Saturday, October 5, 2019

Semangat Berwakaf Melalui Wakaf Produktif Dompet Dhuafa

"Kamu sekali-sekali tidak akan sampai pada kebajikan (harta yang sempurna), sebelum menafkahkan sebagian dari harta yang dicintai. Kemudian apa saja yang akan kamu nafkahkan, sesungguhnya Allah mengetahuinya." (Quran Surat Al Hajj, Ayat 77). 


Berbicara tentang harta yang dinafkahkan di jalan Allah, maka kita akan berbicara soal zakat, infak, dan sedekah. Di dalam harta kita, ada bagian untuk orang lain yang membutuhkan. Yaitu orang-orang miskin. Ajaran Islam menekankan pentingnya berzakat, infak, dan sedekah. Akan tetapi, ada satu lagi yang sering terlupakan. Wakaf.

Apa itu wakaf? Menurut bahasa, artinya adalah menahan. Pengertiannya yaitu menahan sebagian harta yang dapat dimanfaatkan untuk umum atau keperluan ibadah, sesuai dengan syariat Islam. Contohnya, kita mewakafkan tanah untuk digunakan sebagai perkebunan dan hasilnya disalurkan kepada orang yang kekurangan. Atau, mewakafkan rumah untuk dijadikan perpustakaan umum gratis dan tempat pendidikan anak terlantar. 

Permasalahannya, banyak dari kita yang berpikir bahwa untuk berwakaf itu, kita harus memiliki harta yang banyak dulu. Apakah benar demikian? Ternyata tidak. Bobby P. Manulang, GM. Wakaf Dompet Dhuafa memaparkan kemudahan berwakaf di Dompet Dhuafa, bahkan hanya dengan uang Rp 10.000 per bulan. Wah, bagaimana caranya ya? 

Saya mendapatkan pengetahuan baru itu ketika berkunjung ke Sekolah Smart Ekselensia di seberang kawasan Zona Madina, Parung Bogor tanggal 2 Oktober 2019. Kawasan ini adalah hasil dari Wakaf Produktif yang sudah dikembangkan oleh Dompet Dhuafa. Biayanya sudah tentu dari para donatur Dompet Dhuafa yang mengikhlaskan sebagian rezekinya untuk kegiatan sosial. 

Bobby P. Manulang mengungkapkan tonggak sejarah Wakaf, yaitu kisah Umar bin Khattab dan Ustman bin Affan. Sayangnya, saat ini mindeset orang Indonesia mengenai wakaf masih berkisar pada 3 hal ini: 
  1. Wakaf itu ibadahnya orang kaya
  2. Wakaf hanya lazim dikerjakan dalam nominal yang besar.
  3. Tidak perlu menyegerakan wakaf.
Akhirnya, sampai ratusan tahun kemudian, wakaf di Indonesia masih tidur dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Kita masih enggan berwakaf kalau belum benar-benar kaya. Dompet Dhuafa pun berusaha memunculkannya kembali melalui program "Wake Up, Wakaf!" agar masyarakat mengetahui bahwa kita bisa berwakaf meskipun belum kaya dan tidak dalam nominal yang besar. 

Bobby  P. Manulang

Seperti yang disebutkan tadi, wakaf bisa dengan Rp 10.000 per bulan melalui Tabung Wakaf Dompet Dhuafa. Dengan donasi sebesar itu setiap bulannya, kita bisa membangun rumah sakit lho jika selama 3 bulan saja ada 10 ribu orang yang menabung. Dompet Dhuafa pun telah mewujudkannya dalam bentuk Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa yang ada di Lampung dan Parung. 

Dalam rangka mengetahui realisasi Wakaf Produktif Dompet Dhuafa inilah,  saya dan teman-teman blogger juga diajak berkeliling kawasan sekolah Smart Ekselensia dan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa yang dibangun dari wakaf pada donatur. Penasaran kan seperti apa? 

