Monday, June 13, 2022

Cara Mengatur Budget Bulanan

Sudah tahu kan kalau sekarang inflasi makin tinggi, sehingga harga-harga barang mengalami kenaikan? Saya sendiri merasakan harga sayur mayur naik drastis. Contohnya harga cabai. Saya memang biasa membeli cabai dengan jumlah ngepas sekali masak supaya tidak cepat busuk. Toh, besok saya belanja lagi ke tukang sayur di depan rumah. Nah, biasanya harga cabai yang saya beli itu Rp 2000, eh sekarang jadi Rp 4000. Tak hanya cabai. Harga telur pun terus merangkak naik. Sejak lebaran sampai hari ini, bukannya turun malah naik terus. Dari harga Rp 22.000/ kg jadi Rp 29.000/kg. Untung kemarin saya liburan tipis-tipis aja dengan modal irit menikmati asyiknya berenang di Puncak Darajat.

Aplikasi PINA


Harga minyak goreng? Jangan ditanya. Meskipun pemerintah sudah berusaha membatasi impor dan menurunkan harganya, tetap saja harganya masih dua kali lipat daripada harga sebelumnya. Ditambah lagi kenaikan harga minyak untuk kendaraan yang  menyebabkan efek domino berupa kenaikan harga barang-barang lain. Sementara itu, gaji bulanan tidak ada kenaikan. Sebagai ibu rumah tangga yang mengatur keuangan, saya harus pintar-pintar mengatur budget bulanan agar cukup sampai akhir bulan dan bisa menabung. 

Alhamdulillah, urusan mengatur budget bulanan ini dibagi dua dengan suami. Jadi memang tidak semua gaji suami diberikan kepada saya. Saya mengatur urusan dapur dan jajan anak-anak, sedangkan suami mengatur urusan tagihan-tagihan dan biaya sekolah. Walaupun hanya mengatur urusan dapur dan kebutuhan anak-anak, tetap saja harus dilakukan dengan cermat agar uangnya cukup dan sebagian bisa ditabung. 

Berikut cara saya mengatur budget bulanan: 

Memisahkan Budget untuk Kebutuhan Bulanan 

Begitu menerima uang dari suami, saya langsung memisahkan budget untuk kebutuhan yang rutin seperti belanja dapur, transportasi sekolah, makanan dan minuman (jajan) anak-anak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Tidak lupa juga dialokasikan untuk menabung, investasi, atau dana darurat. Jangan sampai semuanya dihabiskan untuk kebutuhan rutin. Kebutuhan darurat pasti ada, misalnya diminta sumbangan untuk guru, latihan qurban jelang Idul Adha, dan lain-lain. Kita bisa memisahkan budget untuk kebutuhan bulanan ini menggunakan aplikasi perencanaan keuangan.

Tidak Tergiur Belanja di Luar Kebutuhan

Godaan terbesar ibu-ibu adalah potongan harga. Kalau sudah ada diskon dan promo, suka belanja di luar kebutuhan. Saya pun sering terjebak. Terutama belanja di e-commerce. Niat hati hanya sekadar cuci mata, eh ada diskon besar. Langsung deh checkout. Sesekali sih tidak apa-apa, misalnya 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali. Tapi kalau keseringan, bisa membuat rencana pengeluaran yang disusun pun berantakan bahkan besar pasak daripada tiang. Cara mengendalikannya, saya hanya memasukkan belanjaan itu ke keranjang, lalu saya tinggal. Saya pikir-pikir dulu apakah saya memang membutuhkannya? Ternyata saya tidak jadi checkout karena kelupaan dan harganya sudah normal. 

Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran 

Sejak awal menikah, suami sudah menyuruh saya untuk mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran sekecil apa pun supaya ketahuan uangnya dihabiskan untuk apa saja. Jujur itu merepotkan ya, apalagi dulu saya menulisnya di buku tulis. Memang sih ada keuntungannya dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran ini, bisa ketahuan berapa sebenarnya pemasukan yang kita butuhkan untuk membiayai pengeluaran. Supaya tidak repot mencatatnya di buku tulis, sekarang juga sudah ada aplikasi catatan keuangan pribadi.  

Menentukan Tujuan Keuangan 

Tentunya pemasukan kita bukan hanya untuk pengeluaran kebutuhan pribadi dong ya, tapi ada tujuan keuangan yang ingin kita capai untuk masa depan. Misalnya, untuk naik haji, dana darurat, liburan ke tempat impian seperti menikmati senja di Pantai Anyer, dan lain-lain. Tujuan keuangan itu bisa memberikan motivasi agar semangat menabung dan berinvestasi dengan mengalokasikan sebagian pemasukan yang diterima. Jadi, kita bisa menekan pengeluaran dan hidup hemat, agar bisa menabung dan berinvestasi. Kalau tidak punya tujuan keuangan, pasti deh pemasukan hari ini dihabiskan untuk hari ini. 

Atur Pengeluaran secara Hemat

Walaupun kita sudah memisahkan budget bulanan dengan jumlah pengeluaran yang sudah ditentukan, tak ada salahnya kalau kita bisa menghematnya lagi. Di media sosial banyak beredar tips belanja Rp 100.000 untuk satu minggu atau Rp 20.000 untuk satu hari. Apakah bisa?  Di luar harga minyak goreng, gas, dan beras, sebenarnya bisa saja menghemat biaya membeli bahan masakan seperti sayuran, tahu, tempe, dan ikan. Asal jangan terlalu pelit juga ya, apalagi kalau anak-anak masih dalam proses pertumbuhan dan membutuhkan asupan protein yang banyak. Mau beli skincare untuk kulit kering juga boleh, asal disesuaikan harganya dengan budget yang tersedia.

