Saturday, January 12, 2019

Menikmati Komedi ala Preman di Film Preman Pensiun



Hari Sabtu ini, waktunya membahas soal film. Saya suka sekali menonton film daripada sinetron karena jam tayangnya yang hanya sekitar 2 jam. Kalau sinetron, saya tak sabar menunggu kelanjutannya di minggu berikutnya. 

Bagaimana dengan film yang diangkat dari sinetron? Tentunya, pembuatan film tersebut menantang sang penulis naskah dan sutradara agar filmnya tetap dapat dinikmati oleh penonton yang belum pernah menyaksikan sinetronnya. Seperti saya. 

Sumber: media sosial @MNCP_Movie

Sinetron dengan durasi yang panjang, dibuat dalam versi pendeknya. Salah satunya adalah Film Preman Pensiun yang akan tayang pada tanggal 17 Januari 2019. Jujur, saya belum pernah menonton sinetronnya. Penasaran juga dengan film yang sinetronnya banyak disaksikan oleh rakyat Indonesia ini. 

Sinetron Preman Pensiun sendiri sudah lama tidak tayang di televisi semenjak ditinggalkan oleh Didi Petet. Tentunya banyak penggemar yang kangen dengan preman-preman "bodor" dari Bandung ini. Jadi, film ini dimaksudkan untuk mengobati kerinduan para penggemarnya juga. 

Nah, tanggal 10 Januari kemarin saya berkesempatan menghadiri Press Conference Gala Premiere Film Preman Pensiun di Epicentrum XXI Kuningan Jakarta bersama para blogger dari Komunitas ISB. Alhamdulillah, saya bisa menyaksikan filmnya lebih dulu dan bertemu dengan para pemainnya seperti Epy Kusnandar, Tya Arifin, dll. 



Acara ini dimulai dengan menonton Film Preman Pensiun yang dibuka dengan adegan almarhum Didi Petet bersama para preman binaannya. Tentunya adegan itu adalah potongan dari sinetronnya, karena Didi Petet sudah meninggal dunia. Film ini pun didedikasikan untuk almarhum Didi Petet yang berperan sebagai Kang Bahar, bosnya para preman. 

Apa yang terbayang di benak kita saat mendengar kata "preman"? Sosok mengerikan yang suka memalak uang para pedagang, bukan? Mereka menguasai dan menarik pungutan di tempat-tempat seperti terminal, pasar, pertokoan, dll. Kehadiran preman sering membuat kita ngeri, sehingga citra yang melekat pada mereka pun negatif. 

Preman Pensiun mengartikan para preman yang sudah pensiun dari pekerjaannya dan melakoni pekerjaan lain yang halal. Kang Muslihat sebagai bos para preman juga digambarkan berbisnis Kecimpring, keripik khas Jawa Barat yang terbuat dari singkong. Sebagai perempuan bersuamikan orang Garut, saya sering mencicipi kecimpring ini karena harus ada di meja makan orang Sunda. 

Film Preman Pensiun memang bersetting di Bandung, sehingga banyak elemen khas Jawa Barat yang mewarnainya. Logat beberapa pemain juga khas Sunda. ITB (Institut Teknologi Bandung) dan Jalan Merdeka menjadi beberapa tempat yang disorot untuk meyakinkan penonton bahwa lokasi pengambilan gambar film ini memang di Bandung.

Epy Kusnandar sebagai Kang Mus memiliki ciri khas berkaus singlet dan celana pendek, yang di acara gala premier ini juga dia kenakan. Awalnya saya bingung mengapa Epy Kusnandar memakai kaus singlet dan celana pendek? Oh, ternyata di dalam filmnya itu banyak adegan di mana dia mengenakan kaus singlet dan celana pendek. 

Epy Kusnandar/ Foto: Ani Berta

Namun, rupanya tak semua preman ini benar-benar menggeluti pekerjaan halal. Itulah yang menjadi konflik utama film ini, yaitu terjadinya pengeroyokan yang mengakibatkan matinya adik ipar Gobang, salah satu mantan preman yang dulunya menguasai terminal. Gobang mengalami kebangkrutan dalam bisnis lele, lalu mendengar adik iparnya mati dibunuh. Dia pun berusaha mencari pelakunya. Siapakah pelakunya?  

