Thursday, May 3, 2018

Mau ke Raja Ampat? Waspadai Penyakit Malaria Mengincar!



Raja Ampat dan beberapa wilayah Papua lainnya belakangan ini menjadi primadona para traveler. Keindahan alam dengan lautnya yang biru dan jernih sangat memesona. Saya pun sempat ingin sekali ke Raja Ampat sampai kemudian saya membaca beberapa informasi bahwa di sana masih banyak yang terkena penyakit Malaria. 

Jujur, saya tahu penyakit Malaria hanya dari buku pelajaran saat masih SMP. Alhamdulillah ya, wilayah Jakarta dan Jawa Barat sudah bebas dari Malaria. Sangat jarang ditemukan orang yang terkena Malaria. Eit tapi Indonesia belum sepenuhnya terbebas dari Malaria. Baru 72% wilayah yang bebas Malaria. Sekitar 63 juta penduduk Indonesia tinggal di daerah endemis Malaria salah satunya adalah Papua. 

Itu mengapa pada tanggal 24 April lalu, Kementerian Kesehatan RI mengundang blogger untuk memberikan informasi mengenai penyakit ini dalam rangka Hari Malaria Sedunia tanggal 25 April. Di dunia, temanya "Ready to Beat Malaria." Sedangkan di Indonesia bertema "Bebas Malaria Prestasi Bangsa." 

Kementerian Kesehatan

Ibu Elizabeth Jane dari Kemenkes memaparkan tentang penyakit Malaria dan cara pencegahannya. Nah buat kamu yang mau traveling ke Raja Ampat dan wilayah Papua lainnya, simak nih informasi di bawah ini. Sebab penyakit Malaria bisa mematikan. Penyakit ini adalah penyakit infeksi akibat parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak di dalam darah akibat gigitan nyamuk Anopheles betina. 
Program pengendalian Malaria ini adalah komitmen pemerintah dari mulai Presiden Soekarno, SBY, sampai Jokowi. Sebabnya karena dahulu di hampir sebagian besar wilayah Indonesia menjadi tempat bersarang nyamuk Malaria. Nyamuk Anopheles menggigit dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Apabila ditemukan orang yang di tubuhnya terdapat parasit Malaria, harus diobati dengan tuntas agar tidak menjadi sumber penyakit. 

Jika tubuh demam, menggigil berkeringat, disertai sakit kepala, mual, muntah, diare, dan nyeri otot atau pegal-pegal ketika Anda sedang berada di daerah endemis Malaria, waspadai jangan-jangan Anda terkena penyakit Malaria. Semua orang yang tinggal atau sedang berkunjung ke daerah endemiz Malaria berisiko terkena penyakit tersebut. 

Nyamuk Anopheles juga menghuni tempat-tempat seperti: genangan air yang bersentuhan dengan tanah dan tidak mengalir, rawa, sawah, lagoon, tambak yang tidak digunakan lagi, lekukan tepi sungai, bekas galian tambang, dll. Nah jadi kalau di sekitar tempat tinggal kita ada daerah semacam itu, waspadai masih ada nyamuk Anopheles. 

Tempat nyamuk Anopheles 

Malaria dapat menyebabkan anemia karena rusaknya sel-sel darah merah, demam tinggi, penurunan kesadaran, koma, pendarahan spontan, kegagalan multi organ, bahkan kematian. Janin yang dikandung ibu yang terkena Malaria dapat lahir dengan berat badan rendah dan gangguan kecerdasan. Bahaya sekali ya penyakit ini. Bukan nyamuk biasa. 

Kabar baiknya, program pengendalian Malaria di dunia telah menurunkan sekitar 60% tingkat kematian akibat penyakit ini. Di Indonesia sendiri, dari 417.819 kasus malaria tahun 2012 telah turun jadi 261.271 kasus di tahun 2017. Namun, masih ada 63 juta penduduk yang berisiko sehingga program Eliminasi Malaria perlu digalakkan. 

Eliminasi Malaria adalah upaya penghentian penularan Malaria dalam satu wilayah geografis. Salah satunya dengan memberikan kelambu gratis melalui Pekan Kelambu Massal di daerah endemis Malaria tinggi, ANC (skrining malaria pada ibu hamil di daerah endemis tinggi), dll. 

Orang yang positif malaria akan diberikan obat anti malaria yaitu Artemisinub-based combination therapy (ACT) secara gratis. Telah dibentuk juga Malaria Center di daerah endemis tinggu seperti Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Kep. Bangka Belitung, Sumatera Utara, Aceh, Kalimantan Tengah, dan TNI AD (Jakarta).
Wilayah Jakarta sudah bebas Malaria tapi bukan tidak mungkin terkena apalagi kegiatan traveling saat ini sedang disukai. Waspada untuk para traveler bisa saja membawa pulang nyamuk Anopheles ke Jakarta. Nah, makanya Kemenkes memberikan saran untuk para traveler jika akan bepergian ke wilayah endemis tinggi malaria: 




Yuk, #akhirimalaria agar Indonesia bebas Malaria! 


7 comments:

  1. Di sekitar rumahku kalau musim hujan juga rawan banget sama malaria, jadi harus tiap hari waspada sama bersihin lingkungan supaya gak jadi sarang nyamuk.

    ReplyDelete
  2. Suaminya temenku..lagi di kirim penugasan (brimob) ke papua saat ini..eh kena malaria juga mba

    ReplyDelete
  3. Pohon kina obat malaria. Jaga kesehatan agar liburan tetap happy dan tetap sehat sepulang dari liburan

    ReplyDelete
  4. Noted nama obatnya, malaria ngga kalah serem dari DBD :(

    ReplyDelete
  5. Aku maaih ngalamin waktu jakarta belum bebas malaria. Jadi tiap akhir pekan horor banget. Krn ibuku pasti bikin jus daun pepaya dan kami harus menghabiskannya agar tidak digigit nyamuk

    ReplyDelete
  6. Saya pernah kena DBD dua kali, baca ini makin ngeri sama nyamuk ��

    ReplyDelete
  7. semoga penyebaran kelambu gratis dari pemerintah ini merata di setiap daerah endemis

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...