Setelah usaha kuliner rumahan berjalan dengan lancar dan menguntungkan, kita bisa membeli stok bahan sehingga pesanan bisa langsung dibuatkan. Kemudian membuka kedai kecil di depan rumah dengan beberapa meja dan kursi agar pembeli bisa makan di tempat. Untuk permulaan bisa memanfaatkan garasi atau teras rumah. Pembeli tidak lagi menunggu lama jika stok bahan baku selalu tersedia. Berikut adalah cara mencatat stok bahan dan pesanan pada usaha kuliner rumahan:
5 Cara Mencatat Stok Bahan
Untuk mencatat stok bahan baku yang digunakan, gunakan cara ini:
FIFO (First In First Out)
Agar terhindar dari pemborosan dan pemakaian bahan yang kadaluwarsa, gunakan bahan yang pertama kali masuk stok dulu. Untuk membedakannya, beri label tanggal bahan masuk tempat penyimpanan, pisahkan raknya dengan bahan yang masuk belakangan, dan selalu ambil bahan yang lebih lama disimpan saat ada pesanan masakan.
Stock Opname
Meskipun masih usaha kuliner rumahan skala kecil, perlu juga dilakukan stock opname yaitu menghitung stok bahan baku yang ada di tempat penyimpanan. Pisahkan bahan bakunya mulai dari bahan segar seperti sayuran dan daging, bahan kering seperti bumbu dapur, terigu, dan margarin, serta alat makan atau kemasan seperti boks kardus dan sendok plastik. Setiap hari selalu diperbarui stock opname-nya sehingga bisa diketahui bila ada bahan yang habis, kadaluwarsa, atau tidak segar lagi.
Rumus Stok
Seringkali dalam usaha kuliner rumahan terjadi komplain pesanan habis tiba-tiba karena stok bahannya tidak diperhatikan. Sayang sekali itu bisa mengecewakan pembeli. Coba hitung stok bahan yang tersisa menggunakan rumus stok yaitu Stok Akhir = Stok Awal + Bahan Masuk – Bahan Keluar.
Batas Minimum Stok
Setelah menghitung stok akhir itu, maka tentukan batas minimum stok yang menyebabkan kita harus segera berbelanja lagi supaya tidak kehabisan. Batas ini ditentukan oleh jumlah pesanan harian atau mingguan. Misalnya kita berjualan ayam goreng krispy. Per hari biasanya terjual 5 ekor ayam. Ayam itu akan dikirim oleh penyalur setiap dua hari sekali. Maka kita harus punya Batas Minimum Stok = Stok Pengaman + (Permintaan Harian x Pengiriman dari Supplier), 3 ekor + (5 ekor x 2 hari) = 13 ekor. Jadi dalam waktu dua hari itu kita punya stok 10 ekor ayam untuk dua hari dan 3 ekor ayam untuk berjaga-jaga seandainya ada pesanan berlebih atau keterlambatan pengiriman ayam dari supplier.
Aplikasi Usaha Kuliner
Agar lebih mudah melakukan penghitungan itu, gunakan aplikasi usaha kuliner seperti labamu yang menyediakan beragam fitur untuk membantu operasional agar lebih rapi. Untuk mengelola penjualan tersedia fitur pengelolaan stok bahan secara otomatis setiap kali terjadi transaksi, sehingga membantu menjaga ketersediaan stok dan tidak perlu lagi terjadi penolakan pesanan akibat kehabisan stok.
Cara Mencatat Pesanan
Selanjutnya untuk mencatat pesanan, kita juga bisa menggunakan labamu karena tersedia fitur-fitur yang membantu. Bahkan pembeli bisa melihat menu dan memesan langsung dari mejanya menggunakan kode QR agar pelayan tidak perlu mendatangi meja satu per satu. Bisa digunakan untuk pesanan dine-in atau takeaway dan semua transaksi langsung tercatat ke dalam laporan otomatis. Kita tak perlu melakukan rekap manual lagi setiap hari.
Usaha kuliner rumahan pun bisa menggunakan sistem operasional yang rapi dengan aplikasi usaha kuliner ini, sehingga lebih professional dan menguntungkan. Apalagi dilengkapi dengan berbagai metode pembayaran yang memudahkan pembeli. Tidak perlu menolak pesanan hanya karena tidak ada kembalian.

No comments:
Post a Comment
Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....