Wednesday, December 18, 2019

Isi Liburan di Jakarta dengan Bermain Seru di Houbii

Liburan di Jakarta, bingung mau ajak anak-anak bermain di mana? Minggu ini sudah masuk musim liburan sekolah nih, selain musim hujan tentunya. Apakah ada yang senasib dengan saya? Bingung mau isi liburan anak dengan kegiatan apa?





Tidak mungkin kan anak-anak seharian bermain gadget. Gadget memang ada positifnya, tapi negatifnya juga banyak. Pemakaian gadget pada anak harus dibatasi. Pernah nggak melihat video anak-anak yang mengalami gangguan mental karena kecanduan gadget?

Tanggal 15 Desember 2019 kemarin, saya menghadiri Houbii's 3rd Anniversary, Join The Movement Nation. Sejujurnya, saya baru tahu nih tempat bermain anak Jakarta yang satu ini. Wah, ke mana saja ya saya? Makanya saya senang banget mengetahui ada tempat hiburan anak di Jakarta yang edukatif dan mengajak anak untuk aktif bergerak seperti Houbii ini.

Lokasi Houbii Adventure Park berada di Jl Metro Pondok Indah Blok BB No 3, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Lokasinya berdekatan dengan Pondok Indah Mall (PIM). Seru sekali karena saya bertemu dengan banyak orangtua yang antusias mengajak anak-anaknya ke Houbii.

Beli tiket dan dapat gelang kertas

Kaus kaki khusus dari Houbii

Lemari sepatu dan barang

Di perayaan ulangtahunnya yang ketiga ini, tiket masuk Houbii hanya Rp 185.000/ orang. Harga normalnya di hari biasa Rp 275.000/ orang. Harganya sama antara anak-anak dan orang dewasa. Yang istimewa lagi, di acara ini ada talkshow parenting bersama psikolog dan Donna Agnesia, juga pertunjukan Neona dan Fateh Halilintar. Wah, seru banget deh.

Neona

Untuk masuk ke dalam arena permainan Houbii, setelah membayar tiket selanjutnya kita mendapatkan gelang kertas sebagai akses masuk. Lalu, kita juga diberikan kaus kaki. Jadi, tidak perlu membawa kaus kaki sendiri. Sepatunya disimpan di rak yang sudah disediakan. Ada juga lemari penyimpanan barang kalau kita tidak mau membawa tas.

Di dalam Houbii ini, ada 9 permainan yang semuanya mengajak tubuh untuk bergerak. Sebagian besar berbentuk trampolin, karena Houbii adalah Indonesia's Biggest Trampoline Park. Saya baru lihat Trampolin Park Jakarta yang sebesar Houbii.

Psikolog Katarina 

Sebelum bermain, saya mengikuti acara parentingnya dulu bersama Klinik Psikologis Pela 9 dan Donna Agnesia. Temanya pas nih, tentang pemakaian gadget pada anak. Psikolog Katarina Ira Puspita menyebutkan beberapa akibat anak suka main gadget
  • Anak mengalami obesitas karena jarang bergerak
  • Anak mudah bosan dan tidak bisa konsenstrasi
  • Gangguan Mata
  • Anak Sulit Berinteraksi dengan Teman 
  • Anak Mudah Marah (terutama kalau sering main game agresif) 
  • Anak Terpapar Konten Pornografi 
  • Anak Kecanduan Gadget 
  • Anak Kurang Tidur 

Itulah mengapa harus dibatasi penggunaan gadget pada anak. Biasanya anak hanya tahu permainan yang bikin happy itu hanya gadget. Ibu merasa jahat kalau tidak memberikan gadget. Padahal, masih banyak permainan lain yang bisa dilakukan anak. 

Berikut ini tipe permainan untuk anak: 
  • Constructive Play: permainan balok
  • Simbolic Play: menyanyi
  • Dramatic Play: anak bermain sandiwara
  • Competitive Play: permainan olahraga
  • Physical Play: aktivitas yang membuat anak aktif melihatkan motorik kasar dan halus.

