Saturday, June 30, 2018

Cara Merencanakan Investasi ala Ibu Rumah Tangga



Saat memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga full time, banyak wanita yang berpikir bahwa dia akan kehilangan kebebasan finansial karena hanya suami yang menjadi pencari nafkah utama. Semua keputusan keuangan pun ada di tangan suami, termasuk berinvestasi. 


Wanita menjadi seolah kehilangan kemampuan mewujudkan mimpinya, akibat tak ada dana untuk berinvestasi. Sebenarnya ibu rumah tangga masih bisa merencanakan investasi, baik itu jangka pendek maupun panjang. Dari mana uangnya? Ya dari uang yang diberikan oleh suami. 

Sudah tahu kan bahwa bentuk investasi paling dasar itu adalah menabung. Di media sosial, pernah ada gerakan menabung sehari Rp 20.000 yang dimasukkan ke dalam botol atau celengan. Saya pernah juga mempraktekkannya walaupun jumlahnya bukan Rp 20.000 tapi Rp 5.000. Ternyata... beraaaaat....

Memang, awalnya saya bisa mengumpulkan jumlah Rp 5.000 sehari. Itu jumlah yang sangat kecil. Tapi menjelang tanggal tua saat tak ada uang, saya bobol lagi celengannya hahaha. Alhasil, tak ada rencana investasi yang terwujud karena cara membobol celengan itu sangat mudah. 

Bagaimana dengan menabung di bank? Ya sama saja. Tinggal datang ke ATM dan ambil uangnya. Bedanya, butuh lebih banyak kesungguhan karena minimal harus naik kendaraan umum kalau mau ke ATM kecuali ATM-nya ada di depan rumah. Atau malah di rumahnya ada mesin ATM. Jiyah... bayangin Gober Bebek zaman now punya mesin ATM di rumah. 

Saya sendiri memilih menabung di bank, karena setidaknya saya tak akan bisa sesukanya mengambil uang dan lebih bersungguh-sungguh berinvestasi. Apalagi kalau banknya menyediakan rencana investasi yang mudah dan praktis. Sehingga kita lebih terpacu untuk mewujudkan rencana investasi tersebut. 

Masalahnya, menabung di bank itu bukannya ada biaya administrasi ya? Belum biaya lain-lain. Termasuk biaya ambil uang, biaya transfer ke rekening bank lain, dll.. Beuh... bukannya sukses menabung malah terpotong terus tabungannya dengan biaya-biaya itu. 

Saya pun mencari-cari adakah tabungan yang memudahkan saya untuk menabung dan merencanakan investasi tanpa tergoda untuk membobolnya saat tanggal tua dan bebas dari biaya segala macam? Akhirnya ketemu nih. Ada fitur Tabungan D-Save dari D-Bank (Danamon Mobile Banking), yang berupa rekening digital.

Keuntungan D-Save Rekening Digital

Mudah Pendaftarannya 
Cara membuka rekening D-Save ini sangat mudah karena berupa rekening digital dan cukup diunduh aplikasi D-Banknya via Playstore dan Appstore. Lalu mendaftar dengan menggunakan e-KTP. Jadi tak perlu datang ke kantor cabang Bank Danamonnya. Lengkapnya, lihat saja tutorial pembukaannya di video ini: 


Tabungan ini juga aman karena ada otentifikasi sidik jari dan foto bersama e-KTP kita sehingga hanya kita sendiri yang bisa membuka rekeningnya. 

Aplikasi D-Bank

Bebas Biaya-biaya 
Supaya tabungan terkumpul dengan sempurna, tentunya kita tak mau dipotong oleh biaya administrasi ya kan. Nah, fitur D-Save ini bebas biaya administrasi, biaya tarik tunai, biaya transfer antar bank tanpa syarat saldo minimum. Jadi, berapa pun saldonya tetap bebas biaya. Ini membuat kita nyaman karena tak khawatir tabungan terpotong oleh biaya-biaya. 

Tanpa Minimum Saldo
Untuk pembukaan pertama, tanpa minimum saldo. Jadi meskipun saldonya nol, kita sudah bisa membuka tabungan D-Save. 

D-Save Plus untuk Investasi Jangka Pendek
Untuk rencana investasi jangka pendek yang lebih spesifik, kita bisa membuka lagi fitur D-Save Plus di dalam D-Save itu. Misalnya, rencana investasi jangka pendek saya adalah membuat Kitchen Set.

Mengapa Kitchen Set? Tentunya sebagai ibu rumah tangga yang malas memasak, saya memerlukan perlengkapan dapur yang cantik supaya termotivasi. Halah.... hehehe.... Di mana sisi investasinya? 

Sebenarnya ini ada hubungannya dengan kegiatan saya belakangan ini yang sedang rajin memposting video memasak di Youtube. Sudah tahu kan bahwa Youtube pun bisa dimonetize (mendapatkan penghasilan tambahan dari Youtube). Kalau masaknya menggunakan Kitchen Set yang cakep kan jadi lebih menunjang penampilan konten videonya. 

