Friday, August 3, 2018

[Review Film] Ayla, the Daughter of War




Menonton film berlatarkan sejarah itu bikin saya tambah ilmu dan pengetahuan. Biasanya setelah nonton, saya akan googling cari info. Begitu juga setelah menonton film Turki berjudul Ayla, The Daughter of War ini. 


Awalnya saya melihat sekilas trailernya di timeline facebook, tapi baru kemarin saya bisa menonton filmnya. Itupun setelah dapat hidayah. Jujur, saya tuh agak malas nonton film yang dapat banyak penghargaan karena biasanya monoton dan lamban hahaha.... Namanya juga film seni kan. 

Akhirnya kemarin saya coba nonton film yang diganjar 3 penghargaan film dunia ini di antaranya: Cape Town Internasional Market Film & Festival 2017, Palm Spring International Film & Festival 2018, dan Sedona International Film Festival 2018. Sebagus apakah film yang mendapatkan rating 8,9 - 9 dari 10 ini? Harusnya sih ya bagus banget dong.


Film ini adalah produksi Turki bekerjasama dengan Korea Selatan.  Berlatarkan perang dunia kedua yaitu saat Perang Korea alias Perang antara Korea Selatan dan Korea Utara. Korea Selatan didukung oleh Amerika Serikat sedangkan Korea Utara didukung oleh Rusia dan China.

Fyi, film ini dibuat dari sudut pandang Korea Selatan jadi di sini yang menjadi penjahatnya adalah Korea Utara dan China. Tentunya kalau dibuat dari sudut pandang Korut, Amerika Serikat adalah penjahatnya. Alkisah, desa-desa di Korsel dibumihanguskan oleh pasukan Korut dan China. Para penduduknya juga dibunuh. Termasuk orangtua seorang gadis kecil berusia 4 tahun bernama Seol. Seol disembunyikan oleh orangtuanya saat penyerangan terjadi sehingga dia menjadi satu-satunya orang yang selamat. 

Tentara Turki adalah bagian dari pasukan perdamaian yang dikirim ke Korsel karena Turki bersekutu dengan AS. Tapi, tentara Turki ini tugasnya hanya menjaga perdamaian. Ikut perang kalau terdesak, misalnya saat diserang oleh Korut dan China. 

Suleyman adalah tentara berusia 25 tahun yang sedang dijodohkan dengan seorang gadis tapi jatuh cinta kepada gadis lain. Dia harus menyisihkan dilema cinta itu karena dipanggil tugas ke Korsel. Banyak tentara Turki yang tak selamat setelah dikirim ke Korsel. Keluarga Suleyman pun harap-harap cemas dan selalu menantikan kabar Suleyman. 

Beberapa kali saat berada di Korsel, Suleyman hampir terbunuh. Alhamdulillah, selalu selamat. Termasuk pada suatu malam setelah diserang oleh China. Suleyman dan kawan-kawannya dalam pelarian, mendengar suara gemerisik dari balik semak-semak. Tadinya mereka hampir menembak ke arah suara itu, tapi Suleyman menahan teman-temannya. Dia memutuskan untuk menghampiri sumber suara.

Tak disangka ternyata suara itu datang dari seorang gadis kecil yang sedang menggenggam tangan kaku ibunya. Gadis itu ketakutan melihat Suleyman tapi pemuda itu bisa menenangkan. Didorong oleh rasa kasihan, Suleyman menggendong gadis itu dan membawanya pulang ke barak tentara Turki. 

Gadis itu diberi nama Ayla yang artinya sinar bulan karena saat diambil tengah malam itu, bulan sedang bersinar terang. Mereka berbicara dengan bahasa isyarat karena sama-sama tak mengerti bahasa masing-masing. Pada mulanya, Ayla tak pernah bicara saat ditanya sehingga orang-orang mengiranya bisu.


Ayla terus terikat dengan Suleyman karena mengingat pemuda itulah yang menolongnya. Suleyman juga mengajari Ayla membaca, menulis, bahkan berbahasa Turki. Oh ya, kedatangan Turki ke Korsel ini menurut sejarahnya adalah awal mula masuknya Islam ke Korsel. Itu mengapa ada penganut agama Islam di Korsel.

Suleyman mengajari Ayla membaca

Konon saat penduduk Korsel kehilangan semangat hidup akibat perang, tentara Turki inilah yang mendekatkan mereka kepada spiritual Islam sehingga sebagian ada yang masuk Islam. Walaupun pengaruh AS lebih kuat ya karena terbukti sebagian besar berkiblat ke AS dan menjadi liberal serta atheis. Sebab, Turki sendiri hanya sekitar 1-2 tahun berada di Korsel. Ah coba ya Turki lebih lama lagi di Korsel. Bisa jadi banyak Kpop yang beragama Islam wkwkwk..... 

Saking terikatnya Ayla kepada Suleyman sampai-sampai gadis ini menyusup ke dalam mobil padahal mobil itu akan berangkat ke medan perang. Sudah tentu dong Ayla hampir tertembak pasukan China. Suleyman kembali menyelamatkan Ayla. Sosok Suleyman ini pun dianggap "ayah" oleh Ayla sehingga mereka saling menganggap sebagai anak dan ayah.

