan telah menyiapkan berbagai kemudahan layanan kesehatan dan administrasi selama mudik di kampung halaman. Direktur Utama BPJS Kesehatan yang baru, Bapak Prihati Pujowaskito dalam acara ini memperkenalkan jajaran direksi BPJS Kesehatan yang baru sekaligus menegaskan kemudahan layanan BPJS Kesehatan selama mudik lebaran.
Pembukaan layanan di kantor cabang tetap dilakukan pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 dari jam 08.00 sampai jam 13.30 waktu setempat. Pak Pujo mengatakan bahwa para pemudik tak perlu mengkhawatirkan layanan BPJS Kesehatan di lokasi mudik karena akan tetap tersedia dan diakses dengan mudah sehingga perjalanan mudik tetap tenang dan nyaman.
Posko Mudik BPJS Kesehatan
Tersedia berbagai Posko Mudik di beberapa titik untuk membantu pemudik mendapatkan layanan konsultasi, informasi, dan bantuan layanan kepesertaan selama mudik. Beberapa Posko Mudik BPJS Kesehatan yang tersedia tanggal 13-16 Maret 2026 yaitu:
- Pelabuhan Merak Banten
- Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur
- Rest Area Tol 88A Cipularang Purwakarta
- Rest Area Tol 166A Cipali Majalengka
- Rest Area Tol 429A Ungaran Semarang
- Rest Area Tol 519A Masaran Sragen
- Terminal Purabaya Sidoarjo
- Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Jadi kalau kita mudik melewati akses di atas, kita bisa menemukan Posko Mudik BPJS Kesehatan. Jangan ragu untuk mendatanginya guna mendapatkan layanan kepesertaan. Kalau saya insya Allah mudik lewat tol Cipularang. Tahun lalu pun saya melihat Posko Mudik BPJS Kesehatan di sana.
Aktifkan Kepesertaan BPJS Kesehatan
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan yang baru, Akmal Budi Yulianto menginformasikan kemudahan akses layanan administrasi kepesertaan selama libur lebaran dengan aplikasi Mobile JKN. Peserta dapat mengubah data, faskes tingkat pertama, dan lain-lain tanpa harus datang ke kantor. Jadi, ayo unduh aplikasinya dan masuk menggunakan nomor BPJS Kesehatan Anda!
Sementara itu, kita juga bisa mengecek status keaktifan peserta dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN, Whatsapp PANDAWA, dan Care Centre 165. Pastikan statusnya aktif agar kita bisa menggunakan layanan BPJS Kesehatan ya.
Nah, kalau Anda belum menjadi peserta BPJS Kesehatan, segera daftarkan diri Anda! Saat mudik, tak hanya khawatir dengan kesehatan tapi juga musibah kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan laporan kepolisian, kecelakaan lalu lintas banyak terjadi saat mudik. Terbanyak di Jawa Tengah.
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba juga menyampaikan kemudahan peserta JKN dalam mengakses layanan kesehatan meskipun berada di luar domisili. Peserta bisa mendapatkan layanan kesehatan di FKTP mitra BPJS Kesehatan di mana pun berada yang saat itu sedang beroperasi.
Dari mana mendapatkan informasi faskes yang sedang beroperasi? Kita bisa mendapatkannya melalui Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan (Aplicares). Lalu jika peserta membutuhkan obat kronis yang tak boleh putus, maka bisa mendapatkannya di rumah sakit lebih awal dari biasanya. Dan jika obatnya habis saat sedang mudik, peserta bisa mengambilnya di rumah sakit terdekat.
Untuk jaminan kecelakaan lalu lintas, biayanya akan dijamin oleh Jasa Raharja hingga maksimal 20 juta. Jika lebih, maka kelebihannya akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Tentu ada syaratnya yaitu peserta harus aktif, kecelakaan tidak melibatkan kendaraan lain, dan kecelakaan terjadi bukan dalam lingkup kecelakaan kerja.
Alhamdulillah, ternyata mudah ya mendapatkan layanan kesehatan BPJS Kesehatan saat mudik lebaran. Akan tetapi, saya berdoa semoga kita semua diberikan kesehatan dan keselamatan saat mudik lebaran. Aamiin.



No comments:
Post a Comment
Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....