Selain itu, rumah yang ada Kitchen Set'nya nantinya bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi mengingat biaya pembuatan Kitchen Set tak sedikit. Setelah hitung-hitungan dengan suami, biayanya kira-kira Rp 15 juta.

Contoh D-Save Plus 

Nah, di dalam fitur D-Save Plus, saya bisa rencanakan investasi yang lebih spesifik yaitu salah satunya adalah membuat Kitchen Set. Jadi nanti dari tabungan tersebut ada yang khusus saya alokasikan ke rencana pembuatan Kitchen Set. Deposit untuk D-Save Plus ini adalah Rp 100.000.

Tak hanya 1 rekening D-Save Plus. Di dalam rekening D-Save itu kita bisa membuat maksimal 20 rekening D-Save Plus sesuai dengan jumlah rencana investasi jangka pendek kita. 

Aneka Promo dari D-Bank
Tak hanya memudahkan berinvestasi, D-Bank juga menawarkan aneka promo yang menguntungkan. Misalnya, hadiah langsung Rp 200.000 setiap pembukaan D-Save Plus dengan minimum deposit Rp 2 juta. 

Ada juga gratis voucher Go-Pay Rp 100.000 bila melakukan top up saldo rekening minimal Rp 100.000 dan transaksi finansial melalui Danamon Online Banking dan Danamon Mobile Banking. 

Program Member Get Member juga memberikan keuntungan Rp 50.000 jika ada yang menggunakan kode referensi kita untuk membuka rekening dan menabung minimal Rp 100.000. 

Cara Merencanakan Investasi ala Ibu Rumah Tangga 

Buka Rekening D-Bank 
Untuk kemudahan berinvestasi, buka dulu rekening D-Bank yang caranya sudah dijelaskan di video di atas. 

Minta Suami Transfer ke Rekening D-Bank
Jatah bulanan kita ditransfer ke rekening D-Bank tersebut kemudian kita alokasikan sebagian untuk disimpan di D-Save. Dan kalau kita punya rencana jangka pendek, buatlah akun D-Save Plus. 

Komitmen dan Konsisten Menabung 
Berusahalah untuk berkomitmen dan konsisten menabung, sesuai dengan rencana investasi. 

So, saatnyadbank untuk wujudkan rencana investasi secara cerdas! 



21 comments:

  1. idem mba, saya paling susah nabung, apalagi uangnya di depan mata, lg tanggal tua,haha.. bobol lagi. memang nabung yg aman di bank, dan jangan diambil. Baru denger ada D-Bank, baru ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya. Nabung di rumah bisa diambil sendiri wkwk

      Delete
  2. Coba ah download aplikasi nya mau tahu kaya apa sih D-Bank ini.

    ReplyDelete
  3. Nabung digital lebih sulit diambil yaa eh tapi kan belanja Online makin gampang. Heuheu...

    ReplyDelete
  4. Buka rekening tabungan semakin mudah, ngga perlu datang ke bank tanpa saldo min maupun setoran awal tabungan dan bisa merencanakan investasi yg diinginkan dengan sistem deposit.. menarik dan memang harus konsisten dalam menambung ya supaya kitchen set bisa terkabul.. Aamiin

    ReplyDelete
  5. Paling demen dah ah kalau ada produk perbankan ya g mempermudah begini... Abisan aku suka sebel Ama Bank Bank yang nerapin peraturan bejibun itu... Mau buka rekening aja harus inilah harus itulah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya apalagi kalo biaya adminnya gede

      Delete
  6. Wahh ada lagi nih aplikasi nabung yang memudahkan orang berinvestasi. Semoga terwujud ya bikin kitchen setnya.

    ReplyDelete
  7. Terencana itulah yang harus yang bisa membuat kita lebih membuat program. Biar gak hanya buat perut

    ReplyDelete
  8. Mba, kenapa investasi jangka pendekmu sama kayak aku ya? :p. Aku juga pengen punya kitchen set mba soalnya yang skarang udah mulai dimakan rayap. Mau ah pakai aplikasi ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mba Alida jg blm punya Kitchen set yaa

      Delete
  9. Wah, jadi pengen download uplikasinya biar termotivasi untuk berinvestasi

    ReplyDelete
  10. Saya kok nggak setuju ini dibilang investasi ya. Ini lebih mirip seperti dompet elektronik tanpa biaya administrasi bank. :D

    Danamon sudah kerja keras sekali untuk membuat orang mau mengakumulasi uangnya di kas bank mereka. :D

    Nanti cara mencairkannya gimana, Mbak Leyla?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk tabungan D Save memang seperti tabungan biasa dan dapat digunakan utk bertransaksi termasuk ditarik tunai di ATM. Tapi utk D Save Plus tidak bisa ditarik atau dicairkan kecuali rekeningnya ditutup karena target sudah tercapai. Misal mau beli kitchen set 15 juta, ya baru bisa ditarik setelah tercapai 15 juta dan rekening itupun ditutup karena target sudah tercapai.

      Delete
    2. Kalaupun target tidak tercapai dan sudah give up (tak mau meneruskan rencana investasi), dana D save plus bisa diambil dgn penutupan rekening.

      Delete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...