Showing posts with label Surga yang Terlarang. Show all posts
Showing posts with label Surga yang Terlarang. Show all posts

Tuesday, December 8, 2015

[Foto Buku] Surga yang Terlarang

Seringkali cinta datang hanya untuk mengajari kita kesabaran dalam menanti cinta yang sesungguhnya. Kita sudah menghabiskan waktu berjam-jam, berhari-hari, hingga bertahun-tahun untuk mengharapkannya, tetapi orang lain yang menyematkan cincin ke jari manis kita. Ketahuilah, itu bukan kesalahan. Sebab, cinta yang sejati bukan surga yang terlarang. 

Saturday, December 6, 2014

Novel Surga yang Terlarang dan Skripsi dengan Nilai A


Apa yang paling membahagiakan kita selain karya yang kita tulis membawa manfaat bagi pembaca? Alhamdulillah, Novel Surga yang Terlarang dijadikan tema skripsi seorang pembaca. Skripsi tersebut telah disidangkan dan mendapatkan nilai A. Sebagai penulis novel tersebut, saya bersyukur sekali novel yang saya tulis sambil mengasuh dua balita itu bisa memberikan manfaat kepada pembaca. Saya membayangkan skripsi tersebut dibaca oleh mahasiswa-mahasiswa lain (terutama yang mau menulis skripsi juga), seperti saat saya dulu menyusun skripsi. 

Monday, September 9, 2013

Frankfurt to Jakarta: Novel Laris di Gramedia Gajah Mada-Medan

Ini kiriman foto dari Mba Eka Natassa Sumantri, walaupun di foto itu saya tidak ditag, tapi ternyata ada Novel Frankfurt to Jakarta juga di antara deretan novel laris yang dipajang di Gramedia Gajah Mada, Medan. Alhamdulillah, semoga saja menjadi awal yang baik untuk novel ini. 

Frankfurt to Jakarta di deretan buku laris

Thursday, July 18, 2013

Mencari Jodoh Naskah


Bismillah, sebelum membaca tulisan ini, semoga tak ada pemahaman yg salah. Tulisan ini dimaksudkan utk curhat, berbagi, dan  menyemangati teman-teman yang juga sedang mencari jodoh untuk naskahnya. Sekaligus promo novel terbaru saya #SurgaYangTerlarang. 

Friday, May 31, 2013

Segera Terbit: Surga yang Terlarang

Nazma menoleh, dan jantungnya langsung berdebar kencang. Jarak antara dirinya dengan Faisal begitu dekat. Ia tak mampu bergerak, untuk sekadar menjauhkan dirinya beberapa sentimeter dari lelaki yang memenuhi kepalanya setahun belakangan. Tak terasa lamanya waktu yang telah dilewatinya untuk mengagumi lelaki itu, dari semula tidak mengenal sama sekali, menjadi sedemikian dekat.
“Eh, iya, Pak….” Nazma menjawab, sebisa mungkin menghilangkan kegugupannya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...