Kebutuhan gerak anak disesuaikan dengan usianya. Usia 0-1 tahun minimal 30 menit, usia 1-3 tahun minimal 3 jam sehari, dan usia di atas 3 tahun minimal 1 jam sehari melakukan aktivitas fisik. Nah, anak-anak kita sudah memenuhi kebutuhan geraknya tidak? Jangan sampai seharian hanya bermain gadget

Fungsi Aktivitas Fisik untuk Anak
Apa sih manfaat dari aktivitas fisik untuk anak? Ibu Katarina menjelaskan manfaatnya dari segi fisik, kognitid, sosial, dan emosional.

Manfaat fisiknya dapat membuat tulang dan otot kuat, jantung dan paru-paru sehat, mengurangi risiko obesitas, mengurangi risiko penyakit jantung dan risiko diabetes tipe 2. 

Sedangkan manfaat kognitifnya bisa meningkatkan atensi, konsenstrasi, dan memori. Erat jahitannya dengan fungsi kerja otak. Berdasarkan penelitian, area otak anak yang melakukan berjalan atau berlari selama 20 menit maka area otaknya lebih aktif dibandingkan anak yang diam saja. Sehingga membantu anak mengikuti pelajaran di sekolah dengan lebih baik.

Manfaat sosialnya, dapat meningkatkan interaksi sosial anak dan belajar berkomunikasi. Anak pun belajar berempati dan bekerjasama. 

Manfaat emosi, dapat meningkatkan rasa percaya diri, mood, lebih rileks, mengurangi risiko stres, depresi, dan kecemasan. Hormon endorphine atau hormon kebahagiaan pun meningkat. 

Nah, ini dia tips mengurangi pemakaian gadget pada anak:
  • Buat batasan waktu memakai gadget. Anak di bawah usia 2 tahun, jangan diberikan gadget. Anak usia 2-5 tahun boleh diberikan gadget dengan batasan waktu maksimal 1 tahun. Anak usia di atas 5 tahun, tidak ada batasan waktu tapi yang penting tidak menghambat kegiatan anak. 
  • Terapkan area bebas gadget. Jangan ada teve, komputer, dan smartphone di kamar anak. Letakkan komputer di ruang tengah. Buat juga hari tanpa gadget. Anak di bawah 13 tahun jangan punya gadget sendiri. 
  • Ajak anak bermain di luar dan bermain secara fisik. 
  • Orangtua harus menjadi Role Model. Orangtua juga jangan sering pegang gadget dan sering bergerak. 
Pengalaman Donna Agnesia untuk meningkatkan permainan fisik pada anak. Donna memiliki 3 anak dan menyadari sulitnya untuk tidak memberikan gadget pada anak. Ketiga anaknya suka main game bersama bapaknya (Darius). Jadi, harus ada kesepakatan sebelum bermain gadget.

Donna Agnesia

Menurut Donna dan Darius, aktivitas fisik itu sangat penting apalagi anak laki-laki. Apalagi jam sekolah anaknya hanya sampai jam 12 siang. Sehingga Donna memberikan les menggambar seminggu sekali dan sepakbola. 

Main gadget hanya di akhir pekan kecuali kalau ada tugas sekolah yang butuh Informasi dari gadget. Itupun menggunakan laptop Donna. Donna berprinsip, anak-anak yang sehat itu pasti aktif. Kalau hanya suka main gadget, kemungkinan ada sesuatu yang salah.

Selanjutnya, saya mendapatkan penjelasan dari Bapak Edo Ariesta Afrianto, General Manager Houbii Urban Adventure Park mengenai perayaan tiga tahun Houbii. Houbii ingin mengajak para orangtua untuk melakukan quality parent-child time melalui kegiatan fisik di Houbii.