Bumi Pengembangan Insani
Di kawasan ini ada beberapa program pendidikan Dompet Dhuafa yaitu: Sekolah SMART Ekselensia Indonesia, Beastudi ETOS untuk mahasiswa, Pusat Pembelajaran, dan SGI (Sekolah Guru Indonesia). Sekolah SMART Ekselensia sendiri sudah terkenal sebagai sekolah yang berkualitas, tapi hanya kaum dhuafa yang bisa sekolah di sini. 

Sekolah SMART Ekselensia Indonesia ini adalah sekolah menengah ekselerasi yang berasrama. Ada siswa SPM dan SMA di sini, tapi hanya laki-laki saja. Siswanya berasal dari seluruh Indonesia. Masa pendidikan dari SMP-SMA itu hanya 5 tahun, tidak seperti sekolah menengah lain yang 6 tahun, karena namanya saja akselerasi. Sekolah ini benar-benar bebas biaya untuk anak dhuafa.  Banyak prestasi yang sudah diraih oleh para siswanya.  Sampai saat ini sudah meluluskan sebanyak 245 siswa.

Kemudian ada Pusat Pembelajaran, yang dibangun dari donasi pelanggan HERO Supermarket. Di sini komplit sekali fasilitasnya. Saya menyambangi perpustakannya dengan dekorasi ruangan yang cantik dan membuat anak-anak menjadi betah belajar. Banyak buku-buku yang bervariasi. Tak hanya untuk anak SMAP dan SMA, ada ruangan perpustakaan untuk anak PAUD juga lho.

Perpustakaan Digital Dompet Dhuafa 

Selanjutnya ada Sekolah Guru Indonesia yang bertujuan untuk menghasilkan guru yang berkarakter pemimpin, serta punya kompetensi mendidik dan mengajar.  Dimulai sejak tahun 2004 dan sudah memberikan pelatihan kepada 18.057 guru serta pendampingan ke 337 sekolah.

Sekolah Guru Indonesia 


Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa
Kalau tempat pengobatan lain menyebut dirinya "Rumah Sakit", berbeda dengan Dompet Dhuafa. Bangunan ini disebut "Rumah Sehat" karena bertujuan menyehatkan kembali orang-orang dari penyakitnya. Berdiri sejak tahun 2012 dan berkategori Rumah Sakit Tipe C. Berkapasitas 83 kamar RST Dompet Dhuafa pada awalnya hanya melayani kaum dhuafa secara gratis. Lalu, di tahun 2014, mulai melayani pasien umum dan BPJS.

Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa 

Saya diajak berkeliling rumah sakit ini, dari lobi sudah terlihat ada banyak pasien. Sebagai RS Tipe C, memang tidak ada pelayanan Poli Jantung dn Beddah Syaraf tapi  bisa memberikan rujukan ke rumah sakit lain. Pasien dhuafa benar-benar digratiskan untuk berobat sampai sembuh. Bahkan bisa memakai kamar VIP  juga, jika masih kosong kamarnya.

Di atas lobi, terpampang nama-nama donatur yang sudah mewakafkan hartanya untuk membangun rumah sakit ini. Tujuannya agar para pasien yang sudah terbantu itu melayangkan doa untuk para donatur. RST ini mengedepankan kemanusiaan, sisi medis, dan yang terakhir baru deh administrasi. Jadi, kalau ada pasien gawat darurat, akan langsung ditangani tanpa ditanya biaya administrasinya dulu. 

Bagaimana untuk mendapatkan layanan gratis dhuafa? Pasien dhuafa akan disurvey oleh tim RST dengan didatangi rumahnya dan indikator survey lainnya.Layanan unggulannya adalah Poli Kandungan. Jika melahirkan di sini, akan mendapatkan akte kelahiran dan kartu keluarga asalkan memiliki KTP Kabupaten dan Kota Bogor. 

Rata-rata jumlah pasien perhari juga cukup tinggi yaitu sekitar 700-an pasien. Kamarnya dibagi kelas 1, 2, 3, dan VIP.  Tidak ada syaratnya untuk mendapatkan kelas kamar. Tergantung ketersediaan saja. Pasien dhuafa juga bisa menikmati kamat VIP lho. Kalau tidak tersedia, maka pindah ke kelas di bawahnya. 