Tya Arifin berperan sebagai Kinanti, anak Kang Bahar, yang kembali ke Bandung untuk peringatan  1000 hari Kang Bahar. Dua pasangan preman botak yang kompak: Pipit dan Murad menampilkan yang adegan menggelikan. Imas yang sedang hamil dan Dikdik yang menyimpan rahasia, adalah para tokoh yang mengambil porsi besar di dalam film ini.

Celetukan-celetukan kecil dan adegan-adegan lucu dari para tokoh di film ini membuat saya tertawa. Akting para pemainnya terlihat natural, karena kabarnya sebagian dari mereka memang pernah menjadi preman. Walaupun saya belum pernah menonton sinetronnya, ternyata saya dapat memahami jalan ceritanya. 

Pada konferensi persnya, terlihat bahwa para aktor dan artisnya telah menyatu dengan naskah Preman Pensiun ini. Mereka tak dapat menahan haru biru saat mengenang Didi Petet. Epy Kusnandar bahkan tak dapat menahan tangisnya. 

Press Conference Film Preman Pensiun

Film yang diproduksi oleh MNC Pictures dan disutradari oleh Aris Nugraha ini, menurut sutradaranya dalam konferensi pers selepas penayangan filmnya, tak memiliki pesan apa-apa. Akan tetapi, saya dapat menangkap pesan tersirat di akhir filmnya.

Ini film MNC Pictures yang kedua, yang saya tonton setelah sebelumnya saya menonton film 3 Dara 2. Memang bergenre komedi, tapi memiliki pesan mendalam. Pesan apakah yang ingin disampaikan oleh para preman di film ini? Saksikan sendiri di bioskop tanggal 17 Januari 2019 ya. Film Preman Pensiun dapat disaksikan oleh penonton berusia 13 tahun ke atas. 

Official Poster Film Preman Pensiun

Semoga MNC Pictures terus mengeluarkan film bermutu, yang tak hanya mengumbar canda tawa tetapi juga memiliki pesan positif. Tonton trailernya di sini ya: 

27 comments:

  1. Kang Epy tu totalitas banget yaa.. Beliau orang teater juga sih yaa, jadi nggak heran kalau aktingnya pun jago.

    Betewe, beberapa kali saya nonton sinetron ini, kalau pas pulang ke rumah ortu. Soalnya saya ngga punya TV di rumah Solo, hehe.. Tapi lihat beberapa sinetronnya aja sebenernya saya udah suka. Ceritanya tentang keseharian sih ya, semacam Si Doel gitu.

    Berharap filmnya nanti juga akan sukses, seperti film Si Doel. :)

    ReplyDelete
  2. Saya juga gak pernah nonton sinetronnya. Bukan gak tertarik, tetapi channel yang menayangkan sinetron Preman Pensiun gak ada di tv kabel saya. Padahal saya selalu suka dengan akting Epy Kusnandar. Selalu saja mampu memancing tawa. Jadi makin penasaran dengan filmnya

    ReplyDelete
  3. Entah kenapa saya terharu dgn film ini, Mbak Leyla. Soalnya kok perasaan saya, baru kali ini nemu film yang jalan cerita dan suasananya dekat banget dgn keseharian kita (sebagaimana di edisi sinetronnya).

    Kang epy kalo akting juga natural bangeeeet. Ternyata dia pemain teater ya? Pantesaaaaan. Kalo jebolan anak teater tuh rata-rata aktingnya jempol sepuluh lah

    ReplyDelete
  4. Kang Mus sangatlah menjaga silahturahmi dengan anaknya kang Bahar, Kinanti.

    Juga sangat menghargai Kinanti seperti menghargai papinya sewaktu masih hidup

    ReplyDelete
  5. Film preman pensiun sangat natural dan kisah nyata dari beberapa artis di film ini yang dulunya preman sungguhan di kehidupan sehari hari tapi sekarang telah berubah jadi lebih baik lagi

    ReplyDelete
  6. Aku kangennnn kang mus and the gank. Sedih sih kang bahar/didi petet meninggal, padahal nyawa film ini tuh kang bahar.