Edo Ariesta Afrianto

Houbii adalah tempat bermain anak Jakarta yang  bisa dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa. Jadi, orangtua dan anaknya bisa bermain bersama. Houbii ini luasnya hingga 3000m dan kapasitas untuk 1500 orang. Mayoritas pengunjung berusia antara 6-12 tahun. Houbii memiliki 12 wahana bermain, yang 4 di antaranya bisa dimainkan anak usia 3 tahun ke bawah. Di antara ke-12 permainan itu, 9 di antaranya, yaitu:

Arena untuk balita 


Rope Course
Ini adalah wahana dengan 42 tantangan yang memang sangat menantang. Sebelum bermain, harus pemanasan dulu dan menasang tali kesepakatan serta helm. Anak-anak terlihat sangat bersemangat memanjat dan melewati rintangan, meskipun cukup menguras tenaga.

Rope Course 

Rock Wall Climbing 
Seperti namanya, kita ditantang untuk memanjat dinding dengan berpijak pada batu warna-warni. Wow, harus mengandalkan kekuatan tangan dan kaki nih untuk sampai ke atas. Salut deh dengan adik-adik yang berhasil menyelesaikan tantangannya.

Rock Wall Climbing 


Foam Pit Arena 
Di sini kita bisa melompat-lompat di trampolin lalu mendarat di bantalan kotak warna-warni yang empuk terbuat dari foam. Pastikan tidak ada orang lain di bantalan kotak dan mendarat dari kaki atau badan dulu (bukan kepala). Awalnya saya ngeri lho, saya kira bakalan jatuh dengan keras. Ternyata setelah saya menceburkan diri ke dalam foam itu, wuiih empuk beneer.

Foam Pit Arena 


Xtreme Course
Berupa seluncuran dengan tinggi 7 meter dan kemiringan 90 derajat. Wow, pastinya bikin jantung berdebar-debar. Saat akan turun, pastikan area bawah steril dari orang lain. Orang yang di bawah juga jangan berdiri di bawah seluncuran.

Xtreme Course


Slam Dunk Course
Sesuai namanya, anak-anak diajak melompat seperti pemain basket yang sedang memasukkan bola. Bedanya, lompatan ini dilakukan di atas trampolin. Terbayang kan serunya.

Slam Dunk 


Ninja Course Obstacle 
Ini adalah wahana untuk menyelesaikan tantangan bersama-sama secepat-cepatnya.

Wall and Free Run Course 
Arena bermain rintangan khusus anak dengan tinggi minimal 110 cm.

Dodge Ball Course
Bermain Dodge Ball bersama teman baru yang dibimbing oleh pelatih.

Main Court Arena
Melompat-lompat di trampolin dengan saru trampolin hanya untuk satu orang.

Main Court Arena

Semua wahana ini sangat seru dan dijamin anak-anak akan lupa dengan gadgetnya. Mau main tiap hari juga boleh lho. Jangan khawatir dengan biayanya karena ada Houbii Holiday Pass yang berlaku dari tanggal 15 Desember 2019 - 15 Januari 2020.

Launching Houbii Holiday Pass, anak-anak bisa masuk dengan hanya tambah Rp 100.000, bisa main sepuasnya selama sebulan saat liburan. Tidak berlaku untuk pendamping. Houbii ini untuk semua umur dan keluarga. Misi utamanya agar orangtua dan anak dapat berinteraksi bersama-sama dalam rangka quality time. 

Apa bedanya Houbii dengan Trampolin Park sejenis adalah Houbii sebagai tempat hiburan anak di Jakarta  menggabungkan dua sisi yaitu rekreasi dan olahraga. Jika sudah lelah bermain, Houbii menyediakan fasilitas kafe dan internet dalam ruangan ber-AC sehingga orangtua tidak bosan menunggu anak-anaknya bermain. 

