Wednesday, July 29, 2026

Strategi Lulus SNBT ke IPB University

Alhamdulillah, Ismail lulus SNBT pilihan dua jurusan Statistika dan Sains Data di IPB University. Kami bersyukur sekali walaupun bukan tembus di pilihan 1, Matematika ITB. Ismail mengambil 3 pilihan jurusan: Matematika ITB, Statistika dan Sains Data IPB, dan Akuntansi Keuangan PNJ. Saya malah mengira Ismail tembus di pilihan 3, mengingat pilihan 1 dan 2 itu sama-sama sulit dan ketat. Bisa dibilang keduanya adalah pilihan "bun-dir" karena skor tryoutnya di bawah batas minimal. 

Strategi Lulus SNBT ke IPB University


Sejak masuk SMA, Ismail ingin masuk jurusan STEI-K ITB. Berhubung ayahnya juga lulusan ITB. Ternyata jurusan itu passing gradenya sangat tinggi. Jujur saja ya, di kelasnya Ismail ini bukan yang pintar banget. Untuk ranking sekelas saja paling bagus ranking 10. Pas kelas 12, mentok di ranking 14 hehehe. Memang mata pelajaran yang nilainya paling bagus itu hanya Matematika dan Bahasa Inggris. Sisanya pas-pasan. Jadi, kalau dia bisa lulus SNBT itu semacam keajaiban ya. Apalagi lulusnya di PTN Top 5 dan jurusan yang passing gradenya tinggi. 

Masuk kelas 12, Ismail hanya ikut bimbel dari sekolahnya. Sekolahnya di SMAIT Nurul Fikri, jadi tiap anak mendapatkan bimbel NF pada jam pelajaran sekolah. Saat pengambilan raport semester 5, wali kelasnya kaget karena Ismail tidak mengikuti bimbel lain di luar sekolah. Sedangkan teman-temannya mayoritas ikut bimbel lagi di Inten yang ada jaminan lolos PTN. Ismail juga pernah ikut tes masuk bimbel inten dan dapat kelas A karena bisa jawab 27 soal dari 30 soal. Sayangnya, kami nggak kuat biayanya euy. Banyak kebutuhan lain. Biayanya yang paling murah 16 juta. 

Setelah pulang ambil raport dan melihat hasil tryout Ismail di NF belum ada kenaikan, akhirnya saya cari bimbel online yang terjangkau. Alhamdulillah saya menemukan bimbel online Bintang Pelajar, biayanya 4 jutaan untuk satu semester. Jadi Ismail baru ikut bimbel tambahan di semester 6. Skor TO di NF masih kisaran 500-650. Mana bisa masuk PTN top 5 yang skornya tinggi? Kami berharap Ismail bisa lulus SNBT, karena khawatir kena biaya tinggi kalau lewat jalur Mandiri. 

Berhubung kami desil 6-10 dan gaji ayahnya terbilang lumayan, kami memprediksi Ismail pasti akan dapat IPI dan UKT tinggi kalau lewat jalur Mandiri. ITB saja IPI tertingginya 85 juta. Ayahnya sudah menabung, tapi tetap saja pasti ngos-ngosan ya kalau harus bayar segitu. Paling harus jual aset. Memang semahal itu jalur Mandiri untuk desil 6-10. Siap-siap saja, Bun! 

Setelah tambah bimbel di BP, skor Ismail mulai menunjukkan perkembangan walapun tetap masih kurang untuk bisa meraih jurusan impiannya. STEI-K ITB itu jurusan yang sangat tinggi passing gradenya, minimal 780 deh. Itupun ternyata tahun ini skor jurusan di ITB mengalami kenaikan semua. Mungkin peminatnya semakin banyak. Skor TO tertinggi yang pernah dicapainya di BP adalah 717. Berdasarkan skor itu, kami mulai mencari jurusan yang kira-kira Ismail bisa lolos tapi tetap sesuai bakat dan minatnya. 

Konseling dengan Bimbel 

Di NF dan BP menyediakan konsultasi jurusan. Kalau mau mengambil ITB dan UI, pilihan jurusannya tidak sesuai dengan minat dan kemampuan Ismail yang condong ke Matematika. Ismail disarankan mengambil kampus di luar Jawa Barat. Sasarannya kampus di Jateng dan Jatim, seperti ITS dan Unnes.  Pada saat itu, kami jadi tidak yakin ya. Ismail bisa lolos SNBT nggak ya? Rumah kami di Depok lebih dekat ke UI, tapi Ismail maunya ke ITB. Kalau sudah pilih ITB, jangan pilih UI juga. Apalagi skor pas-pasan. Bisa tertolak dua-duanya. Tapi kami juga tidak mau Ismail kuliah jauh-jauh. Dan entah bagaimana tiba-tiba masuk pilihan ke IPB. Kebetulan ayahnya juga pernah kerja sebagai Data Analis dan tahu prospek kerjanya bagaimana. Di IPB ada jurusan Statistika dan Sains Data.

Sebenarnya KTP kami Bogor, tapi malah tidak pernah terpikirkan IPB karena dikiranya IPB itu cuma jurusan Pertanian dan Peternakan. Setelah pusing mencari-cari jurusan, baru deh kulak-kulik IPB. Eh, ternyata ada banyak jurusan bagus yang tidak berhubungan dengan pertanian. Pilihan jurusan ke Statistika dan Sains Data karena sesuai dengan kecenderungan Ismail yang suka Matematika dan lebih besar peluang kerjanya. IPB juga masuk PTN top 5 yang lulusannya relatif mudah dapat kerja. 

