Mau bertanya, nggak sesat di
jalan. Pesan itu sudah mengiang-ngiang di telinga saya sejak saya kecil. Ibu
saya pun selalu mewanti-wanti setiap saya akan bepergian ke tempat-tempat baru,
agar jangan sungkan bertanya kepada orang di sekitar tempat itu. Lebih baik
bertanya daripada nyasar, kan. Maklum, saya ini orangnya suka nyasar. Eh,
nyasar kok suka. Maksudnya, saya ini buta jalan dan peta. Andalan saya agar
bisa sampai di tempat tujuan, ya harus mau bertanya. Alhamdulillah, berkat
bertanya, saya bisa sampai di tujuan. Saya ingat pengalaman bertanya yang
paling berkesan, yaitu sewaktu saya mendapatkan undangan di Jakarta. Rumah saya
di Bogor. Sehari-hari, saya lebih banyak di rumah karena bekerja dari rumah
sebagai penulis lepas dan ibu rumah tangga. Bisa ditebak kan, saya tidak
menguasai jalan-jalan ibukota. Setiap akan bepergian, pasti rasanya deg-degan
khawatir nyasar. Tapi, sekali lagi, andalan saya adalah bertanya.