“Jamuuuu….”
Lengkingan suara tukang jamu
langganan ibu saya, sampai hari ini masih membekas di hati. Ketika kecil, di hari
Sabtu dan Minggu, Ibu selalu membeli jamu dari Mbok Jamu keliling. Jamu yang
dibeli diantaranya: beras kencur, kunyit asem, daun sirih, dan jamu-jamu
sachetan dalam keadaan tertentu, misalnya masuk angin, flu dan batuk, asam
urat, flu tulang, dan sebagainya. Ibu juga membiasakan anak-anaknya meminum
jamu. Jamu yang saya minum adalah beras kencur dan manisan jahe, karena rasanya
bersahabat dengan lidah, alias tidak pahit. Jamu-jamu itu dimasukkan ke dalam
botol-botol yang besar dan digendong di punggung si Mbok Jamu. Luar biasa ya
penjual jamu itu, berjalan jauh dari rumahnya dan singgah dari rumah ke rumah
sambil menggendong bakul jamu yang berat.