Jurusan itu juga sangat ketat dan konsultan bimbel juga seperti menyangsikan Ismail bisa masuk dengan skor yang di bawah passing gradenya. Dari sekian banyak TO yang diikuti, cuma dua kali Ismail bisa dapat skor 700-an. Skor 709 dan 717. Pada tahun 2025, Matematika ITB minimal butuh skor 730, sedangkan Statistika dan Sains Data IPB minimal 719. Skor TO Ismail yang tertinggi cuma 717. Skor itupun tidak bisa jadi acuan, karena bergantung pada skor peserta yang memperebutkan jurusan tersebut di tahun berjalan. Kursi yang diperebutkan di jurusan Statistika dan Sains Data itu hanya 36. Intinya, kami benar-benar gambling saat memilih kedua jurusan itu. 

Strategi Lulus SNBT ke IPB University 

Saya rasa selain ikhtiar belajar keras, juga ada tangan tak terlihat yaitu tangan Allah Swt. Inilah strategi anak kami bisa lulus SNBT ke IPB University dengan jurusan yang ketat. 

Rajin Mengerjakan Soal Try Out 

Soal SNBT itu menurut saya sangat susah ya. Kalau dibilang Gen Z nggak bisa hitung-hitungan, coba lihat soal SNBT deh. Sesusah itu. Pertama kali saya mendampingi Ismail mengerjakan soal TO di aplikasi Skuling. Itu di awal semester 5. Kami bahas berdua. Ternyata meskipun sudah ada pembahasannya, banyak yang sulit dimengerti. Jadi kalau anaknya bisa belajar sendiri, silakan. Kalau masih bingung, ada baiknya bimbel. Di bimbel akan diajari menjawab soal dan memahami pembahasannya. Berhubung di semester 6 itu Ismail jadinya ikut 2 bimbel (1 dari sekolah, 1 mandiri), setiap minggu itu dia mengerjakan 2 TO. Pusing? Pasti! Enek dan capek.  Ismail pernah malas menjawab juga. Satu lagi, mengerjakan TO harus jujur. Jangan pakai bantuan google, apalagi AI. Supaya bisa melihat skor yang sebenarnya. 

Motivasi dari Sekolah dan Orangtua 

Dukungan dari sekolah berupa bimbel yang memang terafiliasi dengan sekolah. Jadwal bimbelnya dimasukkan ke jam pelajaran. Jadi ada mata pelajaran yang diganti dengan materi SNBT. Beberapa kali diadakan pertemuan orangtua dan sekolah membahas soal masuk PTN ini. Dampingan dari orangtua juga sangat diperlukan karena anak ada masanya bosan dan malas mengerjakan soal tryout. Ini salah satu cara kami menerapkan pola asuh attachment parenting. Selain mendampingi, saya juga bilang kalau nggak lulus SNBT kemungkinan gapyear karena orangtua nggak kuat bayar IPI Mandiri. Kalau masih di bawah 40 juta sih ya diusahakan, tapi bagaimana kalau dapat di atas 80 juta? Sedangkan adiknya juga tahun depan masuk kuliah. 

Pilihan Jurusan Idealis dan Realistis 

Saya perhatikan anak-anak yang tidak lulus SNBT itu tidak selalu skornya rendah, tapi karena pilihan jurusannya terlalu tinggi (tidak realistis). Idealis boleh, tapi tetap harus realistis. Kecuali punya uang untuk berjuang di jalur Mandiri. Skor di SNBT itu lebih tinggi daripada di Mandiri, karena kuota SNBT hanya sedikit gara-gara anggaran pendidikannya dikurangi. Zaman dulu, ayahnya Ismail bisa masuk ITB jalur UMPTN (SNBT) dengan skor 600-an, zaman sekarang anaknya sudah dapat skor 724 pun gagal masuk ITB hehehe. Pilihan jurusan idealis di pilihan 1, pilihan jurusan realistis di pilihan 2. Itupun masih gambling ya karena bedanya tipis. Intinya, pilihan jurusan ini sebaiknya mendekati skor TO dan mengerjakan TO harus jujur supaya bisa dapat skor yang tepat.  

Namun, memilih jurusan dan kampus ini juga bukan berarti asal lulus ya, tapi setelah lulus malah nggak diambil karena nggak suka. Banyak sekali anak yang begitu. Tetap pilihlah jurusan dan kampus yang disukai. Ada yang sampai memilih kampus di luar Jawa, tapi setelah lulus malah nggak diambil karena kejauhan. Selain memiih jurusan yang disukai, lihat juga prospek kerjanya di masa depan. 

Jalur Langit 

Selain ikhtiar di atas, kami tambah lagi usahanya melalui jalur langit. Buat yang mau-mau dan percaya saja. Orangtua dan anak sama-sama menguatkan ibadah dan doa supaya lulus SNBT. Sebagai muslim ya ikhtiar ibadahnya dari salat tahajud, hajat, dhuha, puasa, sampai sedekah. Semua diniatkan supaya lulus SNBT di PTN yang terbaik. Yang terbaik itu tidak selalu di pilihan 1, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sana. Setelah Ismail lulus SNBT ini, saya semakin yakin  bahwa bantuan Allah itu nyata. 

Bismillah, minggu depan Ismail mulai kos dan adiknya sekarang juga sedang belajar keras supaya bisa lulus SNBT tahun depan.






 















 



No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...