Di Houbii, anak juga bisa merayakan ulangtahun karena ada dua ruangan yang bisa digunakan. Target pengunjung di tahun 2019 sudah tercapai yaitu 250 ribu orang. Harapannya di tahun depan bisa dua kali lipat karena akan didirikan lagi dua parklane. 

Sekitar 15% pengunjung Houbii sudah dewasa karena ada program Corporate Gathering. Jadi, kalau perusahaan mau mengadakan family gathering juga bisa di Houbii. Daripada jauh-jauh ke luar kota, lebih baik di Houbii.

Tiket masuk Houbii Rp 185.000/ orang, tapi kalau datang sore hari (after office hours) yaitu jam 17.00 - 21:00 maka hanya membayar Rp 110.000. Jadi, pulang kantor bisa berolahraga di Houbii nih. 

Dari segi keamanan, Houbii sudah mendapatkan penghargaan The Most Safety Award. Juga memiliki 22 instruktur yang sudah mengerti cara menghadapi kecelakaan. Semua pengunjung juga sudah mendapatkan asuransi. 

Nah, sekarang sudah tahu kan things to do in Jakarta yang seru banget. Tak hanya tempat bermain tapi juga olahraga. Main-main deh ke Houbii biar anak maupun orangtuanya bisa banyak aktivitas fisik dan tak hanya bergantung pada gadget.



12 comments:

  1. seru banget mbak acaranya :) bisa ngajak anak juga ya mbak sekalian quality time, kalau inget houbii aku inget oom2 berkumis dengan suara anak2 yg lucu itu hahahaaa

    ReplyDelete
  2. Kusangka Houbii ini event pop-up doang, ternyata tenant permanen ya. Aku jadi penasaran dan kepingin ke Pondok Indah. Kayaknya kalau mau menikmati trampolin-trampolin ini kudu meluangkan waktu seharian, bener nggak sih?

    ReplyDelete
  3. di gelang masuk ada jam-nya ya. sampai jam 9 malam, maksudnya itu jam tutupnya atau memang dibatasi beberapa jam saja ya. mengingat banyaknya mainan di sini, wow banyak yg memicu adrenalin namun menyenangkan sekali

    ReplyDelete
  4. Kok menyenangkan banget ya ada area bermain seperti ini. Sayangnya disurabaya gak ada nih mbak

    ReplyDelete
  5. Kegemaran anak lanangku nih trampolin gini. Cobaaa ya bisa liburan ke Jakarta, bakalan bisa menikmati Houbii ini sepuasnya.

    ReplyDelete
  6. Arena bermainnya luas yah dan banyak permainan. Anakku pernah diajak ke arena main spt ini jadi susah banget diajak pulang 😄

    ReplyDelete
  7. Banyak banget macam wahananya ya mbak, tempat ini cocok buat anakku yang aktif bergerak. Apalagi dia hobi loncat-loncat, kalau ada trampolin pasti senang banget

    ReplyDelete
  8. Liburan sekolah kayaknya emang wajib deh datang disini mba. Seru banget tempatnyaaa :)

    ReplyDelete
  9. houbi ini tuh yang iklannya lucu itu kan ya ahahhahaha cocok banget buat liburan keluarga sih ini. anak anak pasti seneng

    ReplyDelete
  10. Permainan outdoor itu memang menyenangkan bagi anak² dan benar sekalian mengurangi kecanduan gadget mereka.

    ReplyDelete
  11. Liat foto-fotonya seger banget ya mba. Jadi kebawa ceria suasananya. Wah, baru ada di Jakarta aja kah?

    ReplyDelete
  12. Belum punya anak, tapi kelihatannya yang badannya sebesar saya sih udah gak bisa nyamar jadi anak-anak hahaha
    Jadi inget jaman kecil dulu diajak ortu pergi ke tempat seperti ini, meskipun mainannya tentu tidak sebagus ini, tapi tetap mengasyikkan

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...