Thursday, April 28, 2022

Menu Wajib Keluarga di Hari Lebaran

Tak terasa sudah hampir sebulan berpuasa Ramadan. Kurang lebih dua hari lagi kita sudah lebaran. Saya juga berencana mudik nih besok, setelah dua tahun tak merayakan lebaran bersama keluarga mertua di Garut. Sudah ada beberapa jadwal halal bi halal yang akan dihadiri, meskipun mungkin tidak semua keluarga bisa ikut karena dibatasi. Yang penting kami sudah setor muka dan merasakan lagi berlebaran bersama keluarga besar. 

menu lebaran


Biarpun di televisi dan media sosial sudah ditayangkan berita kemacetan arus mudik yang luar biasa, kami tetap semangat berangkat mudik. Dua tahun lebaran di rumah sendiri, rasanya sudah cukup makan menu lebaran sendiri hehehe. Besok saya bisa sedikit ringan masak menu lebaran, karena berlebaran di rumah mertua. 

Setiap lebaran, ada menu makanan khas yang wajib tersedia di meja makan. Menu ini berbeda kalau kami berlebaran ke rumah mertua yang hanya ada ketupat dan kari ayam. Berhubung besok kami insya Allah berlebaran di rumah mertua, maka di artikel saya menceritakan menu lebaran tahun lalu.

Yup, lebaran tahun lalu dirayakan di rumah kami karena tidak pulang kampung. Setiap mau lebaran pasti kasus covidnya naik. Lalu ada pembatasan. Jadilah kami berlebaran di rumah sendiri. Ya tidak apa-apa karena toh selama ini kami berlebaran bergantian di rumah orangtua. 

Nah, kesempatan deh berlebaran di rumah sendiri. Meski sedih juga karena salat Ied di rumah dan tidak halal bi halal dengan tetangga. Tak apa, yang penting saya akhirnya bisa lebaran dengan menu makanan wajib ada di rumah. Selain kue kering wajib ada di hari raya, lebaran juga ada menu wajib lainnya. Apa saja sih menunya? 

Ketupat 

Nasi yang dibungkus di dalam daun kelapa ini sudah menjadi ikon lebaran. Cara membuatnya cukup mudah. Masukkan beras yang sudah dibersihkan dan diberi sedikit garam ke dalam bungkus ketupat, lalu rebus ketupatnya sampai mengeras. Oya, memasukkan berasnya tidak sampai penuh ya. Disisakan 1/4 ruangan di dalam bungkus ketupatnya karena nanti berasnya mengembang saat matang.

Lebih cepat dimasak menggunakan panci presto. Setelah matang, digantung atau ditiriskan airnya agar ketupatnya tidak cepat basi. Jangan lupa dihangatkan lagi kalau masih ada. Dihangatkan di panci kukusan. Memasak ketupat itu kalau untuk keluarga kecil cukup 20 ketupat. Kalau bersama keluarga mertua ya ditambah 10 lagi deh. 

Sambal Goreng Kentang 

Di rumah mertua, menu ini tidak pernah ada. Apalagi kalau ada petainya. Keluarga mertua tidak suka makan petai. Menu ini berisi kentang, ati sapi, dan petai. Kentang dan ati sapi dipotong dadu, lalu dimasukkan ke dalam sambal balado. Campurkan dengan petai. 

Kentangnya digoreng dulu setelah dipotong dadu. Sedangkan untuk ati sapinya direbus dulu, baru dipotong dadu. Sambalnya berisi cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan tomat. Digiling, lalu ditumis. Terakhir masukkan kentang, ati sapi, petai, dan air. Aduk-aduk sampai airnya asat. Tambahkan gula, garam, dan penyedap (bila suka).

Sayur Pepaya Muda 

Sayur Pepaya Muda ini agak sulit membuatnya, karena harus memarut pepaya muda. Jadi saya beli saja di tetangga. Bisa dicampur dengan irisan kacang panjang dan petai. Sama seperti kari ayam, sayur ini pun mendapatkan tambahan santan. Agar lebih pedas, bisa ditambahkan cabai sehingga warnanya sedikit kemerahan.

Agar lebih wangi, bisa ditaburi bawang goreng. Untuk harganya dulu saya beli satu panci itu Rp 25.000. Entahlah murah atau mahal, tapi lebih hemat waktu. Apalagi saya memasak sendiri. Jadi salah satu menu lebih baik beli saja. Kalau masak sendiri pun, harga petai, pepaya muda, dan santannya itu pasti sudah mahal jelang lebaran. Maklum, kalau di keluarga Betawi ini sudah biasa masak Sayur Pepaya Muda. 

Kari/ Opor Ayam 

Di keluarga saya disebut Opor, tapi di keluarga suami disebut Kari. Sebenarnya memang mirip bumbunya, hanya untuk kari itu warna kuningnya lebih tua. Kalau ibu mertua saya biasanya menggunakan ayam kampung jantan sehingga dagingnya agak alot. Kalau ibu saya menggunakan ayam merah yang bulunya berwarna merah hitam.

makan di hari lebaran

 

Nah, saya masak sendiri tahun lalu menggunakan ayam merah itu. Sebenarnya ayam negeri tapi khusus ayam petelur. Kalau beli di pasar masih hidup per ekor Rp 60-80 ribu. Mahal? Iya, karena dagingnya banyak. Kadang ada bonus telur juga di perut ayamnya. 

Beli ayam merah ini lebih baik dua hari sebelum lebaran, karena harganya lebih murah dari satu hari sebelum lebaran. Nanti kita bisa minta dipotongkan oleh pedagangnya. Jadi kita lihat itu ayamnya masih segar ya. Bukan ayam gelonggongan.

Jujur saya agak takut membeli ayam yang sudah dipotong di pasar, karena dagingnya kok seperti mengkilat-kilat begitu. Jadi mending beli ayam hidup, lalu minta dipotongkan di depan mata kita. 

Nah itu dia menu wajib keluarga di hari lebaran. Setelah menikmati menu sehat dan praktis di bulan Ramadan, saatnya kita menikmati menu lebaran. Sayangnya, besok saya hanya akan menemukan ketupat dan kari ayam karena berlebaran di rumah mertua. Ya tak mengapa, yang penting kita semua sudah kembali fitrah.

Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin ya. 

Idulfitri


No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...