Jangan Membuang Makanan

Tips berikutnya yang sering saya praktekkan adalah jangan membuang makanan. Sisa makanan itu bisa diolah lagi. Misalnya, sisa sayur sop di panci saya masukkan ke dalam adonan tepung, garam, dan penyedap, lalu saya goreng menjadi bakwan. Begitu juga dengan sisa sayur bayam, bisa jadi bakwan bayam. Kalau membeli pisang satu sisir, sering kali tidak habis dan terlanjur bonyok karena kematangan.  Sekalian saya hancurkan, lalu saya campur dengan tepung, margarin, gula, dan telur. Kemudian saya kukus atau panggang menjadi bolu pisang. Dijamin langsung habis deh oleh anak-anak. Jadi, kita bisa memasak camilan dari sisa lauk yang belum habis. 

Kurangi "Nongkrong" 

Ibu-ibu juga suka "nongkrong" lho dengan alasan menunggu anak pulang sekolah. Nongkrong di kafe, warung bakso, dan lain-lain. Sesekali bolehlah asal jangan tiap hari. Waktu anak saya masih TK, saya lumayan sering nongkrong dengan sesama ibu-ibu wali murid. Sekarang saya sudah nggak pernah nongkrong lagi, karena lebih baik uangnya untuk biaya kebutuhan anak-anak yang meningkat. Kalau nongkrong sama suami sih masih ya, tapi juga nggak sering dan tetap biaya nongkrongnya pun harus sesuai budget.

Gunakan Aplikasi Budgeting 

Aplikasi Budgeting adalah solusi mudah untuk menerapkan cara mengatur budget bulanan yang saya sebutkan di atas. Saya menggunakan aplikasi PINA nih, karena fitur-fiturnya sangat lengkap. Tidak hanya membantu mengatur budget, mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga berinvestasi. Aplikasi PINA ini bisa diunduh di Aplikasi PINA untuk iOS dan Aplikasi PINA untuk Android.

Berikut ini fitur-fitur pada aplikasi PINA: 

1. Fitur Save

Sebagai Aplikasi Budgeting, sudah tentu Aplikasi PINA ini memiliki fitur Save  yang akan mencatat budget pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya. Mula-mula, kita buat dulu budget pemasukan, lalu budget pengeluaran per bulan. Kalau saya, budgetnya adalah untuk makanan dan minuman, kebutuhan rumah tangga, kebutuhan anak, dan transportasi umum. Setiap ada pengeluaran, langsung saya catat sesuai kategorinya itu. Nanti PINA akan memberitahu berapa sisa budgetnya. Kita jadi bisa berhati-hati membelanjakan uangnya, agar tidak melebihi budget. 

aplikasi budgeting

 

Kita juga bisa membuat tujuan keuangan di PINA Goal dengan menetapkan target tercapai berupa tanggal dan jumlahnya, digunakan untuk apa, dan investasi apa yang cocok untuk mencapai tujuan keuangan itu. Misalnya, saya ingin menargetkan dana darurat 100 juta dengan target tercapai tanggal 11 Juni 2025. Maka, per bulannya saya harus berinvestasi sebanyak RP 2.534.212 dalam bentuk Reksadana. Wow, jadi aplikasi PINA ini juga bisa menjadi aplikasi perencanaan keuangan karena kita bisa merencanakan tujuan keuangan yang ingin dicapai beserta investasi yang cocok. 

aplikasi perencanaan keuangan


2. Fitur NetWorth 

Selanjutnya adalah fitur NetWorth yang menganalisis kekayaan bersih yang kita miliki berupa jumlah total aset dan utang. Fitur ini bisa terhubung dengan akun finansial kita seperti dompet digital dan bank. Sehingga kita bisa memantau berapa jumlah kekayaan yang kita miliki. Tenang saja karena datanya aman. Aplikasi PINA diawasi oleh OJK, tidak menyimpan data login, dan tidak bisa melakukan transaksi dengan akun kita. Aplikasi PINA ini memang aplikasi catatan keuangan pribadi yang lengkap.

3. Fitur Classroom 

Sebagai ruang belajar, di aplikasi PINA juga ada fitur Classroom yang menyediakan artikel-artikel  tentang cara mengelola keuangan dan investasi. Bahkan ada artikel tentang cara mengetahui sistem budgeting yang cocok untuk kita. Tentunya dikondisikan dengan keadaan finansial kita ya. Artikel-artikelnya ini enak dibaca dan mudah dipahami, terutama oleh ibu-ibu seperti kita yang biasanya suka pusing duluan membaca artikel tentang keuangan dan investasi. 

aplikasi catatan keuangan pribadi


 

4. Fitur Investasi 

Aplikasi PINA juga sebuah aplikasi investasi terpercaya. Di sini kita bisa memilih investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan dan kemampuan finansial. Produk investasi yang ada di aplikasi PINA adalah investasi saham dan reksadana. Kita bisa pilih salah satu atau keduanya. Aplikasi PINA ini sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. 

aplikasi investasi terpercaya

 

Tak hanya sebagai aplikasi catatan keuangan pribadi, aplikasi PINA juga memberikan kemudahan berinvestasi saham dan reksadana dengan menawarkan tambahan modal investasi berupa cashback up to 10 juta. Caranya gampang. Cukup buat tujuan keuangan di PINA Goal, lalu menabung secara rutin selama satu tahun. Cashback pun akan kita dapatkan. Pelajari lebih lanjut caranya di aplikasi budgeting ini ya.

Nah, lengkap banget kan fitur aplikasi PINA yang membantu mengatur budget bulanan kita? Apalagi disertai kemudahan berinvestasi sebagai aplikasi investasi terpercaya. Tujuan keuangan kita di masa depan pun bisa tercapai. Yuk, cobain pakai aplikasi PINA!


No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...