Wednesday, July 18, 2018

Qurban di Pedalaman bersama Insan Bumi Mandiri



Assalamualaikum. Halooo... sebentar lagi hari raya Idul Adha. Ada yang sudah bersiap-siap qurban? Ngomongin qurban, alhamdulillah ya bagi kita yang tinggal di Jawa, masih banyak daging qurban yang dibagikan. Bahkan ada yang sampai berlebihan menerima daging qurban saking banyaknya.

Nah, terbayang nggak sih kalau ternyata di bagian bumi Indonesia lainnya masih banyak muslim yang tidak bisa menikmati daging qurban karena rendahnya tingkat ekonomi? Contohnya di Pedalaman Nusa Tenggara Timur.

Insan Bumi Mandiri kembali mengadakan program Qurban di Pedalaman untuk yang ketiga kalinya dari tahun 2016. Insan Bumi Mandiri adalah lembaga sosial yang fokus pada pemberdayaan wilayah-wilayah pedalaman di seluruh Indonesia. Khususnya Indonesia Timur.

Permasalahan di Pedalaman sangatlah kompleks. Termasuk saat Idul Qurban yang mestinya dirayakan seluruh umat muslim. Akan tetapi, masyarakat di Pedalaman sering kali tidak dapat menikmati hewan qurban karena sedikitnya warga yang berkurban. 

IBM didirikan di Bandung tahun 2016. Donasi yang selama ini terkumpul telah membantu 12.500 warga di Pedalaman di 10 Provinsi, 22 Kabupaten/Kota, 53 Kecamatan, dan 103 Desa. IBM telah mendapatkan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari auditor. 

Tanggal 18 Juli 2018 di Bumbu Desa, Insan Bumi Mandiri mengadakan Konferensi Pers Media dan Blogger untuk lebih menyosialisasikan proyek Qurban di Pedalaman sehingga donatur yang ada di perkotaan juga tergerak menyisihkan rezekinya. Para narasumber yang menyampaikan paparannya, diantaranya: 

Ridwan Hilmi, Direktur Insan Bumi Mandiri.
Kadir Jaibakal, Relawan Insan Bumi Mandiri di NTT. 

Ridwan Hilmi, Direktur IBM

Ridwan Hilmi menjelaskan mengapa IBM fokus di Pedalaman. 

Akses
Akses transportasi di Pedalaman sangat terbatas. 

Belum Ada Lembaga Sosial di Pedalaman
Wilayah Pedalaman khususnya Indonesia Timur belum dijangkau oleh lembaga-lembaga sosial.

Ada 4 Program IBM dan 2 Program Khusus.  Untuk 4 program utama adalah di bidang Kesehatan, Pendidikan, Pemberdayaan Ekonomi, dan Pembangunan. Untuk program khususnya adalah Ramadan dan Qurban di Pedalaman. 

Program di Pedalaman 

Pendidikan di Pedalaman 

Pemberdayaan Ekonomi

Qurban di Pedalaman
Potensi lokal di Pedalaman kurang terangkat meskipun warganya mampu menghasilkan hewan ternak tetapi hanya sedikit warga yang mampu membelinya. 

Program Qurban sudah terlalu banyak tersentral di Jawa. Dengan sebaran qurban di Pedalaman, warga bisa memakan makanan bergizi. Dulu warga hanya makan daging saat pesta. 

IBM menyalurkan qurban hingga ke pelosok, bekerjasama dengan relawan lokal mandiri yang memastikan program ini dapat sampai ke penerima yang berhak. 

Ketika ada program qurban ini, masyarakat sangat aktif berpartisipasi yaitu dengan mengolah sendiri qurbannya. 

Sebaran qurban di tahun 2017 cukup merata dengan jumlah hewan quran mencapai 800 ekor. Rencananya di tahun 2018 ini, sebaran qurban lebih optimal. Fokus di NTT tapi harapannya bisa menjangkau wilayah terpencil lain seperti Sumatra, Sulawesi, Papua, dan Papua Barat. 

Sebaran Qurban di Pedalaman 

Qurban di Pedalaman, tujuannya adalah untuk memberdayakan Peternak lokal di Pedalaman. Hewan qurban dibeli dari para peternak di pedalaman kemudian didistribusikan juga di pedalaman. Saat ini sudah ada 200 peternak lokal yang diberdayakan.

Ustaz Kadir Jaibakal, relawan qurban di NTT memaparkan pengalamannya bekerjasama dengan Insan Bumi Mandiri. Di NTT dilakukan di Pulau Alor dan Pulau Pura. Dulunya tidak ada yang berkurban. Setelah IBM hadir, alhamdulillah masyarakat bisa merasakan hewan qurban. 

Ustaz Kadir Jaibakal 

Kabupaten Alor berbentuk kepulauan sehingga tak ada kandang untuk kambing. Kambing dipelihara dengan dilepas. Ketika akan diqurbankan, kambing akan dijemput ke hutan-hutan bahkan menyeberangi laut. 

Bagaimana membedakan kambing milik peternak adalah dengan memberikan kalung sebagai penanda. Pada saat penangkapan, masyarakat saling membantu menangkap kambing. 

Di Pulau Pura, hampir semua masyarakat memiliki kambing karena sudah menjadi pekerjaan utama. Termasuk yang non muslim pun senang menjual kambingnya ke muslim. Saat qurban pun masyarakat non muslim juga mendapatkan daging qurbannya. 

Qurban di Pedalaman

Bagaimana implementasi Qurban di Pedalaman ini? 

Tabungan Qurban
Disediakan tabungan qurban yang bisa dicicil selama 10 bulan. Jadi, untuk kita yang merasa berat mengeluarkan biaya qurban sekaligus, kita bisa menyicilnya selama 10 bulan melalui IBM. 

Titipan Qurban
IBM juga menerima titipan qurban menjelang hari Idul Adha. Tinggal transfer biaya untuk hewan qurban yang akan disalurkan di Pedalaman. 

Biaya Qurban termurah adalah Rp 1,7 juta untuk 1 kambing atau 1/7 sapi. Target qurban tahun 2018 ini adalah 2000 kambing dan 300 sapi. 

Program pemberdayaan peternak lokal diinisiasi mulai tahun 2018 ini. Kekhasan lokal salah satunya adalah warga hanya memelihara kambing berwarna hitam. 

Informasi lebih lanjut, klik: 
www.insanbumimandiri.org

4 comments:

  1. Terimakasih informasinya mbak, kami memang sedang membutuhkan informasi mengenai penyaluran hewan qurban hingga ke pelosok. Qurban di perumahan sudah buanyaaak yg mewakili

    ReplyDelete
  2. Masya Allah.. Terima kasih Mba atas informasinyaaa..

    ReplyDelete
  3. program IBM ini patut diacungin jempol, karena memang kebanyakan program sebar qurban yg lain fokeusnya di sekitaran pulau Jawa, sementara umat Islam yg butuh daging qurban juga ada di pulau2 lainnya termasuk Indonesia Timur

    ReplyDelete
  4. Nah ini bener mak, Qurban itu harus menyeluruh jangan hanya di kota - kota aja. masyarakat di pedalaman juga butuh makan daging kan.

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...