    ReplyDelete
  7. Aku suka film yang menggambarkan kehidupan masyarakat bawah, garuk-garuk keteknya loh yang nggak tahan mba

    ReplyDelete
  8. Mbaa, aku udah nonton trailernya dan udah ngebayanginya pasti lucu. Dan kayaknya memang film ini bisa ditonton orang yang bahkan belum nonton sinetronnya sama sekali

    ReplyDelete
  9. Aku suka kalau Kang Epy Kusnandar main film, totalitas banget dan lucu. Aku belum nonton filmnya huhu lagi mudik.

    ReplyDelete
  10. penasaran degnan filmnya..soalnya banyak y ang bilang bagus dan memang natural. Pleas pengen tau ajaa preman kalua pension ngapain :)

    ReplyDelete
  11. Ngebayanginnya aja kok kynya bakal ngakak happy ya..semoga nanti bisa ikut nonton :)

    ReplyDelete
  12. Ya ampuun totalitas banget yah Kang Epy promonya? itu sampai pulang cuma pakai singlet aja mba? Hahahaah. Jadi gak sabar liat aktingnya di film :))

    ReplyDelete
  13. Itu kang Epy totalitas banget. Ke preskon pake kaos singlet hehehege. Salute!

    ReplyDelete
  14. Kang Epy keren ya, aktingnya kayak enggak akting kalo di sinetronnya. Kayak kisah nyata yang didokumentasikan. Tapi aku duku enggak tiap hari nontonnya

    ReplyDelete
  15. Mbak ini termasuk film yang berani di produksi ya , bintang utamanya bukan anak muda yang ganteng hueheheh sekarang kan konsumen gitu liat aktornya juga
    tapi wesss jadi pengen nonton abis baca reviewnya mbak

    ReplyDelete
  16. Saya sempat nonton beberapa kali sinetronnya saat nengok ortu memang lucu ya, langsung suka. Tapi karena di rumah ga ada tv jd engga nonton lagi. Jd penasaran deh sama filmnya...jadi pengen nonton deh hehe..

    ReplyDelete
  17. Saya juga juarang banget nonton tivi Mbaaak. Jadi tahunya film ini dari review temen-temen aja ni.... Sepertinya bagus ya.... Ga hanya mengumbar paras ganteng dan ayu pemainnya...

    ReplyDelete
  18. Aku asli ngakak sepanjang nonton film ini Mba. Kocak banget tingkah pemainnya, apalagi Murad dan Pipit. Walo beberapa adegan ada yang bikin sedih, eh

    ReplyDelete
  19. Saya pernah nonton sinetronnya..jadi penasaran apakah film nya akan sesukses sinetronnya y?

    ReplyDelete
  20. Sebenernya aku juga gak pernah nonton siteron Preman Pensiun tapi tahu kalau pas ortu dateng ke rumah mereka suka nonton :) Tahulah beberapa pemerannya.

    ReplyDelete
  21. Saatnya perfilman mengemas film film agar menjadi film bermutu dan layak nenjadi nontonan

    ReplyDelete
  22. Ini masih lama tayang di bioskop kan kak? Hehehe, belum sempat ad waktu nonton 😅 padahal ini film kayaknya seru deh,

    ReplyDelete
  23. Melihat trailernya kok jadi pengin banget nonton yaaa... Kudu cuzz nih ke bioskop setelah tanggal 17. Asik juga nonton yang menghibur model gini. Ringan namun ada pesan moralnya.

    ReplyDelete
  24. Kang epy memang aktingnya luar biasa. Sering lihat di TV aktingnya menjiwai, itu sih menurutku hehehehe

    ReplyDelete
  25. Itu kang Epy gak kedinginan cuma pakai kaus dan singletan doank haha.
    Ini genrenya komedi ya? Lumayan ya buat hiburan keluarga. Noted 17 Januari moga bisa nonton.

    ReplyDelete
  26. Berarti ini genrenya komedi drama yaa, mba..
    Bisa ditonton bareng anak-anak kah?

    ReplyDelete
  27. Waaah bagus ya Mbak filmnya? Saya jarang nonton sinetronnya juga sih. Jadi kemarin malah nonton Keluarga Cemara.

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...