Masih banyak lagi lho realisasi dari Wakaf Produktif Dompet Dhuafa. Kita pun bisa ikut berwakaf melalui Dompet Dhuafa. Insya Allah pahalanya tidak putus-putus, bahkan setelah kita meninggal selama bangunan wakaf itu masih digunakan untuk kegiatan bermanfaat dan membantu orang lain.

18 comments:

  1. Jadi tahu ini istilah waqaf produktif Dan lihat hasilnya insyaAllah jadi semangat untuk mencoba berwakaf

    ReplyDelete
  2. yap pengertian saya pun tentang wakaf sama dengan yg kakak sebutkan, hanya ketika nanti sudah kaya. padahal ini salah kaprah ya... dan bahkan hanya 10 rb per bulan saja sudah bs bantu loo

    ReplyDelete
  3. Baca ini jadi tercerahkan, kalau wakaf ternyata bisa dimulai dari sekarang dengan biaya yang terjangkau per bulannya. 10ribu sudah bisa membantu orang banyak, subhanallah. Semoga sukses terus program-programnya Dompet Dhuafa

    ReplyDelete
  4. Wakaf 10 Ribu caranya buka tabungan atau gimana Mbak? Pingin euy ikutan wakaf

    ReplyDelete
  5. Wakaf produktif, benar-benat produktif membangun ekonomi masyarakat

    ReplyDelete
  6. Semakin bangga menjadi bagian dari Dompet Dhuafa. Apalagi setelah tur wakaf kemarin, selama ini sering bolak baliknya Sana tapi baru tau lebih dalam soal wakaf Parung yaa kemarin itu hehe. Semoga kita bisa istiqomah berwakaf dimulai 10ribu saja :)

    ReplyDelete
  7. Nambah informasi yang bermanfaat banget tentang wakaf, awalnya dikira aku wakaf itu harus orang kaya atau banyak duit ternyata salah

    ReplyDelete
  8. Wakaf produktif memang lbh baik yaa .

    Smg segera dimampukan untuk ikutan wakaf produktif

    ReplyDelete
  9. Sekarang udah ada lagi program baru ya wakaf produktif. Dompet dhuafa makin lama makin keren dan berkembang euy. Salut ama dompet dhuafa

    ReplyDelete
  10. waah kebetulan beberapa orang tua kandung anak asuhku KTP nya kabupaten Bogor, aku kasih tau mereka deh... makasih infonya ya mbak :)

    ReplyDelete
  11. Dompet Dhuafa semakin berkembang ya Mba. Semakin banyak literasi mulai dari pertanian peternakan dan lain-lainnya

    ReplyDelete
  12. MasyaAllah, Dompet Dhuafa udah banyak banget ya layanan sosial masyarakatnya. semoga selalu ada untuk ummat.

    ReplyDelete
  13. Masya Allah ternyata banyak banget ya hasil dari wakaf produktif.. gak nyangka bisa sebesar itu manfaat dari wakaf produktif, semoga masyarakat bisa lebih tegerak lagi untuk gerakan wakaf produktif

    ReplyDelete
  14. Barakallahu fiikum, Dompet Dhuafa.
    Semoga semakin banyak dana dan tanah wakaf yang bermanfaat untuk ummat.

    Rumah sakitnya alamatnya dimana, kak?

    ReplyDelete
  15. Wah bagus banget program dompet duafa ini mbak, apalagi rumah sakit terpadu yang bisa membantu banyak orang.

    ReplyDelete
  16. Idenya bagus ya mbak kita bisa berwakaf lebih mudah melalui dompet dhuafa, terutama jika lebih tepat sasaran

    ReplyDelete
  17. Kalau masih ada yg malas Infaq, hmmhh.. Sudah dipastikan banyak orang2 Indonesia ini yg kikir bin medit jiakaka..

    Sampai DD buat banyak cara untuk membuat masyarakat tergerak infaq, ini kan salah satu upaya ya mak, sampe ga ada yg peduli.. Humpphh sungguh terlalu

    ReplyDelete
  18. Banyak manfaat dari wakaf ya untuk kesejahteraan umat, langkah Dompet Dhuafa menghidupkan wakaf itu banyak manfaatnya ya

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...