Sayangnya, setahun berlalu dan Suleyman harus kembali ke Turki karena perang akan berakhir. Suleyman tak sanggup meninggalkan Ayla. Bahkan walaupun Ayla akan ditampung di sebuah asrama anak-anak korban perang. Sampai-sampai Suleyman hampir membawa Ayla ke Turki dengan dimasukkan ke dalam koper. 

Suleyman tak boleh membawa Ayla karena tetap saja mereka berbeda kewarganegaraan. Mereka pun berpisah dan Suleyman berjanji akan kembali lagi ke Korsel. Sayangnya, janji itu sulit diwujudkan karena Suleyman sulit menemukan Ayla akibat perang kembali berkobar di Korsel dan komunikasi antara 2 negara itu terkendala. 

Bagaimana dengan rencana pernikahan Suleyman? Gadis yang dicintai Suleyman telah menikah dengan orang lain sehingga Suleyman menikahi gadis yang dijodohkan oleh orangtuanya. Ternyata justru istrinya itu membantu menemukan Ayla. 

Kisah perjuangan Suleyman menemukan Ayla ini membuat saya banjir airmata. Menyentuh bangeeet.... Nggak heran kalau film ini dapat nilai 9 dan meraup banyak penghargaan. Wajib ditonton deh. 

Film ini diangkat dari kisah nyata alias benar-benar terjadi. Setelah puluhan tahun berlalu, mereka akhirnya bertemu. Dibantu oleh aktivis sosial. Suleyman berhasil menunaikan janjinya kepada Ayla. Huaah tambah mewek deh. Dan akhirnya dibuatlah film ini yang merupakan kerjasama Turki dan Korsel. 

Foto Suleyman dan Ayla yang asli

Saya hampir tidak menemukan kekurangan dari fim ini sih. Walaupun film sejarah tapi tidak membosankan. Adegannya tidak lambat dan setiap interaksi antara Ayla dan Suleyman itu menarik untuk dilihat. Apalagi sosok Ayla yang merupakan artis cilik terkenal di Korsel ini sangat menggemaskan, dengan akting natural. 

Meskipun Korut dan China adalah penjahatnya di film ini tapi tidak ada propaganda yang membuat kita membenci mereka. Kisahnya fokus pada Suleyman dan Ayla. Jadi adegan perangnya tidak banyak dan tidak didramatisir. Termasuk saat sahabat Suleyman yang fansnya Marlyn Monroe itu tertembak saat perang. Kesedihannya tidak membuat saya otomatis membenci Korut karena ya namanya juga di medan perang.

Tentara Turki sendiri banyak yang meninggal di Korsel sehingga ada area pemakamannya. Sampai sekarang, Turki masih menjadi tentara perdamaian di berbagai perang Timur Tengah. Menurut info yang saya baca juga, banyak anak korban perang Korsel yang dibawa dan diadopsi ke Turki. 

Buruan nonton ya... Rugi deh kalau nggak nonton. 

9 comments:

  1. Segera ku hunting ini. Tergoda banget habis baca tulisan mba.

    ReplyDelete
  2. Jadi pengen nonton, kalo drama ada anak kecilnya begini aku suka pengen nangis. Apalagi ditinggal mati ortu begitu. Perang emang bisa bikin banyak latar cerita film dr berbagai sudut pandang ya. Banyak film2 genre perang yang bagus2.

    ReplyDelete
  3. Sedih bamget ya, apalagi ternyata kisah nyata. Bagus jadi pengen nonton

    ReplyDelete
  4. Wah pas banget lagi nyari film yg menyentuh, lagi pengen nangis nih, eh baca review film Ayla-nya mbak Leyla.. Nonton ahh

    ReplyDelete
  5. Huaaah aku kalo nonton film ini keknya juga mesti siapin tisu banyak2 nih Mak Ela.. Mengharu biru ya filmnya.. Ternyata juga dari kisah nyata lagi.. Lucuuu banget itu yang jasi Ayla, gemesin.. :D

    ReplyDelete
  6. Aku berhenti membaca ulasannya di bagian 3/4 karena sudah sangat menarik yang bikin aku antusias untuk nonton dan terlebih lagi ternyata ini adalah kisah nyata Wah pasti keren banget harus nonton ini deh kayaknya

    ReplyDelete
  7. Huaaa...kalo nonton kudu sendirian ini biar puas nangisnya.

    ReplyDelete
  8. Jadi mau nonton jugaaa, jujur aja aku termasuk yang suka Spoiler, beda dengan orang kebanyakan kan ya, haha. Dan review ini sangat bagus, gak spoiler, tapi cukup bikin kebayang alurnya dan makin penasaran pengen cepet2 nonton. Thank you Mba Leyla reviewnyaaa :*

    ReplyDelete
  9. Kadang aku suka underestimate sama film yang bukan produksi Hollywood ya, padahal ternyata bagus ya mbak Leyla. Dari sinopsisnya aja aku udah kebayang ini kisahnya bakalan menguras air mata. Ah, jadi kepingin nonton deh hari Minggu besok.

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...