Sunday, May 26, 2019

Jangan Takut Berzakat karena Zakat Membuka Pintu Rezeki

Kalkulator Zakat Dompet Dhuafa

Alhamdulillah, tinggal beberapa hari lagi kita merayakan Idul Fitri. Rasanya Ramadhan tahun ini berlalu begitu cepat. Selain ketupat dan teman-temannya, apa yang melekat pada hari raya Idul Fitri? Yup, Zakat Fitrah tentunya. Jangan lupa membayar zakat fitrah ya karena itu wajib. 


Ternyata bukan hanya zakat fitrah yang wajib. Zakat maal atau zakat harta juga wajib jika penghasilan dan harta yang kita miliki sudah mencapai batas nishab. Nishab adalah ukuran atau batas terendah dari penghasilan atau harta yang kita miliki untuk menentukan kewajiban berzakat. Misalnya, nishab emas adalah 20 dinar. Jika 1 dinar sama dengan 4, 24 gram emas, maka 20 dinar sama dengan 85 gram emas murni. Jadi, jika kita sudah memiliki simpanan emas sebanyak 85 gram, maka kita sudah harus mengeluarkan zakatnya.

Sedangkan untuk zakat penghasilan, nishabnya adalah 520 kilogram beras. Jika harga beras yang kita makan itu per kilogramnya Rp 10.000, maka dikalikan 520 kilogram sama dengan Rp 5.200.000. Berarti jika gaji kita per bulan sudah mencapai atau melebihi Rp 5.200.000, maka kita harus mengeluarkan zakat penghasilan yaitu 2,5% dari penghasilan tersebut. Misalnya, gajinya Rp 6 juta, maka kita harus membayar zakat penghasilan sebesar Rp 150.000. Tidak banyak, bukan? 

Kebiasaan membayar zakat penghasilan itu sudah dilakukan oleh suami saya sejak kami menikah dan kami benar-benar merasakan manfaatnya. Harta kami bukannya berkurang tapi malah terus bertambah. Suami saya itu kalau terlambat membayar zakat penghasilan, pasti was-was. Sebagai istri, saya juga merelakan sebagian penghasilannya untuk membayar zakat walaupun pernah dalam masa kondisi keuangan yang pas-pasan untuk berbelanja kebutuhan dapur. 

Selama penghasilan suami sudah mencapai nishab, maka kami tetap harus membayar zakat. Tak hanya mendapatkan keberkahan dalam hal rezeki, kami juga merasakan bahwa keberkahan zakat telah menyelamatkan hidup kami beberapa kali. Pernah ya, suami menunda membayar zakat karena kondisi keuangan sedang pas-pasan. Penghasilan suami sudah mencapai batas nishab untuk membayar zakat, tapi memang pengeluaran sedang besar. Jadi kami menunda membayar zakat. Setelah itu, kami nyaris terkena musibah kecelakaan.

Suami saya pernah tersetrum hingga jatuh ke lantai saat membetulkan lampu yang rusak, padahal saat itu tidak ada seorang pun di rumah. Alhamdulillah, dia masih diberi keselamatan. Saat mudik, mobil kami juga pernah hampir terguling karena menabrak batu besar dalam kegelapan malam. Lagi-lagi, Allah memberikan keselamatan.  Mobil kami juga pernah menabrak mobil orang dan kami harus membayar ganti rugi yang setelah dihitung ternyata jumlahnya sama dengan zakat yang seharusnya dibayar oleh suami.

Kami menganggap kejadian-kejadian tersebut adalah teguran dari Allah agar  tidak lalai membayar zakat. Setelah mendapatkan teguran, suami langsung melunasi "utang" zakatnya. Allah Swt memang telah memberikan peringatan keras bagi setiap muslim yang tidak mau membayar zakat, meskipun sudah diberikan rezeki berlimpah. 

"Sekali-sekali, janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya, menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya, kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan yang ada di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Ali Imran ayat 180). 

Allah Swt juga memperingatkan di dalam quran surat At Taubah ayat 34: "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih."
Subhanallah. Jadi, jangan  takut berzakat karena zakat justru memberikan kita kelimpahan rezeki dan keselamatan di dunia dan akhirat. Saya dan suami sangat yakin jika rezeki yang kami nikmati saat ini adalah karena zakat yang kami keluarkan setiap bulan. Di dalam harta kami, ada sebagian harta orang lain yang membutuhkan. 

Ke mana kami menyalurkan zakat? Awalnya kami berpendapat bahwa zakat sebaiknya disalurkan ke orang-orang terdekat dulu. Kami memberikan zakat kepada para pekerja di sawah, pembantu rumah tangga, office boy, dan lain sebagainya. Akan tetapi, suami melihat sendiri sesaat setelah dia memberikan zakatnya, uangnya hanya digunakan untuk membeli makanan ringan (jajanan). Sebab, uang zakatnya memang tidak seberapa karena hanya 2,5% dari gaji. Lain halnya kalau dikumpulkan melalui sebuah lembaga penghimpunan zakat yang terpercaya.

Akhirnya, suami memutuskan untuk menyalurkan zakatnya di Dompet Dhuafa karena melihat pengelolaan zakatnya lebih banyak untuk kegiatan produktif dan pemberdayaan. Di antaranya, program pemberdayaan petani, memberikan beasiswa untuk anak-anak yang cerdas dari kalangan tidak mampu, operasional rumah sehat untuk tempat berobat masyarakat yang tidak mampu, pemberian pelatihan kewirausahaan, pengentasan kemiskinan, dan lain sebagainya. Zakat kami yang jumlahnya kecil itu jadi terlihat "besar" dengan pemberdayaan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa. 

#JanganTakutBerzakat dan berzakatlah melalui lembaga yang profesional agar penggunaan uang zakat kita lebih terarah. Untuk mengetahui apakah kita sudah harus wajib mengeluarkan zakat maal atau zakat harta, kita bisa gunakan Kalkulator Zakat dari Dompet Dhuafa dan sekaligus menyalurkan donasinya melalui transfer bank. 

Sejujurnya, zakat itu telah mendidik kami menjadi pasangan yang tidak bakhil terhadap harta dan tidak bergantung kepada harta. Orang yang terlalu bergantung pada harta itu hidupnya tidak tenang karena takut hartanya hilang.

 


4 comments:

  1. Mba Leyla,makasih menulis seperti ini juga mengingatkanku untuk selalu berzakat. Pilihan di Dompwt Dhuafa itu salah satu pilihan terbaik :)

    ReplyDelete
  2. sekarang makin mudah untuk berzakat selain bisa datang langsung ke booth dompet dhuafa atau juga bayarnya via online/aplikasi

    ReplyDelete
  3. Bener banget, setuju dan sudah membuktikan klo berzakat selalu membuat kita sehat lahir dan batin, juga memperlancar rejeki

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...